Kamis, 13 Februari 2020

Bagaimana Caranya Meraup Untung Dari Sosial Media? Yuk Belajar Digital Marketing Bersama Komunitas Isb, The Warna Dan Sophie Paris

Di jaman kini, apa-apa telah online kan? Kirim surat, online, kirim pesan, online, pesan masakan, online, pesan kendaraan, online, pesan baju, online, bayar-bayar kebutuhan seperti BPJS, listrik, pulsa, dan tagihan-tagihan lainnya serba online. Kebayang kan sama pergeseran drastis kehidupan kita sesudah adanya internet dengan segala kemajuan dan perkembangan teknologinya? Jadi, kita mesti dan wajib melek berita wacana dunia digital. Salah satunya digital marketing . Apa itu digital marketing? Kalau kita menerjemahkannya secara awam, kita mampu bisa artikan pemasaran via digital atau pemasaran via online. Jawabannya yang sungguh singkat dan itu gres kulit luarnya saja loh! “Digital marketing itu, bagai hutan belantara yang sangat luas dan masih banyak yang harus dieksplor dan dipelajari, ” kata Mas Imam Mahmudi, salah seorang digital marketer yang telah usang terjun di dunia ini. Digital Marketing Class from Imam Mahmudi Makara apa saja sih yang perlu kita pelajari ihwal dunia marketing biar kita mampu maksimalin kehebatan teknologi yang ada buat menerima laba yang optimal juga? Let’s check it out, saya bakal share info yang kudapat dikala Sharing Session "Bagaimana Caranya Meraup Untung dari Sosial Media?" bersamaKomunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) , Sabtu 21 Juli kemudian di Nutrifood Inspiring Center. Kenapa sih digital marketing lebih efektif dan efisien ketimbang versi pemasaran konvensional? Ya alasannya adalah, digital marketing itu cepat, personal dan berhubungan . Kok mampu mirip itu ya? Cepat, karena sekali kita klik media umum yang kita pakai untuk melaksanakan penjualan, informasinya lansung tersebar ke jejaring sosial yang sudah dibangun. Cepat! Hanya dalam hitungan detik, sekali klik. Personal, karena konten marketing yang kita buat mampu kita kemas unik, berlawanan, cocok serta sesuai dengan target pelanggan. Selain itu, layanan di digital marketing mampu juga memakai aplikasi messanger mirip whatsapp atau line official yang bisa menawarkan layanan online secara personal terhadap konsumen. Relevan? Ya pastinya, dalam melaksanakan digital marketing kita bisa membidik target pelanggan yang ingin dijangkau berdasarkan database yang sudah terhimpun secara online. Kita tinggal mengatur teladan-teladan iklan dan penjualan sesuai dengan kebutuhan dan sasaran produknya. Tadi sempat ku singgung kan kalau dunia digital marketing itu layaknya hutan belantara. Ada aneka macam rincian dan rupa-rupa digital marketing , secuil area digital marketing bisa kita lihat dari diagram berikut. Area Digital Marketing Untuk mengawali digital marketing kita harus juga mengolah dan mengurus konten marketing. Bagaimana konten tersebut mampu menunjukkan branding yang unik dan berbeda perihal brand kita dibandingkan dengan merk lainnya. Dalam menciptakan konten pun, perlu juga mengamati SEO (Search Engine Optimization) , supaya konten marketing kita mampu menjadi penelusuran utama dalam SEM (Search Engine Machine). Bagaimana kita menyebarluaskan konten marketing tersebut? Kita bisa memakai sosial media, email marketing, website dan juga aplikas messanger . Begitu banyak jejaring yang perlu kita sentuh, pelajari dan terapkan dalam digital marketing bukan? Untuk mengoptimalkan penggunaan channel online sebagai fasilitas digital marketing , kita juga harus memahami platform sosial apa yang sedang isu terkini dan efektif untuk melaksanakan pemasaran. Data tahun 2017, menunjukkan bahwa Youtube, Facebook dan Instagram yaitu platform sosial yang paling banyak digandrungi netizen. Platfmor Sosial Media Dalam menggarap digital marketin g juga kita harus memahami kalau ada 2 jenis marketing yang mesti kita kerjakan, yaitu push and pull marketing. Push and Pull Marketing Di abad informasi kini,  push marketing mampu kita kerjakan dengan penyebaran konten secara massif lewat sosial media. Dengan push marketing kita berupaya untuk memengaruhi netizen untuk kepincut dan merasa butuh dengan merk yang kita pasarkan sehingga mereka terdorong untuk melakukan pembelian. Sedangkan pull marketing adalah sistem penjualan dengan penguatan SEO konten, sehingga ketika konsumen melakukan penelusuran barang yang mereka butuhkan SEM akan memunculkan konten brand yang kita miliki. Dengan munculnya konten brand kita di page one SEM, para pelanggan pun akan lebih kepincut membaca, menelusur dan berbelanja produk / jasa dari brand yang kita tawarkan. Dalam pembuatan konten digital marketing juga perlu kita pikirkan rancangan AIDA;  Awareness, Interest, Decision, Action. Kita harus bisa menciptakan konten yang mempesona perhatian pelanggan (Awareness) , menawarkan keunggulan sehingga konsumen kesengsem dan berminat (Interest), sehingga pelanggan bermaksud untuk membeli (Decision) dan kesudahannya pelanggan pun memutuskan untuk berbelanja (Action). Konsep AIDA dalam Dunia Digital Marketing Ketika konten marketing sudah dibentuk dengan elok jangan lupa untuk menyebarkannya via platform yang cocok dengan keperluan ya. Kita mampu juga melakukan organic advertising atau pun paid advertising untuk mempromosikan merk kita. Sederhananya, organic advertising dikerjakan dengan membuat konten yang cantik dengan SEO dan SEM yang manis dan rajin menyebarkannya. Sedangkan, paid advertising yakni melaksanakan iklan-iklan berbayar mampu dengan ads, sponsored post, paid promote , menggunakan jasa buzzer, influencer, KOL dan iklan-iklan berbayar lainnya. Makara pengerjaan konten yang anggun harus terus dikerjakan serentak dengan penyebaran konten tersebut di media umum dan situs web yang manis dan terjaga ya, “ Because content is king and content distribution is queen.” Belajar digital marketing telah nih, terus bagaimana ya mengimplementasikannya? Kebetulan sekali di sharing session bareng Komunitas ISB juga mendatangkan tim dari The Warna dan Sophie Paris. Yang pastinya mereka sudah berpengalaman dalam melakukan bisnis dan mengimplementasikan digital marketing untuk menjajakan produknya. “The Warna”, it means “The Wastra Nusantara.” Keren yah?! Terinspirasi dari wastra (kain-kain tradisional) nusantara yang super apik, cantik, indah, mewah dan sarat makna. Bincang-bincang Seru bareng Mas Dany Anwar, Founder The Warna Dany Anwar, seorang laki-laki asal Pontianak, meninggalkan kursi kuliahnya untuk mengawali bisnis The Warna. Dari Kota Pontianak, Ia berpindah ke Kota Bogor dan merintis perjuangan ini dari nol. Ia hanya berbekal duit lima juta rupiah dan bermalam di rumah salah seorang pengrajin. Pasang surut perjuangan dijalani sejak lima tahun kemudian, bermula dari dua orang karyawan sekarang menjadi lebih dari 60 orang karyawan tetap di perusahannya. Pengorbanan dan usaha yang tidak tidak berguna ya.  Menurutnya, ketabahan, keuletan dan semangat untuk berbisnis harus terus dipupuk agar bisa melakukan bisnis yang berhasil. Awalnya, The Warna hanya menciptakan rancangan bantalan kaki, mulai dari flat shoes, dan heels sekarang sudah merambah juga ke fashion items yang lain mirip hand bag, sling bag, backpack, cluth dan dompet. Semuanya dengan sentuhan wastra nusantara. Sesuai dengan brand yang dibangun, The Warna, “Pelopor Fashion Etnik No. 1 di Indonesia.” Business versi yang dijalankan Mas Dany ini adalah sistem reseller, drop shipper dan tentunya via digital marketing . Platform yang digunakan oleh The Warna secara official ialah Fan Page Sepatu The Warna  dan Instagram The Warna    serta aplikasi layanan via line@ di @thewarna.  Apa pun yang hendak kita lakukan, mau buka usaha, belajar, berkarir, saya yakin banget sama pepatah ”start from single step, then we can discover the world.” Tidak hanya berguru bisnis dari The Warna, Sharing ISB kali ini juga mendatangkan tim Sophie Paris yang pastinya telah lama terjun di dunia bisnis. Dulu pastinya kita mengenal ya produk-produk Sophie Martin? Sophie Martin telah bangkit semenjak tahun 1995 dan mengandalkan pemasaran lewat metode direct selling . Kini, Sophie Martin telah melakukan rebranding menjadi Sophie Paris dan meningkat ke dunia digital marketing selaku salah satu lini pemasarannya. Selain tetap menguatkan comunity business versi, Sophie Paris juga membuka memasarkan seluruh produknya di sophieparis.com . Di situs web ini, kita bisa melihat seluruh produk yang ditawarkan mulai dari Fashion, Beauty and Home Living. It's so simple to shopping here. Kali ini, Sophie Paris memperlihatkan simple tata rias clas s untuk dipakai sehari-hari. Beragam produk yang tersedia cukup lengkap dan simple. Kita mampu memilih tata rias remover yang bisa dipakai untuk oily dan non-oily skin. Foundation, bedak, lipstik, blush on, eye shadow, eye liner, maskara bisa kita peroleh. Beragam produk tata rias dari Sophie Paris juga bebas dari alkohol ya jadi kondusif untuk kulit sensitif dan mampu dipakai untuk tata rias berkala sehari-hari.  Buat yang akan mencar ilmu tata rias, mampu juga loh ikut make up class dari Sophie Paris yang diselenggarakan di Sophie Paris Lebak Bulus (ETC TBS). It's worth to join this class girls :) Proses Make Over dari Sophie Paris Hasil Make Over dari Sophie Paris Buat kau yang akan coba belajar membuka usaha bareng Sophie mampu banget daftar jadi membernya ke Sophie Paris Lebak Bulus dan ikutan community business -nya. Cukup daftar dan dengan biaya Rp. 25.000,- kamu bisa mendapatkan potongan harga sebesar 30% dari semua item yang dijual dan bisa mendapatkan banyak laba lainnya melalui poin-poin yang dikumpulkan selama membuka usaha. Sharing Session Digital Marketing Bersama Komunitas Indonesian Socal Blogpreneur Bagaimana? Sudah cukup mendapatkan pencerahan wacana dunia digital marketing dan bagaimana melakukan bisnis? Untuk memulai bisnis dan segala sesuatu salah satu kunci yang penting adalah berani mengawali dan konsisten, jangan tunda-tunda peluang bisnis yang membentang di depan mata ya. Selamat mengawali bisnis dan menerapkan desain digital dunia marketing.
Sumber https://siti-wulandari.blogspot.com


EmoticonEmoticon