Kamis, 06 Februari 2020

Summary Of Political Public Relations, News Management And Jadwal Indexing By Paul S. Lieber And Guy J. Golan

Oleh Siti Wulandari (219121011) Mahasiswa Pasca Sarjana Komunikasi Korporat Universitas Paramadina Selama peradaban sejarah, pesan-pesan politik sudah diformulasikan dan disebarluaskan dengan tujuan persuasif. Para komunikator politik berupaya memakai seni manajemen dan taktik hubungan media dan administrasi media untuk menyampaikan pesan-pesan politik tersebut. Paul S. Lieber dan Guy J. Golan dalam tulisannya berusaha untuk menggali dan mengeksplorasi  political public relations  yang sesuai dalam agenda penyebaran pesan- pesan politik persuasif melalui susukan-susukan media. Menurut Stromback dan Kiousis dalam Lieber dan Golan (2011, 54) menyebutkan bahwa  political public relations  ialah proses manajemen yang dikerjakan oleh individu maupun organisasi untuk tujuan politik, melalui komunikasi dan langkah-langkah yang disengaja, berusaha untuk memengaruhi, membangun, memelihara hubungan dan reputasi yang bermanfaat dengan publik kunci untuk menolong mendukung misinya dan mencapai tujuannya. Fokus  political public relations  diarahkan kepada pemain drama-pemain drama politik, kampanye politik, kelompok dengan minat khusus mirip firma lobi, hubungan antar tokoh-tokoh tersebut, dan keterkaitannya dengan bermacam-macam publik kunci tergolong publik massa. Dalam  political public relations,  korelasi media serta strategi dan taktik media menjadi sangat krusial. Relasi publik  baik dalam konteks politik maupun tidak, merupakan relasi yang dibangun melalui terusan-susukan komunikasi dengan segmen publik yang berlawanan-beda. Untuk memahami publik kunci dan mengerjakan taktik serta seni manajemen media, Dewey (1927) menyusun definisi publik dan dikembangkan oleh J. Grunig & Hunt (1984), J. Grunig & Repper (1992), dan Vasquez & Taylor (2001) menjadi 4 tipe publik ialah non publik, publik laten, publik sadar dan publik aktif. Keempat kalangan publik ini mungkin saja tidak hanya dijangkau oleh media yang berlainan, namun mereka juga mencari sendiri media yang cocok dengan kebutuhannya. Sehingga, strategi manajemen isu dan korelasi media perlu mengamati perbedaan kalangan publik ini yang menentukan jenis media yang berlainan-beda dalam menentukan jenis media dan jenis pesan yang ingin disampaikan. Pendekatan relasi publik ini membantu pemain drama politik mengindetifikai golongan publik yang berbeda-beda dan mengidentifikasi cara membangun, mengevaluasi dan mempertahankan korelasi dengan bermacam-macam jenis publik. Contigency theory  menyaksikan relasi publik pada persuasi yang cair, sampai menunjukan respon-tanggapankomunikasi krisis mulai dari total advokasi hingga total fasilitas. Dalam komunikasi politik, adanya praktik-praktik pertukaran relasional dilaksanakan untuk meraih konsensus publik.  Contingency theory of public relations  berhubungan dengan relasi pemain film politik dengan media serta taktik-seni manajemen media tradisional dan moderen. Teori ini membantu pemeran politik untuk memilih strategi yang cocok terhadap jenis publik yang berlainan- beda mulai dari total fasilitas hingga total advokasi. Subsidi informasi  merupakan seluruh upaya yang dijalankan praktisi kekerabatan publik untuk mengurangi harga pada isu tertentu untuk mengembangkan konsumsi dari berita tersebut. Dengan kata lain, subsidi berita ialah nilai tukar dalam jual beli informasi. Subsidi isu ini menjadi konten untuk membangun agenda building.  Agenda building  berupaya untuk mengeksplorasi proses dan tindakan yang mampu membentuk agenda media. Dalam jadwal building menawarkan kerangka teori dalam menanggulangi hubungan media dan administrasi gosip. Dalam  agenda building , subsidi isu ialah hal yang sungguh penting dalam membangun agenda media. Subsidi informasi yang dilempar ke publik dan menjadi sebuah gosip yang dianggap penting oleh publik, maka akan puli disoroti dan menjadi agenda media. Perlfof (1998, 234) menyebutkan bahwa  agenda building  dapat dimanfaatkan oleh seorang pembuat kebijakan untuk mengarahkan dan melempar suatu gosip yang berkaitan dengan jadwal kebijakan utama dengan menggunakan media untuk mengarahkan opini publik, dalam hal ini diperlukan akan memengaruhi agenda kebijakan. Teori  acara building  dan subsidi isu menolong bintang film politik untuk memahamai bagaimana membangun acara media melalui penggunaan subsidi info yang berlainan-beda. Indexing theory  memprediksikan liputan media massa lazimnya dibatasi oleh praktik jurnalistik dalam menghalangi liputan media untuk merefleksikan sumber-sumber resmi. Hasil dari indexing bergantung pada berbagai sumber resmi yang mengiklankan berbagai gosip.  Agenda indexing  ialah dimensi ketiga dari proses acara bulding. Dalam melakukan penyampaian berita, acara building juga mesti mengukur imbas indexing dari subsidi info yang ditawarkan oleh para elite dalam membentuk jangkauan liputan media massa.  Agenda indexing  dapat menolong bintang film politik untuk mengetahui prosedur jurnalis mencari atau mendapatkan subsidi gosip dari berbagai bintang film politik.  Agenda indexing  bergantung seberapa pantas sebuah berita diberitakan, banyak sekali sumber berpotensi dari perspektif media dan menurut penilaian media siapa yang menjadi sumber utama dan penyedia subsidi informasinya. Relasi media dan administrasi informasi dalam konteks  political public relations  digunakan untuk membangun relasi dengan memakai media. Semakin komunikator politik bergantung dengan media untuk memengaruhi publik, maka makin penting tugas hubungan media dan administrasi berita. Berdasarkan konsep-rancangan yang sudah diuraikan, penggabungan komunikasi politik dan relasi publik menjadi  political public relations,  mampu berperan penting dalam mengindentifikasi alat hubungan media, manajemen berita, upaya persuasi, mencapai nilai strategis dan pengaruh memiliki peluang pada lingkungan politik yang lebih besar sehingga dapat memengaruhi doktrin publik terhadap forum, pengetahuan politik dan keterlibatan serta partisipasi politik. Fenomena sosial terkini di Indonesia yang cocok dan mampu dianalisa dengan  political public relations  ialah masalah wabah corona yang mulai menjadi sorotan dan perhatian publik Indonesia pada permulaan bulan Maret 2020. Fenomena ini menjadi sorotan sehabis Presiden Joko Widodo menginformasikan adanya dua warga Indonesia di Depok, Jawa Barat yang kasatmata corona pada Senin, 2 Maret 2020. Pasca pengumuman tersebut, wabah virus corona menjadi sorotan media dan perhatian publik. Dalam hal ini Presiden Jokowi menunjuk Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto sebagai pimpinan komando penanggulangan wabah virus corona di Indonesia serta Achmad Yurianto, seorang dokter militer, yang menjadi juru bicara penanganan corona. Dalam menghadapi wabah virus corona, pemerintah Indonesia lewat kedua pejabat yang bertugas tersebut selalu melakukan konferensi pers saban hari untuk menawarkan informasi terkini terkait kondisi pasien konkret corona serta pencegahan dan penanggulangan wabah virus corona yang sudah masuk ke Indonesia. Dengan demikian, pemerintah sudah melakukan subsidi isu secara pro-aktif. Pemberitaan wabah virus corona disertai dengan edukasi cara-cara menangkal penularan virus serta mempelajari tanda-tanda yang ditimbulkan jika terkena virus corona sudah menjadi viral dan menjadi jadwal publik dan agenda media. Para kalangan publik sadar dan publik aktif turut serta menyebarluaskan pemberitaan dan aba-aba dari pemerintah. Bahkan, timbul konten-konten kreatif mulai dari meme dan video tiktok untuk menjelaskan cara mencegah penularan virus corona dengan bersungguh-sungguh mencuci tangan, cara-cara mencuci tangan dengan baik dan benar dan edukasi perbedaan tanda-tanda pilek biasa, influenza dan virus corona. Pemberitaan wabah virus corona pun ditunggangi dengan berita-berita hoaks dan rumor yang membuat kegaduhan di tengah penduduk . Adanya info hoaks dan rumor menimbulkan panic buying bagi penduduk yang kurang paham tentang cara-cara pencegahan, penanggulangan virus corona yang mampu ditangkal dengan imunitas badan. Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G. Plate, terdapat 162 kasus hoaks terkait corona. Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo membuat pesan terhadap masyarakat lewat suatu video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak panik dan takut terhadap virus corona. Hal ini berdasarkan pada laporan observasi yang menyebutkan tingkat kesembuhan pasien virus corona sangat tinggi sebesar lebih dari 97%. Hal yang lebih mencemaskan dari virus corona justru rasa khawatir, cemas hoax dan rumor yang menyesatkan. Beragam langkah-langkah pemerintah dalam menanggapi wabah virus corona dengan memakai banyak sekali jenis media merupakan aktualisasi dari  political public relations. DAFTAR PUSTAKA Lieber, P. S., Golan, G. J. (2011). Political Public Relations Principles and Applications. In Stromback, J., Kiousis, S. (Ed).  Political Public Relations, News Management and Agenda Indexing (pp. 54-74).  New York. Routledge. Futty, Y., Saleh, Ummi H. (2020, Maret 2). Pernyataan Jokowi: 2 Warga Indonesia Positif Terkena Virus Corona. Suara.com. Diakses dari  https://www.suara.com/video/2020/03/02/130013/pernyataan-jokowi-2-warga- indonesia-positif-terkena-virus-corona . Kompas  Online.  Penguman Mendadak Jokowi yang Kejutkan Pasien Positif Corona. (2020, Maret 4).  https://nasional.kompas.com/read/2020/03/04/08051361/pengumuman- mendadak-jokowi-yang-kejutkan-pasien-nyata-corona?page=all . Kompas TV. 4 WNI Terjangkit Corona di Jepang Sembuh! (2020, Maret 4). Diakses dari https://www.kompas.tv/article/69631/4-wni-terjangkit-corona-di-jepang- sembuh?fbclid=IwAR3Ath80iQSHpxZvSoQP6PlTQC30EB3fkcczpVdICFDnQAU uvnLiwTXIV0U . Thohirin. (2020, Maret 6) . ‘Enggak Usah Takut Virus Corona.’ CNN Indonesia. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200306073706-20-480994/enggak-usah- takut-virus-corona . VisualTV Live. Viral! 2020, Maret 4. Dokter Bagikan Video Cara Cuci Tangan Pakai Aplikasi
Sumber https://siti-wulandari.blogspot.com


EmoticonEmoticon