Sabtu, 25 Juli 2020

Nabi Dan Sobat Melakukan Tahlilan

Nabi Dan Sahabat Melakukan "Tahlilan" Di Makam Sa'ad bin Mu'adz  Sahih al-Bukhari  pada Hadis no 463; ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ، ﻗﺎﻟﺖ: ﺃﺻﻴﺐ ﺳﻌﺪ ﻳﻮﻡ اﻟﺨﻨﺪﻕ ﻓﻲ اﻷﻛﺤﻞ، «ﻓﻀﺮﺏ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺧﻴﻤﺔ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ، ﻟﻴﻌﻮﺩﻩ ﻣﻦ ﻗﺮﻳﺐ» ﻓﺈﺫا ﺳﻌﺪ ﻳﻐﺬﻭ ﺟﺮﺣﻪ ﺩﻣﺎ، ﻓﻤﺎﺕ ﻓﻴﻬﺎ "Aisyah berkata bahwa Sa'ad terluka dikala perang Khandaq di bab lengannya. Nabi shalallahu alaihi wasallam memasang tenda di masjid supaya dia bisa dijenguk dari bersahabat. Ternyata darah Sa'ad terus keluar, ia pun meninggal di tenda tersebut" Ada beberapa keistimewaan ketika meninggalnya Sahabat Sa'ad ini. Diantaranya: 1. Bergoncangnya Arsy «اﻫﺘﺰ ﻋﺮﺵ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﻟﻤﻮﺕ ﺳﻌﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺎﺫ» "Arsy Allah yang bersifat Rahman bergoncang alasannya adalah meninggalnya Sa'ad bin Mu'adz" (HR Bukhari) 2. Nabi shalallahu alaihi wasallam dan para Sahabat mendoakan dengan kalimat-kalimat dzikir di makam Sa'd bin Mu'adz: ﻓﺪﺧﻞ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺒﺮﻩ , ﻓﺠﻌﻞ ﻳﻜﺒﺮ ﻭﻳﻬﻠﻞ ﻭﻳﺴﺒﺢ Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam masuk ke dalam kuburnya Sa'ad, Rasulullah membaca Takbir, TAHLIL dan Tasbih ﻓﻠﻤﺎ ﺧﺮﺝ ﻗﻴﻞ ﻟﻪ: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺭﺃﻳﻨﺎﻙ ﺻﻨﻌﺖ ﻫﻜﺬا ﻗﻂ ﻗﺎﻝ: «ﺇﻧﻪ ﺿﻢ ﻓﻲ اﻟﻘﺒﺮ ﺿﻤﺔ ﺣﺘﻰ ﺻﺎﺭ ﻣﺜﻞ اﻟﺸﻌﺮﺓ , ﻓﺪﻋﻮﺕ اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺮفعه ﻋﻨﻪ ﺫﻟﻚ Setelah keluar Rasulullah ditanya: "Wahai Rasulullah, kami tidak pernah menyaksikan engkau melaksanakan hal ini". Nabi menjawab: "Sungguh sudah terjadi penyempitan tanah kubur sehingga mirip sehelai rambut. Lalu saya berdoa terhadap Allah biar menetralisir hal itu" (HR Hannad dalam Az-Zuhd. Hadis yang sama juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Al-Baihaqi dan Hakim Tirmidzi) Redaksi selengkapnya dalam Musnad Ahmad selaku berikut: عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا إِلَى سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ حِينَ تُوُفِّيَ، قَالَ: فَلَمَّا صَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَسُوِّيَ عَلَيْهِ، سَبَّحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَّحْنَا طَوِيلًا، ثُمَّ كَبَّرَ فَكَبَّرْنَا، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَ سَبَّحْتَ؟ ثُمَّ كَبَّرْتَ؟ قَالَ: " لَقَدْ تَضَايَقَ عَلَى هَذَا الْعَبْدِ الصَّالِحِ قَبْرُهُ حَتَّى فَرَّجَهُ اللهُ عَنْهُ " “Jabir bin Abdillah berkata: “Pada sebuah hari kami keluar bareng Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam menuju sobat Sa’ad bin Mu’adz dikala meninggal dunia. Setelah Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat mayat kepadanya, dia ditaruh di pemakamannya, dan tanah diratakan di atasnya, maka Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam membaca tasbih. Kamipun membaca tasbih dalam waktu yang usang. Kemudian Nabi membaca takbir, maka kami membaca takbir. Lalu Nabi ditanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membaca tasbih kemudian membaca takbir?” Nabi menjawab: “Kuburan hamba yang shaleh (Sa’ad bin Mu’adz) ini betul-betul menjadi sempit, hingga Allah melapangkannya baginya.”  •
Sumber http://lets-sekolah.blogspot.com


EmoticonEmoticon