Sabtu, 12 Desember 2020

Fungsi Panduan Dan Penyuluhan (Bp) Dalam Menunjang Prestasi Mencar Ilmu Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn)

Berikut ini kami bagikan file Laporan Penelitian Tindakan Kelas judul Fungsi Bimbingan Dan Penyuluhan (BP) Dalam Menunjang Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mirip apa bentuk dan isinya ? Fungsi Bimbingan Dan Penyuluhan (BP) Dalam Menunjang Prestasi Belajar  Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) FUNGSI BIMBINGAN DAN PENYULUHAN (BP) DALAM MENUNJANG PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) PENELITIAN TINDAKAN KELAS (P.T.K) Diajukan untuk menerima penilaian Angka Kredit dalam Jabatan Fungsional Guru / Kepala Sekolah Oleh …………………………….. NIP : DINAS PENDIDIKAN…………………………… ……………………………………………………. ……………………………………………………. HALAMAN PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN Setelah membaca dan mencermati karya ilmiah yang ialah ulasan hasil observasi yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan di perpustakaan ………………………………….. hasil karya dari: Nama : ………………………. NIP : ………………………. Unit Kerja : ……………………………… Judul : Fungsi Bimbingan Dan Penyuluhan (BP) Dalam Menunjang Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan …………………………..Tahun ……….. Menyetujui dan mengesahkan untuk diajukan menerima Penetapan Angka Kredit Kenaikan Pangkat dalam jabatan fungsional guru.      Mengetahui Ketua PD PGRI II                                             Kepala …………………        …………………….                                ……………………………        ………………………………                     …………………………..           NPA:                                     NIP: ………………. HALAMAN PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN Karya Ilmiah ini diajukan sebagai syarat untuk memenuhi penetapan angka kredit peningkatan pangkat dalam jabatan fungsional guru. Karya ilmiah ini tidak dipublikasikan namun telah disetujui dan disahkan untuk didokumentasikan di perpustakaan ………………………………….. Pada Hari : …………………… Tanggal : ……………………                   Pustakawan                                                              Kepala               ………………….                                               …………………………..              NIP: ……………….                        NIP: ………………… Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menuntaskan peran penyusunan karya ilmiah dengan judul “Fungsi Bimbingan Dan Penyuluhan (BP) Dalam Menunjang Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan Pada Siswa Kelas ……………………………….Tahun Pelajaran ………..”, penulisan karya ilmiah ini kami susun untuk dipakai dalam bacaan di perpustakaan sekolah dan mampu dipakai selaku perbandingan dalam pembuatan karya ilmiah bagi teman sejawat juga anak asuh pada latihan diskusi ilmiah dalam rangka pembinaan karya ilmiah cukup umur. Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis banyak mendapat perlindungan dari aneka macam pihak. Untuk itu terima kasih ucapkan dengan ikhlas dan sedalam-dalamnya terhadap: 1. Yth. Kepala Dinas Pendidikan ……………………………………. 2. Yth. Ketua PD II PGRI …………………………. 3. Yth. Rekan-rekan Guru ………………………………. 4. Semua pihak yang telah banyak menolong sehingga penulisan ini selesai. Penulis menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini jauh dari tepat untuk itu segala kritik dan rekomendasi yang bersifat membangun dari semua pihak selalu penulis inginkan.                                          Penulis DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul     i      Lembar Pengesahan ii Kata Pengantar iii Daftar Isi v BAB I       PENDAHULUAN A. Alasan Pemilihan Judul B. Penjelasan Istilah C. Penjelasan Judul D. Pembatasan Masalah E. Perumusan Masalah F. Tujuan Penelitian G. Metodologi Penelitian……………………………………. H. Anggapan Dasar dan Hipotesis………………………….. BAB      II       LANDASAN TEORI 1. Bimbingan dan Penyuluhan  2. Pengertian Penyuluhan                              A. Jenis – Jenis Bimbingan dan Penyuluhan dapat dikelompokan B. Fungsi Bimbingan dan Penyuluhan C. Sifat – sifat panduan dan penyuluhan D. Bentuk – bentuk panduan dan penyuluhan E. Petugas Bimbingan dan Penyuluhan…………………….. F. Prosedur Penyelesaian…………………………………… G. Aktifitas Belajar…………………………………………. H. Prestasi Belajar………………………………………….. I. Usaha – perjuangan panduan dan penyuluhan……………… J. Latar Belakang Keluarga………………………………… K. Belajar…………………………………………………… L. Faktor – aspek yang mensugesti balajar…………….. BAB     III      METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penentuan Proyek B. Metode Pengumpulan Data  C. Metode Analisa Data BAB     IV      PENYAJIAN DATA DAN ANALISA DATA A. Kegiatan Bimbingan Dan Penyuluhan  B. Analisa Data Dan Interprestasi Hipotesa  BAB     V      PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA ANGKET BAB I PENDAHULUAN Masalah pendidikan ialah persoalan yang sangat penting dalam kehidupan, tidak cuma sungguh penting saja, bahkan sama sekali tidak bias dipisahkan dari kehidupan. Pendidikan itu mutlak sifatnya dalam kehidupan, baik dalam kehidupan bangsa dan Negara. Maju mundurnya suatu bangsa atau Negara sebagian besar ditentukan oleh mutu pendidikannya. Sesuai dengan lajunya kemajuan dan keperluan yang ada pada masyarakat Indonesia dari tahun ketahun , untuk itu jumlahnya sekolah yang ada di Indonesia pun kian usang makin bertambah pula, sehingga semakin banyak pula motivasi yang terjadi pada tiap-tiap sekolah yang mana selalu sesuai dengan kemajuan dan perkembangan teknologi sekarang ini terang menenteng efek yang mengarah terhadap penanganan yang perlu disediakan, utamanya dalam kaitanya dengan proses belajar mengajar disekolah. Mengingat hal – hal tersebut diatas, maka acara bantuan kepada siswa di sekolah juga perlu disediakan dalam menanggani setiap problem yang dihadapi oleh siswa dalam proses belajarnya. Berdasarkan pedoman pelaksanaan panduan dan penyuluhan yang tercantum dalam kurikulum 1975 yakni Buku Pedoman IIIC, ditetapkan acara panduan dan penyuluhan disekolah dalam membantu individu memecahkan dilema – dilema yang dihadapi dalam proses belajarnya. Untuk mendapatkan hasilk belajart yang maksimal diharapkan adanya acara yang optimal pula dari siswa pada dasarnya setiap siswa atau individu itu memiliki aktivitas, namun potensi di antara mereka itu berbeda. Pembinaan yang dikerjakan dengan sengaja dan sistematis diharapkan supaya kadar aktifitas dari setiap individu akan lebih maksimal. Pembinaan kegiatan mencar ilmu siswa di sekolah ialah peran dan tanggung jawab sekolah yang dipercayakan kepada petugas tutorial dan penyuluhan, guru bidang studi, pegawai tata usaha bahkan penjagha sekolah sekalipun. Seorang guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran saja namun berkewajiban pula memberikan pengarahan kepada siswa agar dapat meningkatkan acara belajarnya. Untuk menemukan hasil berguru yang optimal serta acara mencar ilmu yang tinggi, tidak cuma diputuskan oleh guru saja, tetapi volume aktivitas mencar ilmu siswa juga ikut memilih. Pada akil balig cukup akal ini sebagian besar sekolah menengah telah menetapkan telah memutuskan seorang guru khusus yang menanggulangi siswa atau individu yang berurusan dalam hubungannyadengan proses belajarnya. Seorang guru khusus tersebut tidak lain yaitu petugas bimbingan dan penyuluhan yang bisa dan jago dalam bidangnya. A. Alasan Pemilihan Judul Pada anak sesuai siswa sekolah menengah, utamanya siswa SMU ialah masa investasi dimana pada era ini merupakan kurun yang penuh potensi – kesempatandalam mengembangkan talenta, minat, kemampuan serta ketrampilan yang ada pada diri mereka. Pada kurun mirip ini siswa dalam berbagi kesempatanyang ada pada dirinya, bukan mempunyai arti tidak menghadapi banyak tantangan justru pada abad muda seperti inilah tantangan yang dihadapi lebih kompleks dalam mengatasinya. Ketidak mampuan siswa dalam menghadapi kendala – kendala yang dialamainya akan mengakibatkan siswa menjadi pemalas, acara – kegiatannya tidak terarah dan sukar diatur, egonya tinggi, ingin sukses tanpa perjuangan yang seharusnya dijalankan, gampang frustasi dan mudah tersinggung, jika pada dikala resesi ekonomi dunia mirip dunia sekarang ini dimana tantangan selalu timbul. Salah satu penanggulanganya yaitu perlunya kehadiran petugas tutorial dan penyuluhan disekolah adalah diutamakan dalam keterkaitannya dengan proses belajarnya disekolah maupun dirumah. Program tunjangan yang dikerjakan oleh petugas panduan dan penyuluhan (BP) di sekolah, dalam menjalankan tugasnya, petugas tutorial dan penyuluhan mesti mampu menjalin kerja sama yang bagus dengan perangkat pendidikan yang lain mirip : Kepala Sekolah, Guru, Petugas Tata Usaha, Penjaga Sekolah bahkan masyarakat sekitarnya. Sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas maka penulis mengemukakan suatu judul observasi yaitu perihal “Fungsi Bimbingan Dan Penyuluhan (BP) Dalam Menunjang Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (PKn) Pada Siswa……………” B. Penjelasan Istilah Dalam hal ini penulis menghalangi pada judul tersebut diatas dengan mengemukakan hal – hal selaku berikut : 1. Bimbingan (Guidance) Pengertian tutorial disini yaitu bantuan atau santunan yang diberikan terhadap individu atau sekumpulan individu – individu dalam menghindari atau menanggulangi kesulitan – kesusahan di dalam kehidupannya supaya individu atau sekumpulan individu – individu itu dapat mencapai kesejahteraan dalam hidupnya. 2. Penyuluhan Penyuluhan adalah sebuah hubungan yang bersifat langsung, yang mampu dilakukan dengan bertatap tampang, dengan tujuan biar dapat mengambil keputusannya sendiri dalam menuntaskan duduk perkara – masalah yang dihadapinaya. 3. Pengertian Belajar Belajar adalah suatu proses perubahan kegiatan reaksi kepada lingkungan, pergantian tersebut tidak dapat disebut berguru jika disebabkan oleh pertumbuhan atau kondisi sementara seorang mirip capek atau yang disebabkan oleh obat – obatan. Perubahan acara yang dimaksud yakni meliputi wawasan kecakapan dan tingkah laris. Belajar yaitu dengan kematangan. 4. Aktivitas Belajar Aktivitas berguru dari activity(Bahasa Inggris) yang memiliki arti pelajaran atau acara. Aktifitas disini ialah suatu aktivitas yang dikerjakan siswa dalam rangka menemukan wawasan dan pengalaman – pengalaman dalam proses berguru disekolah. Aktifitas berguru siswa mencakup : a) Peran serta siswa dalam acara belajarnya di sekolah tanpa menunggu perintah dari guru. b) Kesiapan siswa dalam acara berguru mengajar wacana keperluan – kebutuhan atau perlengkapan – perlengkapan yang dibutuhklan dalam aktivitas mencar ilmu mengajar. c) Kemampuan Siswa  dalam mempersiapkan, melakukan taktik belajarnya bail di sekolah maupun di rumah. 5. Prestasi Belajar Prestasi berguru ialah hasil yang dicapai dalam proses belajarnya sesuai dengan aktifiatas dan kemampuan siswa. Pada lazimnya prestasi mencar ilmu siswa itu dinyatakan dalam bentuk nilai berskala. Siswa dapat dibilang berprestasi tinggi apabila hasil belajarnya yaitu di atas nilai rata – rata kelas. 6. Bidang Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) Hakekat Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu bidang studi yang dijalankan di semua bidang pendidikan atau sekolah dalam system pendidikan nasional. PKn ialah sebuah program pendidikan, maka kegiatanya menyangkut perjuangan sadar perihal pembentukan kepribadian, pembentukan sikap atau mental dan mengarah terhadap perilaku seseorang selaku Warga Negara Republik Indonesia. C. Penjelasan Judul Sebagai hasil dari observasi hasilnya penulis susun dan penulis hidangkan dalam bentuk skripsi dengan judul : Fungsi Bimbingan Dan Penyuluhan Dalam Menunjang Prestasi Belajar PKn Pada Siswa…………………….Penelitian dibidang pendidikan tau meninjau sejauh mana fungsi panduan dan penyuluhan itu. Dalam mengembangkan aktifitas belajar siswa disekolah melalui proses berguru mengajar, Guru hendaknya berusaha sedemikian rupa dalam mengembangkan aktifitas siswa, sehingga dalam mencapai hasil yang optimal. Dalam proses mencar ilmu mengaja, Guru hendaknya tidak bersifat monoton dan harus disetai dengan alternative – alternative lain yang lebih tepat. Pembinaan proses berguru hendaknya secara kontinyu, terorganisir, terarah, dan terprogram. Perlu pula ditanamkan kepada siswa bahwa pergeseran tingkah laris itu yaitu suatu proses, sehingga diharapkan adanya latihan – latihan secara bersungguh-sungguh dan berkelanjutan. Disamping staf pengajar terutama pengajar atau Guru ada petugas Khusus yang menanggulangi dilema – problem yang dihadapkan siswa di sekolah yaitu tutorial dan penyuluhan. Hendaknya mampu menyatu dengan semua siswa sehingga dengan gampang menyelenggarakan relasi yang bagus serta merupakan orang kepercayaan bagi siswa dalam memecahkan duduk perkara – masalah yang dihadapi, sehingga mampu dengan gampang di kenali oleh petugas bimbingan dan penyuluhan. Kemampuan petugas tutorial dan penyuluhan sehingga dapat dengan mudah mencerminkan individu yang bermasalah dituntut satu idealisme, loyalitas serta pengabdian yang tinggi alasannya adalah petugas tutorial dan penyuluhan merupakan tenaga mahir dalam bidangnya. Oleh karena itu dalam kedudukannya selaku pembimbing dan Pembina dalam acara belajar siswa di sekolah, petugas bimbingan dan penyuluhan merupakan suri tauladan dari setiap langkah-langkah dan tingkah lakunya di sekolah. Hubungan yang bagus ini antara petugas bimbingan dan penyuluhan terhadap semua pihak di sekolah sungguh menolong dalam tugasnya. D. Pembatasan Masalah Dalam pengusutan ini penulis akan menghalangi pada problem : 1. Kegiatan bimbingan dan penyuluhan dalam menolong siswa yang lambat dalam mencar ilmu PKn nya, pada siswa…………………. 2. Pelayanan bimbingan dan penyuluhan dalam meningkatkan prestasi mencar ilmu PKn. E. Perumusan Masalah Dalam perumusan masalah ini mampu penulis kemukakan hal – hal selaku berikut : Apakah panduan dan penyuluhan di ………….dapat membantu Individu yang lambat belajarnya untuk mengembangkan prestasi berguru bidang studi PKn pada siswa ……………..? F. Tujuan Penelitian Untuk menemukan data ihwal perjuangan yang sudah dijalankan oelh petugas panduan dan penyuluhan kepada aktifiatas siswa dalam melaksanakan kegiatan belajarnya di sekolah Untuk mengenali samapai sejauh mana petugas bimbingan dan penyuluhan dalam mengarahkan para siswanya dalam aktivitas belajarnya secara kontinyu. G. Metodologi Penelitian Berbicara ihwal metode dalam observasi ilmiah sangatlah penting, alasannya disini nanti akan menerima isyarat perihal bagaimana si peneliti melaksanakan pengusutan, sehingga menerima hasil yang benar – benar mampu dipertanggung jawabkan  kebenarannya secara ilmiah. Hal ini diperluykan sekali mengingatkan berhasil tidaknya sebuah observasi tergantung dibandingkan dengan ketetapan dalam memilih sistem. Karena dalam observasi ini ialah tentang hal –hal yang perlu mendapatkan pemecahanya adalah perlunya bimbingan dan penyuluhan dalm menolong siswa yang mengalami problem, khususnya dalam kaitanya dengan prestasi belajarnya maka penulis menggunakan tata cara pemecahan masalahnya dengan deskriptif. Teknik deskriptif ialah mencakup penyelidikan yang menentukan, mengevaluasi dan penjabaran data. Penyelidikan deskriptif juga membandingkan antara persamaan dan perbedaan suatu fenomena tertentu tidak bedanya mirip studi evaluasi kualitaif yakni angket, interview atau klasifikasi, dalam hal ini penulis menggunakan penelitian lewat studi evaluasi kualitatif deskriptif. H. Anggapan Dasar dan Hipotesis Penafsiran atau pikiran dasar ialah titik tolak dari pada pemikirannya yang kebenarannya diterima oleh penyelidik. Dalam penafsiran ini ialah titik permulaan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi. Adapun penafsiran yang penulis kemukakan adalah : Aktifitas itu perlu dimiliki oleh setiap individu alasannya mampu menolong kelangsungan individu dalam belajarnya. Bimbingan dan penyuluhan ialah wahana untuk memperlihatkan dorongan terhadap individu dalam meningkatkan aktifitas dalam belajarnya. Aktifitas dapat menghipnotis prestasi mencar ilmu siswa untuk kearah pencapaian prestasi berguru lebih maksimal Keberhasilan siswa dalam memajukan prestasi belajar, dengan secara efektif ikut serta meningkatkan prestasinya. Hipotesis dipandang sebagai konklusi, sebuah konklusi yang sifatnya sementara. Sebagai konklusi telah barang pasti bahwa hipotesis tidak dibentuk dengan penyimpangan – penyimpangan, melainkan atas dasar pengetahuan – pengetahuan dan anggapan – pikiran dasarnya. Berdasarkan uraian di atas penulis mengajukan hipotesis, bahwa bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan secara tepat kepada siswa akan meningkatkan prestasi belajarnya. I. Sistematika Skripsi Penulisan skripsi ini berisikan lima bagian : BAB I : Pendahuluan, klarifikasi judul, pembatasan persoalan, tujuan penelitian, metodologi penelitian, anggapan dasar dan hipotesa, sistematika skripsi BAB II :  Landasan Teori, tutorial dan penyuluhan, jenis – jenis bimbingan dan penyuluhan, fungsi panduan dan penyuluhan di sekolah, sifat – sifat tutorial, bentuk – bentuk bimbingan dan penyuluhan, prosedur penyelesaian, aktifitas berguru, usaha – usaha bimbingan dan penyuluhan, latar belakang (orang bau tanah) factor – factor yng mensugesti berguru. BAB III : Metodologi penelitian, sistem penentuan objek, penentuan populasi, penentuan sample, sistem pengumpulan data, tata cara observasi, tata cara angket, metode interview, sistem dokumentasi, pelaksanaan penelitian. BAB IV : Penyajian data dan analisa data, penelaahan status, penataan secara mendalam, terapi pelatihan dalam berguru, evaluasi data dan interprestasi hipotesa. BAB V :   Penutup, kesimpulan dan rekomendasi –anjuran . BAB II LANDASAN TEORI A. Bimbingan dan Penyuluhan (BP) Pengertian bimbingan dan penyuluhan  berasal dari bahasa Inggris Guidance and Coneling. Muli dikenal di Amerika Serikat sekitar tahun 1908 dan dikenal di Indonesia pada sekitar tahun 1958. Dalam menunjukkan definisi wacana tutorial dan penyuluhan  banyak terjadi perbedaan – perbedaan di kalangan mahir pendidikan. Perbedaan usulan para andal itu cuma perbedaan dalam membrikan titik beratnya saja. Sebagaimana pertimbangan yang dikemukakan oleh P. Tirto Pramono M.Sc.Ed, yaitu sebagai berikut : “”Bimbingan adalah bantuan peribadi kepada anak ajar dimana ada kesulitan dilema- masalah hidupnya. Bantuan itu baik diberikan kepada orang dalam sebuah golongan, boleh juga anak itulah yang menjadi target bukan masalhnya. Maksud bimbingan dan penyuluhan  bukan memecahkan masalah untuk anak latih, melainkan sekedar menolong memecahkan sendiri persoalan- masalah itu Disini dikemukakan bahwa bimbingan itu bukan hanya memecahkan duduk perkara yang dihadapi siswa baik individual maupun golongan, tetapi bimbingan disini juga menolong memperlihatkan jalan bagisiswa dalam mengatasi masalah- duduk perkara. Jadi siswa yang mengalami problem – masalahnya sendiri. Dalam hal ini dapat penulis kemukakan bahwa bimbingan merupakan bab dari pada acara pendidikan secara keseluruhan yang dilaksanakan oleh hebat bareng stafnya dalam rangka menunjukkan pelayanan terhadap individu, khusnya bagi yang mengalami dilema supaya dapat menyebarkan kesanggupan, talenta dan peluangyang terkandung pada diri individu, agar dapat mengambil keputusan sendiri dalam mencapai cita –citanya. Dalam kata lain selaku berikut : 1. Bimbingan dilaksanakan oleh orang yang memiliki keahlian dalam bidangnya panduan. 2. Bimbingan diberikan baik kepada kelompok maupun individu dalam kelompoknya. 3. Pemberian pertolongan diutamakan bagi individu yang mangalami duduk perkara. 4. Tujuan bimbingan yakni untuk menolong dalam memecahkan persoalan –persoalan yang dihadapi siswa. 5. Petugas panduan tidak memaksakan kehendaknya kepada individu yang mengalami duduk perkara. 6. Bimbingan yang dilaksanakan adalah dengan sengaja dan disadari. Pengertian Penyuluhan Sebagaimana dikemukakan oleh Dra. Siti Rahayu Haditono mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : “Penyuluhan yaitu proses menolong orang biar mampu menanggulangi dilema – persoalanya dalam menyertakan pembiasaan dirinya lewat wawancara atau interview serta sifat –sifat kekerabatan yang kemudian antara orang dengan orang, misalnya dengan menciptakan orang yang ditolong tadi merasa bebas dan bahagia” Berdasarkan definisi diatas mampu penulis uraikan sebagai berikut : a) Konseling merupakan perjuangan pemecahan problem dalam arti telah bermasalah atauakan kuatir timbulnya suatu masalah pada diri seseorang. b) Penyuluhan yakni pertolongan perlindungan terhadap individu yang mengalami masalah. c) Konseling termasuk suatu kegiatan yang saling bertatap tampang dikerjakan dengan cara wawancara atau dengan cara berdiskusi sendiri masalahnya d) Pada akhirnya individu yang ditolong akan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Menurut Drs. Ketut Sukardi dalam bukunya yang berjudul : Dasar – Dasar Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah memperlihatkan pemahaman penyuluhan sebagai berikut : “Hubungan timbal balik antar konselor dengan klien (konsele) dalam memecahkan persoalan – duduk perkara tertentu dengan wawancara yang dijalankan secara “face to face” atau cara yang tepat dengan kondisi klien sehingga sanggup mengungkapkan isi hatinya secara bebas yang bertujuan supaya klien dapat mengenal dirinya sendiri, mengetrapkan dirinya dalam proses penyesuaian dengan lingkungan  serta dapat berkembang dan berperan yang lebih baik dan maksimal dalam lingkungannya” a) Petugas penyuluhan ialah seorang ahli dalam ilmu jiwa(psikologi) yang menyelenggarakan korelasi dengan disengaja dan direncanakan. b) Penyuluhan dan kepekaan mampu dengan segera mengenali penyebab timbulnya ,masalah bagi siswa. c) Hubungan antara individu dengan penyuluh terselenggara baik. d) Hubungan antara individu dapat menumbuhkan sebuah pergeseran sikap (kepribadian). e) Kaprikornus yang dimaksud dengan menghipnotis beberapa “face to face”, kepribadiannya adalah : f) Mempengaruhi dalam arti menunjang pertumbuhan kepribadian insan menuju kearah kematangan. g) Menghilangkan beberapa tanda-tanda penyakit atau keteganggan jiwa. Dari pertanyaan diatas mampu disimpulkan bahwa panduan dan penyuluhan ialah : a) Bimbingan diberikan terhadap siswa yng ialah bab fungsi pendidikan. Dalam penyuluhan mampu diberikan secara biasa dan khusus artinya sumbangan diberikan terhadap kalangan individu atau individu dari kalangan itu sendiri. b) Kegiatan panduan dan penyuluhan ialah disengaja, sadar, berniat dan kontinu. c) Walaupun pada prinsipnya perlakuan terhadap individu itu harus sama, namun dalam tutorial dan penyuluhan perlakuakuan itu dapat berbeda. d) Dalam menyanggupi keperluan individu maupun sekolah, terstruktur dan luwes. e) Pelayanan tutorial dan penyuluhan mesti diarahkan terhadap peningkatan pertumbuhan individu yang bersangkutan, sehingga individu mampu memecahkan masalahnya. B. Jenis – jenis tutorial dan penyuluhan mampu dikelompokkan sebagai berikut : 1. Education guidance : Suatu panduan yang diberikan terhadap individu biar mampu menentukan cara –cara mencar ilmu yang tepat, penyeleksian jurusan yang cocok dengan bakat, minat dan kemampuannya. 2. Personal social guidance Diberikan kepada individu yang mengalami kesukaran – kesukaran eksklusif, terutama dalam proses pematangan dirinya. Kesulitan – kesulitan yang dialami individu ialah berhubungan dengan pembiasaan terhadap lingkungan sosialnya. 3. Vocalional guidance Bimbingan yang diberiakan terhadap individu dalam memilih lapangan pekerjaan atau jabatan disesuaikan dengan bakat minat dan ketrampilan sehingga individu mampu beradaptasi dengan permintaan pekerjaannya melalui : a) Vocational informational pekerjaan hendaknya diadaptasi dengan minat, talenta dan ketrampilanya. b) Vocational guidance , penyeleksian pekerjaan hendaknya diadaptasi dengan minat, sifat dan permintaan individu. c) Vocationaql training, latihan yang diberiakan individu sesuai dengan pemilihannya. d) Vocational placement, memberikan latihan terhadap individu dalam melaksanakan pekerjaanya. e) Social placement, latihan yang diberiakan dalam hubungannya dengan pekerjaannya semoga mampu menghargai pekerjaanya. C. Fungsi Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah Sasaran utama tutorial dan penyuluhaqn di sekolah ialah  memperlihatkan pertolongan terhadap siswa yanag mengalami persoalan atau kesulitan baik dalam relevansinya dengan proses belajarnya maupun dalam beradaptasi dengan lingkungannya disekolah,  dengan sahabat – temanya atau perihal studinya lebih lanjut. Bimbingan dan penyuluhan merupakan bab integral dengan kegiatan pendidikan, sebagaimana tercantum pada kurikulum 1994 pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan, diantaranya ialah selaku berikut : 1. Fungsi menyalurkan Ialah fungsi tutorial dalam hal membantu siswa untuk memilih jurusan, menentukan jenjang sekolah selanjutnya lapangan kerja yang cocok dengan talenta, minat, cita – cita serta ketrampilannya. 2. Fungsi mengadaptasikan Membantu para petugas di sekolah dalam mengadaptasikan acara pengajaran disesuaikan dengan minat, talenta, kesanggupan serta keperluan siswa. 3. Fungsi menyesuaikan Yaitu dalam memberiakan penerangan kepada siswa dalam membuatkan dirinya seoptimal mungkin 4. Fungsi penetapan membentu siswa beradaptasi dengan minat, talenta, kesanggupan serta cita – citanya. D. Sifat – sifat Bimbingan dan Penyuluhan 1. Diagnostic, dengan diagnostic akan dapat dikenali segala kelemahan dan keunggulan dari individu yang mencakup : a) Aspek Intelektual, wacana aktifitas – aktifitas intelektualnya. b) Aspek diagnostic biasa , kemungkinan – kemungkinan apa yang dihadapi beserta kelemahan dan kekurangannya c) Aspek efektif, apa – apa saja yang menjadi sifat – sifat dasar khusus bagi siswa d) Aspek advice, untuk psiko – terapi ialah apa yang mesti diatasi dalam kasusnya. 1. Preventive, adalah merupakan langkah-langkah pencegahan dalam menyingkir dari individu dari dilema – persoalan yang dihadapi dari kekecewaaan atau kegagalan. 2. Perceveratif, membantu siswa dalam melestarikan kemajuan siswa yang sedang berjalan. 3. Korektif, adalah memperlihatkan sumbangan berupa usaha dalam menanggulangi kelambatan siswa dalam belajarnya agar tidak ketinggalan dengan sobat lainya. E. Bentuk – bentuk Bimbingan dan Penyuluhan 1. Secara individu, perlindungan yang diberiakan secara eksklusif (face to face) dalam kaitanya dengan kesusahan – kesulitan yang dihadapi seperti pertentangan antara siswa dengan lingkungan orang tua, lingkungan sekoloah, atau talenta dan minat, antara pertumbuhan intelektual dengan emosi. 2. Secara golongan, santunan yang diberiakan secara kelompok khususnya diberiakan dalam kaitanya dengan proses belajarnya di sekolah. Hal ini dilakukan kalau dalam sebuah golongan kelas ini membutuhkan penaganan secara klasikal dalam meningkatkan prestasi belajarnya mampu memperoleh hasil berguru yang lebih tinggi. Dalam hal ini penulis mengemukakan adanya tunjangan derma secara klasikal melalui pendekatan tata cara mengajar yang tepat bagi proses mencar ilmu mengajar. F. Petugas Bimbingan dan Penyuluhan Kedudukan petugas bimbibgan dan penyuluhan dalam membantu kepala sekolah beserta staf pengajar lainnya selaku mana dikemukakan oleh Drs. Agus Sujanto, sebagai berikut : 1. Kepala sekolah, selaku pemimpin sekolah yang bertanggung jawab atas baik buruknya juga bertanggung jawab atas kemakmuran warga sekolah tersebut. Kepala sekolah dalam mengurus sekolah memerlukan perlindungan petugas – petugas selaku berikut : 2. Wali kelas, berkewajiban menyelenggarakan training kepada kelas – kelas yang dipimpinannya. 3. Para guru, berkewajiban menyelenggarakan pembinaan terhadap bidang studi yang dipegangnya. 4. BP3(Badan Pembantu Penyelengaraan Pendidikan), ialah lembaga social yang ikut membantu kelancaran pemdidikan yang terdiri orang tua murid dan penduduk yang lain. 5. Para pegawai dan penjaga sekolah sebagai pelaksana manajemen sekolah dan keselamatan sekolah. 6. Paedagog, yakni para ahli pendidikan yang ada relevansinya dengan pendidikan. 7. Psikolog, jago dalam bidang kewajiban yang dapat menawarkan bentuan terhadap persoalan – masalah yang ada relevansinya kewajiban. 8. Psikiater ialah mahir dalam penyakit kejiwaan yang mampu memperlihatkan sumbangan kepada dilema – masalah yang ada hubungannya dengan kejiwaan 9. Dokter, yang dapat memberikan tunjangan penyembuhan terhadap penyakit fisik. 10. Sosial wolker, yaitu petugas yang mampu memberikan derma dalam melaksanakan hubungan dengan observasi. 11. Evaluator, adalah hebat yang dapat memberikan perlindungan terhadap dilema yang ada relevansinya dengan penelitian. 12. Conselor, yaitu mahir yang mempunyai peran khusus dalam penanganan bimbingan dan penyuluhan. Conselor bertugas sebagai coordinator terhadap semua staf tutorial dan penyuluhan. Tugas lain ketimbang petugas bimbingan dan penyuluhan yaitu bersama kepala sekolah merencanankan acara panduan yang efektif dalam suatu sekolah. Conselor bareng kepala sekolah merencanakan bimbingan yang sistemtis dan terpadu yakni meliputi : 1. Program pengembangan para guru 2. Program konsultasi untuk orang renta dan guru 3. Program konseling untuk murid 4. Program penilaian hasil belajar G. Prosedur penyesuaian Prosedur penyelesaian dalam tutorial dan penyuluhan  menggunakan teknik – teknik selaku berikut : 1. Teknik derektif 2. Teknikk non derektif Dalam teknik derektif, si terbimbing melaksanakan petunjuk – isyarat yang ditentukan oleh pembimbing. Dalam teknik non derektif, pembimbing cuma merekfleksiakan saja, sehingga si terbimbing mampu mengambil keputusannya sendiri. Adapun teknik pendekatan yang digunakan dalam prosedur penyelesaian adalah : a) Pendekatan individu. Teknik pendekatan individu yakni hubnungan langsung antara si terbimbing  dan pembimbing melauli wawancara anjuran atau konseling. Sebagaimana dikemukakan oleh I. Djumhur dan Drs. Moh. Surya, bahwa dalam pendekatan individu ada tiga teknik khusus dalam konseling yakni : 1. Derektivee conseling, yaitu konseling dimana yang paling berperan adalah konselor. Konselor berupaya mengerahkan konseling sesuai dengan masalahnya. 2. Non Derektive Conseling, teknik ini ialah kebalikan dari teknik diatas, ialah seluruhnya berpusat pada konseling menampung obrolan konselor. Konseling bebas berbicara sedang konselor memuat dan mengarahkan. 3. Collective Conseling, yakni campurnan dari teknik diatas. Langkah – langkah yang ditempuh dalam konseling ialah selaku berikut : 1. Menentukan dilema 2. Pengumpulan Data 3. Analisa Data 4. Hipotesis atau memutuskan latar belakang problem 5. Programa atau menetapkan langkah 6. Terapi ialah pelaksanaan dukungan 7. Evaluasi dan follow up yakni menyaksikan hasil yang ditempuh b) Teknik pendekatan kalangan Pendekatan semacam ini dapat dijalankan baik di kelas, disekolah, adalah mencakup : 1. Pendekatan kelompok 2. Sosiodrama 3. Penerangan secara golongan 4. Widya Wisata H. Aktivitas Belajar Aktivitas berasal dari kata activity (bahsa Inggris) yang memiliki arti pelajaran atau kegiatan. Sebagai usulan S. Tejo Wasito dan WJS. Poerwadarminta yang artinya : aktifitas yakni pekerjaan kegiatan. Dalam hal ini mempunyai arti siswa harus secara aktif dalam proses belajarnya agar tercapai hasil berguru yang semaksimal mungkin. Belajar yakni suatu aktifitas yang mesti dikerjakan dengan sadar baik di luar sekolah maupun di sekolah (didalam kelas). Pengertian acara belajar ialah mencakup : a) Kegiatan yang dilaksanakan siswa dalam belajarnya b) Keaktifan siswa dalam kegiatan berguru c) Peran serta siswa dalam ikut ambil bab dalam belajarnya. Oleh Karena itu perlu adanya pembinaan, pengarahan dan tutorial terutama bagi guru bidang studi dalam mengerjakan tanggung jawabnya memajukan pelayananya dalam membimbing siswa, mencakup : a) Jangan menggangap bahwa kalangan siswa yaitu kelompok yang utuh, siswa sendiri dari berbagai kalangan dan individu yang mempunyai kepentingan sendiri – sendiri. b) Hadapi siswa itu selaku individu yang khas, yang mempunyai persoalan cita – cita, sifat dan latar belakang tersendiri. c) Yang mensugesti acara belajar siswa selain guru di sekolah juga factor lain mirip imbas keluarga dan penduduk . d) Harus ada tekad yang berpengaruh untuk benar –benar membina para siswanya. Disamping itu guru harus mampu menghidupkan minat siswa terhadap pelajarannya sehingga guru mesti : a) Guru mempunyai semangat dan gairah yang optimal kepada bidang studinya. b) Kemampuan guru untuk memajukan siswanya. c) Guru hendaknya tanggap ing sasmita d) Guru mesti berpenampilan menarik, menggembirakan dan harmonis e) Guru harus mampu memperlihatkan dorongan terhadap siswanya. Dalam hubungannya dengan kegiatan berguru yang tinggi akan mengganti siswa dalam proses berguru mengajar dari pasif menjadi aktif, sebagaimana dikemukakan oleh MC. Kenchi wacana proses mencar ilmu mengajar variasi cara belajarsiswa aktif (CBSA) selaku berikut : a) Partisipasi siswa dalam memutuskan tujuan aktivitas mencar ilmu mengajar. b) Tekanan pada faktor afektif dalam pelajaran c) Partisipasi siswa dalam pelaksanaan kegiatan mencar ilmu mengajar khususnya berbentuk interaksi siswa. d) Penerimaan (acceptance) pengajar kepada perbuatan dan kontribusi siswa yang kurang berkaitan atau balikan sama sekali rendah. e) Kehensipan siswa kelas selaku kelompok f) Kebebasan atauy potensi yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan penting dalam kehidupan sekolah. g) Jumlah waktu yang dipergunakan untuk mengatasi duduk perkara langsung siswa, baik yang tidak bisa, baik yang tidak mampu yang bekerjasama dengan pelajaran. Berdasarkan persepsi diatas, bahw semoga terjadi proses berguru mengajar variasi CBSA secara optimal, guru harus memiliki kompetensi supaya dalam proses belajar mengajar diperoleh kemanusiaan antara metode yang dipilih dengan : a) Materi yang disampaikan b) Karakteristik masing – masing siswa c) Fasilitas yang tersedia d) Tujuan yang ingin dicapai e) Situasi dan kondisi lingkungan I. Prestaasi Belajar Pengertian prestasi mencar ilmu menurut WJS. Poerwadarminto menjelaskan bahwa prestasi berguru ialah “Hasil yang diraih atau dilaksanakan………” Sedangkan menurut Sumartono prestasi mencar ilmu yakni “sesuatu nilai yang pertanda hasil yang tinggi dalam belajar yang ingin dicapai berdasarkan kemampuan anak dalam melakukan sesuatu pada saat tertentu…………..” Berdasarkan usulan diatas berarti hasil belajar seseorang tidak tergantung situasi yang menghipnotis baik yang bersumber pada anak maupun dari lingkungannya. Disekolah prestasi berguru tersebut ditujukan dalam buku raport prestasi belajar merupakan kecakapan aktual yang berarti hasil yang ingin diraih oleh seorang siswa pada sebuah kurun tertentu. Menurut Hamalik bahwa : “Belajar ialah susatu bentuk pertumbuhan atas pergantian dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara – cara bertingkah laku yang gres berangkat pengalaman dan latihan” Perubahan gres yang gres penulis kemukakan selaku hal – hal yang belum dimengerti sebelumnya, timbul pengertian – pemahaman gres, pergantian perilaku, kebiasaan, ketrampilan, pergantian sifat social, emosional, perkembangan jasmaniah serta rohaniah. Perubahan berguru ialah hal yang komplek alasannya ialah sebuah proses yang dipengaruhi oleh factor intern maupun ekstern siswa itu sendiri. J. Usaha – perjuangan Bimbingan dan Penyuluhan dalam Menunjang Prestasi Belajar Siswa Demi Tercapainya Prestasi Belajar di Sekolah Pelayanan yang diberikan oleh sekolah, utamanya oleh petugas bimbingan dan penyuluhan dalam meningkatkan prestasi belajar semaksimal mungkin di antaranya : a) Membantu individu yang bermasalah baik secara individu maupun kelompok. b) Menunjukan kepada individu tentang cara – cara mencar ilmu yang baik. c) Mengenal sifat – sifat dan ciri – ciri dari duduk perkara yang dihadapi individu d) Penggunaan pengalaman – pengalaman era lampau terhadap peran, diferensiasi dan integrasi. e) Berusaha membuat situasi gres sesuai dengan pengalamannya f) Berusaha menghemat dan memberikan kesalahan – kesalahan Disamping itu supaya dalam belajarnya mempunyai fatwa dan belajar secara efektif dan efesien, perlu adanya prinsip – prinsip berguru selaku berikut : a) Belajar ialah suatu proses aktif yang dipengaruhi oleh keadaan dinamis lingkungannya. b) Tujuan yang ingin dicapai telah terang c) Dalam berguru perlu adanya pedoman belajar, baik dari pembimbing maupun dari buku – buku. d) Dalam belajar perlu adanya latihan – latihan e) Belajar perlu adanya aliran berguru, baik dari pembimbing maupun buku –buku. f) Dalam mencar ilmu dibutuhkan pula komprehensif. g) Belajar yaitu kemamauan siswa dalam mentransfer pengalaman yang diperolehnya. Berdasarkan prinsip – prinsip berguru diatas diharapkan supaya siswa akan mendapatkan prestasi belajar yang maksimal, Drs. Soemartono mengemukakan bahwa : a) Membangkitkan motivasi dan gairah dalam acara mencar ilmu siswa. b) Petugas bimbingan dan penyuluhan  melaksanakan kerjasama dengan guru bidang studi, khususnya bidang studi PKn untuk mencari jalan keluar. Memberikan isyarat – petunjuk wacana cara belajar yang bagus atau yang sempurna c) Mewmberikan wawasan terhadap siswa ihwal abad depannya. d) Mengusahakan semoga siswa mampu mengetahui keadaan lingkungan keluarga, penduduk maupun sekolah J. Latar Belakang Keluarga (Orang Tua) Prestasi berguru siswa mampu pula dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, utamanya perlakuan orang renta terhadap siswa dalam lingkungan keluarganya. Aktifitas serta prestasi berguru yang diraih terutama tergantung pada perlakuan orang bau tanah di masa kecil (anak - anak) yang dapat menggangu perkembangannya di era itu. Perlunya orang tua terhadap anak anak akan mempengaruhi jiwa anak samapai pada era perkembangnya lebih lanjut. Perlakuaan orang tua kepada siswa di waktu kecil mampu juga mempengaruhi perkembangan inteltualnya serta perasaan rendah diri dalam lingkungan belajarnya. Yang lebih penting lagi yaitu perlakuan orang renta sungguh besar lengan berkuasa kepada abad depan siswa. Sebagaimana kutipan dari Dr. Kusumanto Setyanegoro yakni pada kursus kenaikan dalam bidang kemakmuran jiwa, yang diberikan oleh team dokter Universitas Airlangga, tentang sikap orang bau tanah dan pengaruhnya terhadap anak yakni sebagai berikut : Sikap Orang tua Pengaruhnya kepada pertumbuhan anak Menolak (Rejection) Rasa bingung diasingkan mencari sumbangan dan perhatian pada orang lain. Bersikap memberontak pada orang bau tanah tak mempu memberi kasih sayang pada orang tua dan tak mampu yakin kepada orang renta yang memperlihatkan kasih saying kepadanya. Mamanjakan Egocentic, hanya tahu menuntut tak tahu kecewa dan lekas kecil hati. Cenderung menolak peraturan dan minta diprioritaskan. Kurang mampu bertanggung jawab dan tidak bersedia untuk di persamakan Anak dituntut untuk selalu tunduk Bersikap menyerah, kurang berani mempunyai ide, Cenderung bertindak bagus dan selalu tunduk pada perintah, bergantung terhadap orang lain. Etika moral yang terlalu tinggi Lekas merasa dirinya merasa berdosa dan tidak berguna, bersikap kaku dan keras. Dalam kekerabatan dengan orang lain kaku dan keras Disiplin yang terlalu keras Selalu ingin menerima penghargaan untuk dapat melakukan sesuatu Disiplin yang tidak  terorganisir Menentukan norma yang tidak terencana pula pada dirinya. Mereka terombang – ambing antara kedua nilai yang kadang – kadang bertentangan. Tidak mempunyai perilaku yang tetap dalam menghadapi sesuatu. Pertentangan antara kedua orang renta Terus menerus merasa kekhawatiran, ketegangan dan rasa kurang terjamin diri. Kurang daerah berlindung yang aman, condong menafsirkan dunia luar selaku sesuatu yang kurang aman, berbahaya dan mengancam, condong mengakibatkan, sehingga bersikap bergairah. Persaingan anak yang kurang adil Sikap permusuhan scara terbuka, kurang percaya diri, merasa terancam, tingkah lakunya ibarat anak kecil Broken Home(Perceraian) Rasa bingung dan cemas. Rasa tersinggung, pelatihan diri dalam rasa yang kurang aman Orang tua yang munafik Cenderung mengoper aneka macam panik dan praduga Orang renta yang immoral Mengoper norma – norma yang immoral timbulnya banyak sekali kesulitan yang mungkin menjadikan pelanggaran peraturan biasa . Dalam menyesuaikan dengan lingkungannya, utamanya lengkungan belajarnya disekolah siswa tidak mampu secara otomatis mengikuti dan mengikuti keadaan dengan lingkungannya. Untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan belajarnya, perlu menerima bimbingan dan pembinann dari petugas bimbingan dan penyuluhan  di sekolah. Bagi petugas panduan dan penyuluhan  sendiri dalam mengidentifasi latar belakang siswa dengan bantuan data dokumentasi identitas siswa di sekolah, disamping dari hasil interview dan pengamatan. K. Belajar Pengertian berguru menurut beberapa hebat ialah : Menurut WJS. Poerdarminto dalam kamus Bahasa Indonesia mengatakan berguru yakni “Berusaha atau berlatih dan sebagainya biar mendapatkan sesuatu kepandaian” Sedangakan menurut Sumarsono prestasi belajar yaitu “Suatu nilai yang menawarkan hasil yang tertinggi dalam berguru yang ingin dicapai berdasarkan kemampuan anak dalam menjalankan sesuatu pada saat tertentu……………….” Sedangkan menurut W. Setrn, bahwa mencar ilmu mengandung tiga hal : 1. Bahwa mencar ilmu itu membawa pergeseran (dalam arti behavioral,change maupun berpotensi) 2. Bahwa mencar ilmu untuk mendapatkan perubahan dan pada pokoknya ialah didapatkannya kecakapan gres. 3. Bahwa pergantian itu terjadi karena usaha……….. Diantara berbagai macam belajar, salah satu diantaranya ialah belajar bersikap. Sebagai dikemukakan oleh I.L Pasaribu dan Drs. Simanjuntak, SH., bahwa : “Belajar sikap ini mampu terjadi dengan banyak sekali cara mengetahui sesuatu dan merealisasikan sikap. Belajar siakp termasuk belajar norma dengan cara identifikasi, interaksi golongan, alat komunikasi conditioning. Sikap ialah dinamika untuk berbuat” L. Faktor –Faktor Yang Mempengaruhi Belajar Setiap tindakan atau kegiatanbelajar pasti ada factor – factor yang mempengaruhinya, baik yang bersifat mendorong maupun sebaliknya yaitu menghambat secara singkat faktor – faktor yang menghipnotis prestasi mencar ilmu itu dapat dibedakan antara aspek intern dan aspek ekstern. 1. Faktor Intern yaitu kempuan anak itu sendiri yang dibawa semenjak lahir, intinya anak telah dibekalai dengan bermacam – macam kemampuan atau bakat kesempatanantara yang satu dengan yang yang lain tidak sama. Kemampuan yang bersifat bawaan ini tidak mampu diubah namun cuma dapat dipengaruhi atau dikembangkan berdasarkan batas – batas yang sudah dimilikinya. Dalam kekerabatan aspek intern yang sungguh dikerjakan oleh pendidikan yakni mengembangkan kesempatanatau bakat yang dimilikinya dengan jalan memberikan situasi atau rangsangan yang sesuai atau sempurna ialah dengan jalan bagi anak yang berbakat dalam bidang studi PKn diberikan panduan yang bagus secara rutin sehingga pada balasannya benar – baner menjadi seseorang andal dalam bidang PKn. Makara intinya pendidikan ialah proses tujuan melanjutkan potensi – potensi yang telah dimiliki anak semenjak lahir. 2. Faktor Ekstern ialah segala efek dari luar anak baik berasal dari pendidikan maupun hasil pergaulan. Pengaruh dari luar ini dapat pula sesama insan, mampu pula berbentuklingkungan fisik atau benda mati. Usaha pendidikan disini yakni menetapkan atau menghalangi hal – hal atau situasi yang akan menghambat. Adapun aspek ekstern antara lain : a) Fasilitas dan alat- alat pelajaran b) Situasi proses mencar ilmu mengajar c) Orang bau tanah, situasi lingkungan masyarakat dan suasana lingkungan sekolah BAB III METODOLOGI PENELITIAN Di dalam penelitian sukses tidaknya sebuah aktivitas yang dijalankan banyak diputuskan oleh tepatnya sistem yang digunakan. Dengan demikian tata cara memiliki kedudukan yang sangat penting dalam memilih mutu hasil yang sudah dikerjakan . Oleh karena itu perlu terlebih dulu diputuskan metode yang sempurna bagi permasalahan yang akan diteliti dan ketetapan dalam menentukan inilah yang akan mengarahkanb terhadap tujuan observasi. Dalam hal ini metode mempunyai pengertian sebagai alat pengusutan, hal ini juga sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh WJS. Poerdarminto, bahwa : “Metode adalah cara yang terencana dan terpilih yang paling baik untuk meraih sebuah maksud dalam ilmu wawasan dalam pendidikan……”Sedangkan menurut Sutrisno Hadi yaitu :”Metode ialah suatu perjuangan untuk memilih, menyebarkan dan menguji kebenaran suatu wawasan usaha dimana dilaksanakan dengan memakai tata cara – sistem ilmiah….” Istilah tata cara berasal dari kata “Metode” dan “Logos”. Metode artinya suatu cara untuk meraih tujuan, sedangkan Logos artinya ilmu, maka metodologi berarti ilmu ihwal cara untuk meraih kebenaran sesuatu secara ilmiah. Dengan melihat uraian diatas maka jelaslah bahwa tata cara pada hakekatnya menjinjing cara –cara yang mampu digunakan dalam suatu pengusutan guna menerima data- data yang objektif risikonya diperoleh sebuah hasil yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya secara ilmiah. Dalam bagian ini akan dibahas suatu persatu tentang : A. Metode Penemuan Objek Populasi dan Sampel B. Metode Pengumpulan Data C. Metode Analisa Data Dari sekian pokok bahasan ini, akan penulis kemukakan satu persatu, sebagai berikut : A. Metode Penentuan Objek Metode penentuan objek tentu ada cara yang dipakai untuk menentukan, dijadikan dan menentukan hal – hal yang penulis anggap mampu dijadikan sumber data sesuai dengan kebutuhan yang tertera dalam pelaksanaan diatas sehingga dapat memenuhi data –data yang diharapkan secara tepat. Pada setiap penelitian tentu ada objek yang diteliti, yang dimaksud objek penelitian adalah segala sesuatu yang diketahui atau menjadi sasaran observasi dengan adanya perumusan, pembatasan serta penentuan objek, penelitian ini akan dimanfaatkan serta terhindar kemungkinan menjadi kekaburan yang sekaligus akan membuat lebih mudah penyelenggaraan Dalam menentukan objek observasi, penulis tidak menggunakan metode randomisasi tetapi menurut populasi siswa yang mengalami kelambatan dalam bidang studi PKn yakni sejumlah 5 (lima) orang mereka itu yakni : 1. HERI 2. UDIK 3. ROFI 4. TRI 5. MUKLISON Alasan penulis menyelenggarakan analisa data terdapat keseluruhan populasi sekolah……………..tersebut diatas, mengingat bahwa kemampuan berguru PKn yang mereka capai belum pada taraf yang dikategorikan tolok ukur sedang. Populasi dan Sampel Sebagai populasi observasi ini adalah siswa …………………sedangkan sampelnya dalah siswa……………….tahun anutan …………………Sedangkan jumlah kelas II pada sekolah…………….ada 9(sembilan) kelas. Sampel dari populasi kelas II semuanya dengan menggunakanrandom dan cara ordinal sebanyak satu kelas. Dari jumlah kelas atau sembilan kelas sehabis dirandom terdapat satu kelas dengan jumlah 49 siswa, sekaligus selaku sampel. Sutrisno Hadi menjelaskan cara ordinal adalah : “Cara yang diselenggarakan dengan menyusun subjek dalam suatu daftar dan mengambil mereka – mereka yang akan ditugaskan di dalam sampel di atas kebawah contohnya mengambil mereka – mereka yang bernomor kelipatan angka lima dan yang bernomor ganjil atau genap” Menurut Dra.Ny. Suharsini Arikonto bahwa : “sampel yakni selaku dari wakil populasi yang diteliti jika kita akan hanya meneliti sebagian dari populasi maka tata cara tersebut metode sampel” B. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yaitu suatu cara untuk menerima data dari proyek yang diteliti. Ada beberapa cara dalam pengumpulan data, tetapi tidak setiap cara yang ada senantiasa cocok untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan tiap metode mempunyai kegunaan sendiri – sendiri. Agar dalam pelaksanaan penelitian, pengumpulan data ini bisa efisien maka penulis perlu memakai sistem – tata cara yang sempurna dan bersifat ilmiah. Adapun sistem pengumpulan data yang penulis gunakan ialah sebagai berikut : a) Metode Observasi (Pengamatan) Penelitian yang dilakukan dengan cara menyelenggarakan observasi kepada objek, baik secara langsung maupun tidak pribadi, memakai teknik yang disebut dengan “observasi atau pengamatan”. Teknik ini banyak dipakai, baik dalam penelitian mampu diamati dari bersahabat untuk melakukan pengamatan ada 3 cara antara lain : 1. Pengamatan langsung (direk pengamatan) ialah : observasi yang dikerjakan tanpa perantara atau secara pribadi kepada objek yang diteliti mirip mengadakan observasi langsung kepada proses belajar mengajar di kelas. 2. Pengamatan tak eksklusif (inderek observation) yaitu : Pengamatan yang dilakukan kepada suatu objek melalui mediator suatu alat, cara, baik dilakukan dalam suasana bahwasanya maupun perlindungan. Contoh mengadakan pengamatan kepada pengaruh eksekusi kepada suasana kejiwaan, atau mengadakan observasi lewat alat yang disengaja untuk keperluan tersebut. 3. Partisipasi adalah : Pengamatan yang dikerjakan dengan cara ikut ambil bagian atau melibatkan diri dalam suasana objek yang diteliti. Cara ini umumnya banyak dipakai khususnya dalam penelitian psikologi, spsiologi maupun antropologi, tetapi demikian dalam lapangan pendidikan pun banyak pula yang dipakai teknik ini, mirip mengadakanpengamatan terhadap mekanisme proses hubungan siswa antara guru, kepala sekolah, dijalankan dengan cara ikut ambil bagian sebagian guru dan mangamati setiap tanda-tanda yang menjasi objek observasi. Cara menyelenggarakan observasi sebagaimana diuraikan di atas mampu juga dilaksanakan dengan memadukan dua atau tiaga cara sekaligus dalam suatu aktivitas observasi, mengambil pertimbangan bahwa sebuah cara dianggap kurang memadai. Dari penelitian terlatih diperoleh suatu isyarat bahwa mencatat data pengamatan bukanlah sekedar mencatat data observasi bukanlah sekedar mencatat, namun juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penelitian ke dalam suatu skala bertingkat. Misalnya : Kita memperhatikan reaksi siswa dalam mendapatkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, bukan hanya mencatat reaksinya itu bagaimana, dan berapa kali dia masuk, namun juga menilai reaksi tersebut sungguh kurang atau tidak sesuai dengan yang kita harapkan. b) Metode Angket Angket merupakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari daftar isisan yang mesti diisi atau dijawab oleh sejumlah subjek, dari angket tersebut dapat diambil kesimpulan – kesimpulan ihwal subjek yang diselidiki. Sedangkan jenis pertanyaan ada yang tertutup ada pula yang terbuka. Jenis pertanyaan dibilang tertutup bila penjawab yang telah tersedia dalam angket. Sebagaimana dikemukakan oelh Drs. Bimo Walgito perihal angket ialah sebagai berikut : “Jenis pertanyan tertutup yakni pertanyaan – pertanyaan yang terbentuk, dimana orang yang menjadi questiore tinggal milih balasan yang telah ditawarkan dalam questionaire” Dalam hal ini penulis jalankan agar mampu mendeteksi sejauh mana balasan dan fungsi tutorial dan penyuluhan terhadap prestasi berguru nya. Sebab ternyata walaupun program bimbingan dan penyuluhan sudah dilaksanakan di……………………..masih ada siswa yang enggan datang mengemukakan masalahnya atau kesulitannya yang dihadapi kepada guru wali wali kelas bahkan kepada tugas tutorial dan penyuluhan sendiri. Untuk itu maka penulis memendang perlu untuk mendapatkan gosip dari siswa melalui angket. c) Metode Dokumentasi Metode ini sering disebut sistem histories, selaku landasan penulisan kutipan dari usulan Dr. Winarno Surahmad, M. Sc., selaku berikut : “Metode dapat disebut historis atau dokumentasi, jikalau penyelidikan ditujukan pada penguraian dan klarifikasi apa yang sudah lalu lewat sumber – sumber dokumen. Hanya ada sistem historis berusahan mencari penjelasan suatu budaya era lau, tata cara dokumentasi mungkin dalam pengusutan perihal periode sekarang……” Dokumentasi berasal dari kata dokumen, disi mengandung arti selaku bukti tertulis maupun tudak tertulis yang berafiliasi dengan data yang tidak berubah kebenarannya dan dapt dilihat serta diperiksa dikemudian hari. Adapun yang penulis maksudkan disi adlah sebuah cara untuk mengumpulkan data menurut data dokumentasi yang berupa goresan pena dalam fungsi panduan dan penyuluhan dalam menunjang prestasi belajar PKn siswa ………………. d) Metode Analisa data Pengelolaan data didalam suatu penelitian ialah langkah yang menentukan untuk menerima hasil –hasil penelitian yang dibutuhkan sebagainama sudah dikemukakan bahwa dalam observasi ada bermacam – macam tata cara pengelolaan data tersebut tergantung pada tujuan observasi dan bentuk dari penelitian yang bersangkutan. Sehubungan dengan penggunaan tata cara pengelolaan kebenarannya. Analisa data merupakan langkah lanjut dari pengumpulan data adalah cara –cara yang diperoleh dan diperdengarkan dalam mengelola dan memeriksa data hasil penelitian. Bila hal ini dikerjakan atau cara menganalisa tidak ada artinya. Sebelum data tersebut sekarang evaluasi terlebih dahulu penulis kemukakan penjabaran data : 1. Klasifikasi Data Metode yang penulis kemukakan dalam penelitian ini sistem deskriptif. Prof. Winarno Surahmad, M.Sc, mengemukakan ciri sistem deskriptif yaitu selaku berikut : a) Memusatkan diri pada pemecahan dilema –dilema yang ada pada periode sekarang, pada duduk perkara – duduk perkara yang nyata. b) Data yang dikumpulkan mula –mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisa. Klasifikasi data yang penulis kemukakan yakni sebagai berikut: a) Pengaruh panduan dan penyuluhan dalam kenaikan aktifitas belajar siswa daoat kami gambarkan sebagai berikut :  Nomor RESPONDEN Tanggapan Terhadap BP (+) Positif (-) Negatif 1 2 3 4 2 Siswa kelas II 49 Orang 39 10 Keterangan : 1. Pada kolom 1 berisikan nomor urut 2. Pada kolom 2 berisikan jumlah responden 3. Pada kolom 3 jawaban kasatmata kepada layanan BP 4. Pada kolom 4 balasan belum kasatmata terhadap layanan BP b) Kegiatan – aktivitas dalam rangka pemecahan masalah. 2. Analisa dan interprestasi Hipotesa Dikemukakan oleh Prof. Dr. Winarno Surahmad, M.Sc.Ed., bahawa dalam menguji kedudukan suatu hipotesa diharapkan data dengan sifat tertentu, mirip : a) Data memperlihatkan perhubungan variabel bebas dengan variabel bertingkat b) Data yang memperlihatkan tidak adanya sebab – alasannya adalah lain selain efek variabel kepada variasi terikat c) Data yang memperlihatkan timbulnya variasi terikat sebagai akhir adanya variasi bebas Dalam pengelolaan data ini penulis kemukakan dengan menggunakan table presentasi (Presentasi Tabel). Untuk mendapatkan presentasi dari sebuah nilai, mampu dicari dengan rumus : % = (f / N) * 100 Dimana : f = jumlah responden dengan nilai tertentu N = jumlah selaku responden Bentuk – bentuk table penyajian ialah : 1. Tabel random, ialah table yang memungkinkan memuat responden yang banyak dari anggota sample atau table yang mempunyai sel banyak untuk masalah tunggal. 2. Tabel beraneka ragam, yaitu table yang dibentuk untuk membandingkan dan variabel dari dua sampel, atau meringkas atau menggambarkan antara dua variabel. 3. Tabel multivariasi, yakni table yang dibuat untuk menggambarkan atau meringkas relasi antara beberpa variabel. BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISA DATA Dalam bagian ini akan diuraikan berturut – turut mengenai pengalaman – pengalaman dalam rangka pelaksanaan observasi tentang : A. Kegiatan Bimbingan Penyuluhan Dalam Rangka Pemecahan Masalah Kegiatan yang dikerjakan oleh petugas tutorial dan penyuluhan di sekolah…………………yaitu menginventarisasi siswa yang perlu mendapatkan prioritas dalam memajukan prestasi belajarnya, khususnya pada bidang studi PKn. Dalam hal ini petugas tutorial dan penyuluhan menentukan individu – individu itu lewat kegiatan belajarnya disekolah. Ternyata individu yang mendapatklanprioritas pertama dalam menolong mengembangkan prestasi belajarnya adalah : 1. HERI 2. UDIK 3. ROFI 4. TRI 5. MUKLISON Setelah menentukan individu – individu yang mendapatkan prioritas penanganan itu, kegiatan bimbingandan penyuluhan selanjutnya dalam rangka keseluruhan perjuangan pemecahan yakni : 1. Mengidentifikasi individu – individu yang berurusan, dan dikategorikan dalam daftar tersebut dibawah ini : SEKOLAH ……………………………………… _______________________________________________________________________ Daftar nama – nama siswa yang dikategorikan perlu menerima derma pelayanan tutorial dan penyuluhan No. Kategori Masalah Siswa yang perlu pelayanan BP 1 Maslah keterlambatan akademis. Mereka tidak sepenuhnya menghadapi pelajaran, tampak berat terhadap pelajaran, bersembunyi takut diberi pertanyaan 1. Heri 2. Udik 2 Masalah sungguh cepat berguru. Mempunyai bakat akademis yang tinggi atau IQ diatas 130 3 Masalah lambat berguru. Murid yang memiliki bakat akademis rendah IQ sekitar 100 1. Rofi 2. Tri 3. Muklison 4 Masalah penempatan minat sosialnya terlalu membedakanya dengan kawan – kawannya yaitu terlalu atau lebih 1. Udik 2. Rofi 5 Masalah tingkah laku dan sosialnya emosional kebanyakan. Agresif suka menggangu dan mencari perhatian 1. Rofi 6 Masalah menyendiri, yaitu pemalu, mudah gentar, kurang berani dalam menghadapiu sobat lainnya. 1. Heri 7 Masalah tingkah laku biasa , yaitu kerjanya tidak produktif, ada kejanggalan – kejanggalan tingkah laku 1. Rofi 8 Masalah – dilema jasmaniah. Masalah kedatangan yakni sering bolos alasannya adalah melanggar tata tertib sekolah 1. Muklison 2. Udik 9 Masalah pembicaraan (tidak banyak basa kedaluwarsa) 1. Tri 2. Rofi 3. Udik 10 Masalah jasmaniah lazim - 2. Penelaahan Status Dalam acara mencar ilmu pada umunya kelima siswa itu menawarkan kekurangan siapan dalam memulai pelajaran. Mereka seakan –akan kurang berpeluang, lemah dan enggan. Latar belakang keluarga atau orang tua dalam hal ini dapat dibilang status sosialnya kurang mampu. Dalam pergaulannya dikelas sebagian besar mereka pasif, tetapi ada juga yang bernafsu, contohnya Jumain. Secara umum individu yang memiliki masalah itu mempunyai anggota keluarga paling sedikit 6 (enam) orang. Kelamahan dan kelebihan individu No. Subjek Kelemahan Kelebihan 1 Heri Lemah dalam pelajaran, pendiam, suka pacaran, jera dalam pergaulannya. Tidak punya sahabat bermain Mempunyai ketrampilan menari 2 Udik Lemah dalam belajarnya, badung, ceplas ceplos, kadang kala hirau tak hirau Pandai menggambar 3 Rofi Malas, kurang aktifitas, lebih mencolokusianya, jarang melaksanakan peran Tidak ada 4 Tri Lemah dalam belajarnya, kurang aktifitas belajarnya, kelihatan acuh, kekuatan fisiknya agak menonjol Banyak sahabat, mengikuti klub olah raga silat, solider penurut, patuh 5 Muklison Pemalas, sering tidak melakukan peran, kurang bergairah, acuh terhadap sobat – temannya, pemarah, mudah tersinggung Kelebihannya tidak terang Kriteria kesusahan siswa No. Subjek Kesulitan yang dialami 1 Heri Kelambatan berguru, alasannya adalah kurang motivasi sehingga tidak tahu apa yang seharusny dijalankan dalam belajarnya 2 Udik Kelambanan belajar, alasannya status atau lingkungan keluarga belum menunjang 3 Rofi Kurang aktifitas mencar ilmu, alasannya selalu disibukkan oleh pekerjaan membantu orang bau tanah 4 Tri Daya pikirnya lemah, phisik badanya kekar, aktifitas belajarnya lemah. 5 Muklison Kurang aktifitas mencar ilmu, sembrono atau gegabah, kesempatan mencar ilmu dibatasi (membantu orang bau tanah 3. Langkah – langkah Kegiatan Setelah memilih patokan kesusahan atau duduk perkara yang dihadapi siswa atau individu, petugas panduan dan penyuluhan melaporkan kepada kepala sekolah selaku penanggung jawab sekolah. Atas tawaran dari kepala sekolah petugas panduan dan penyuluhan diminta untuk menciptakan surat panggilan kepada wali murid untuk mempersiapkan data – data yang menyangkut individu yang bermasalah mirip : a) Daftar prestasi siswa b) Catatan pribadi murid c) Hasil mencar ilmu murid d) Buku kegiatan OSIS e) Kartu SPP f) Panggilan orang bau tanah atau wali murid g) Catatan kegiatan bimbingan dan penyuluhan h) Catatan pelanggaran tata tertib i) Catatan khusus kejadian diluar kelas Setelah berkonsultasi dengan kepala sekolah, petugas tutorial dan penyuluhan minta info lain terhadap bapak atau ibu guru. Berdasarkan berita dari bapak atau ibu guru mampu diperoleh gambaran secara biasa selaku berikut : a) Sebagian dari mereka belum mampu memperlihatkan jawaban atas pertanyaan yang diberikan b) Sebagian paling besar guru dalam proses belajar mengajarnya memakai tata cara ceramah c) Dalam mendapatkan pelajaran murud pasif sekali d) Murid tidak memiliki buku pelajaran atau buku pegangan terutama PKn e) Jarang melaksanakan peran yang diberikan  f) Tidak pernah mengemukakan usulan atau pertanyaan g) Terasa berat dalam mendapatkan pelajaran h) Mengeluh alasannya adalah materi pelajaran PKn khusunya banyak dan membingungkan 4. Pengamatan secara mendalam Pada pokoknya berdasarkan observasi yang dilakukan secara mendalam, mereka para siswa yang mengalami duduk perkara tidak pernah mel;akukan pelanggaran yang kelewat batas. Pelanggaran yang mereka lakukan masih dalam taraf ayang masuk akal, selaku akibat dari kurangnya rasa tertib dan disiplin dalam mentaati tata tertib disekolah. Reaksi bagi mereka, seandainya melakukan pelanggaran kecil memberikan sikap penjelasan Kelambatan dalam belajarnya mereka bukan disebabkan sebab seringnnya melakukan pelanggaran, tetati disebabkan alasannya adalah seringnnya melaksanakan pelanggaran, tetapi disebabkan alasannya aspek – aspek lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar kuran menunjang.  Ditambah pula dengan belum mampu menyebarkan motivasi dalam belajarnya baik disekolah maupun dirumah. Jenis – jenis pelanggaran yang mereka kerjakan ialah : No. Subjek Jenis Pelanggaran 1. Heri Akibat belum dapat mengatur waktu dalam kegiatannya kadang tidak masuk sekolah 2. Udik Sekali waktu bajunya tidak dimasukkan, malas menjalankan peran PR 3. Rofi Akibat selalu ingin mempesona perhatian, beliau bertingkah yang mengundang perhatian teman lainnya pelanggaran seperti baju tidak dimasukkan, mengoda temannya tapi sering tidak mengikuti upaca diluar jam pelajaran, sok pahlawan merupakan kebiasaan yang sering dilakukan 4. Tri Hampir tidak pernah melakukan pelanggaran, hanya memaang bila diberi PR dan pertanyaan sering tidak dilaksanakan atau dijawab 5. Muklison Fisiknya berpengaruh dibandingkan dengan daya pikirnya,pemalas, lalai, diam jikalau ditanaya, tidak mengerjakan PR. 5. Penyuluhan Program panduan dan penyuluhan yang dijalankan oleh petugas khusus. Petugas ialah orang yang hebat dibidangnya. Dalam melaksanakan tugasnya disekolah senantiasa melakukan pekerjaan sama dengan wali kelas, guru bidang studi, pegawai tata perjuangan dan lainya serta mengadakan kerjasama dengan kepala sekolah dan orang renta murid. Dalam melaksanakan tugasnya senantiasa mempertahankan hubungan baik antara penyuluh dengan seluruh siswa agar mampu menjalin relasi yang akrab dan ssaling yakin mempercayai sehingga mempermudah dalam mencari isu yang diperlukan. Bagaimanapun juga program panduan dan penyuluhan merupaka fasilitas dan prasarana terhadap individu yang mengalami dilema. Oleh alasannya itu jika tidak sempurna dalam menawarkan terapi akan menenteng akibat yang fatal, baik bagi siswa sendiri maupun penyuluh dalam menjalankan kiprahnya. Ketetapan waktu dan keperluan perlu diserahkan dan diselaraskan. Dari tingkah laku individu diatas bahwa mereka mengalami gejala – tanda-tanda gangguan mencar ilmu yang disebut psikoneorologis atau perceptual motor, sebab gejala – tanda-tanda nampak ialah sebagai berikut : No. Gelaja – gejala gangguan Subjek Praktis kebingungan 1. Heri 2. Udik Apabila mendapatkan reaksi gerakkan atau langkah-langkah berlebihan 1. Rofi Sukar menguasai diri dan melakuakan 1. Rofi 2. Tri Dalam keadaan wajar mudah beralih perhatian 1. Muklison 2. Heri 3. Muklison 4. Rofi Suka Bergerak 1. Rofi 2. Muklison Koordinasi antar gerakan mata dan tangan kurang 1. Rofi 2. Muklison Kurang jeli 1. Rofi 2. Tri 3. Heri Sukar mengendalikan dan menyusun asumsi - Ketrampilan dalam pelajaran kurang 1 - 3 Kurang bisa melakukan langkah – langkah yang operasional 1 - 5 6. Terapi pembinaannya dalam belajar Sebagian besar mereka menganggap bahwa bahan bidang studi PKn itu terlampau banyak dan sulit diketahui, sehingga membingungkan dan balasannya malas berguru. Berdasarkan data penulis mengemukakan bahwa prestasi mencar ilmu yang diraih untuk bidang studi PKn yang mereka peroleh yaitu dalam tolok ukur cukup artinya paling tinggi nilainya 7 (tujuh). Hal ini terjadi pada siswa yang menerima nilai, baik pada studi PKn maupun bidang yang lain ternyata nyaris sama. Mengingat hal tersebut, maka terapi yang sempurna dalam membimbing mereka dalah dengan pelatihan pada belajar mereka secara tertib, terstruktur dan berkelanjutan sesuai dengan jenjang sekolah masing – masing. Dalam proses mencar ilmu, khususnya pada bidang studi PKn, perlu ditanamkan dan dibangkitkan motivasinya. B. Analisa data dan hipotesa Sebelum mengemukakan interprestasidata, maka apalagi dulu penulis kemukakan perihal evaluasi data. Dalam analisa data ini terdapat 2(dua) variabel yakni variabel bebas dan variabel terikat. Yang kami sajikan disini yakni : a) Variabel Bebas (X) : Fungsi tutorial dan penyuluhan b) Variabel Terikat (Y): Prestasi Belajar Siswa Sebagaimana dikemukakan dalam interprestasi data bahwa menguji suatu hipotesa, diperlukan berbagai macam data sebagai berikut : Data menunjukkan perhubungan variabel bebas dan variabel terikat. Terlebih dahulu penulis kategorikan evaluasi selaku berikut : No. Nilai Kriteria 1 10 Istimewa 2 9 Baik sekali 3 8 Baik 4 7 Cukup 5 6 Sedang 6 5 Kurang 7 4 Kurang Sekali 8 3 Jelek TABEL I PRESENTASI PRESTASI BELAJAR SISWA ………………SEBELUM PELAYANAN BP Kriteria Penilaian F % Cukup 16 32.65 Sedang 25 51.02 Kurang 5 10.20 Kurang Sekali 3 6.12 Jumlah 49 100 TABEL II PRESENTASI PRESTASI BELAJAR SISWA………………….SESUDAH PELAYANAN BP No. f % Cukup 23 46.94 Sedang 26 53.06 Kurang - - Kurang Sekali - - Jumlah 49 100 Dari tabel diatas dapat kita lihat prestasi berguru sehabis pelayanan tutorial dan penyuluhan terhadap selisih selaku berikut : Dengan memakai deviasi presentase (%) : % d = % 1 - % 2 Tafsiran dari d % yaitu : Berapa banyak masalah dalam satu kategori variabel melebihi masalah dari variabel lain. Makara besarnya peningkatan ialah : 4. Kriteria nilai cukup = 46,84 – 32,65 = 14,49 5. Kriteria nilai sedang = 53,05 – 51,02 = 2,04 6. Kriteria nilai kurang = 10,20 7. Kriteria nilai kurang sekali = 6,12 Berarti dalam hal ini variabel bebas mensugesti variabel terikat. Berarti pelayanan yang diberikan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Dari evaluasi diatas mampu kita ketahui sejauh mana kenaikan prestasi berguru PKn mereka secara lazim sehabis adanya tutorial dan penyuluhan adalah : = (14,29 + 2,04 + 10,20 + 6,12) = 32,65 % BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat kami kemukakan pada penelitian ini yaitu : 1. Pada dikala kini ini eksistensi panduan dan penyuluhan di sekolah – sekolah mutlak diperlukan, mengingat dalam proses mencar ilmu mengajar disekolah tidak jarang muncul sebuah masalah – persoalan baru yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya 2. Mengingat bahwa tujuan utama panduan dan penyuluhan yakni menolong individu yang berurusan, jadi bukan berpusat pada masalah – dilema saja maka perlu adanya kerja sama yang senantiasa terkoordinir antara petugas bimbingan dan penyuluhan dengan siswa, keluarga, sekolah dan penduduk . Hal ini mengenang pengaruh lingkungan sekitar dari setiap individu yang tidak sama satu dengan yang lain. 3. Kehadiran panduan dan penyuluhan ialah faktor pendorong bagi siswa untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan belajarnya serta meningkatkan aktifitas belajarnya. Kehadiran panduan dan penyuluhan jangan sampai menjadikan salah pemahaman bagi siswa sehingga menyebabkan timbulnya imbas yang tidak menguntungkan semua tugasnya. 4. Dalam menolong individua yanag bermasalah, tutorial dan penyuluhan hendaknya dapat menjaga keserasian, keserasian dan keseimbangan dalam melakukan tugasnya. 5. Bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan dengan sarat loyalitas dan pengabdian yang tinggi serta mempunyai keahlian khusus dalam bidangnya, maka secara efektif dan efisien dapat membantu siswa yang mengalami problem dalam belajarnya mampu mengembangkan prestasi belajarnya 6. Peningkatan prestasi belajar bagi yang terdapat kendala perlu adanya pelatihan dan tutorial mencar ilmu, khususnya dari petugas panduan dan penyuluhan disekolah. B. Saran – saran Untuk  mencapai hasil yang maksimal dari pada tugas bimbingan dan penyuluhan perlu adanya : 1. Kritik dan rekomendasi yang membangun dari penduduk sekitarnya, terutama wali murid atau orang tua. 2. Dalam melakukan tugasnya tutorial dan penyuluhan masih diperlukan pembenahan – pembenahan yang lebih baik lagi utamanya pembenahan dalam bidang pengarahan, kawasan khusus bimbungan dan penyuluhan terutama tergolong juga menyediakan ruangan yang cocok dengan tugasnya. 3. Diharapkan masyarakat lebih mengembangkan partisipasi aktifnya dalam membantu tugas bimbungan dan penyuluhan REKAPUTULASI DATA DOKUMENTASI PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PKn SEMESTER III DAN  IV Nomor Urut Kelas II Prestasi Belajar PKn Sebelum pelayanan panduan penyuluhan Setelah pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan 1 NENO 6 7 2 NENO 7 7 3 NENO 7 8 4 NENO 7 7 5 NENO 6 6 6 NENO 7 7 7 NENO 6 7 8 NENO 7 8 9 NENO 7 7 10 NENO 6 6 11 NENO 5 6 12 NENO 6 7 13 NENO 7 7 14 NENO 7 7 15 NENO 6 7 16 NENO 6 7 17 NENO 7 6 18 NENO 6 7 19 NENO 6 7 20 NENO 6 6 21 NENO 6 7 22 NENO 6 7 23 NENO 6 7 24 NENO 6 6 25 NENO 6 7 26 NENO 7 7 27 NENO 5 7 28 NENO 6 6 29 NENO 6 6 30 NENO 5 7 31 NENO 6 7 32 NENO 6 7 33 NENO 4 6 34 NENO 7 7 35 NENO 6 6 36 NENO 6 7 37 NENO 6 6 38 NENO 7 7 39 NENO 6 6 40 NENO 6 7 41 NENO 5 6 42 NENO 6 7 43 NENO 6 7 44 NENO 7 8 45 NENO 7 7 46 NENO 6 7 47 NENO 7 6 48 NENO 6 7 49 NENO 6 6 Jumlah Rata – Rata Kelas 6.20 6.77 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISA DATA Dalam bab ini akan diuraikan berturut – turut perihal pengalaman – pengalaman dalam rangka pelaksanaan penelitian tentang : C. KegiatanBimbingan Penyuluhan Dalam Rangka Pemecahan Masalah Kegiatan yang dijalankan oleh petugas tutorial dan penyuluhan di sekolah…………………ialah menginventarisasi siswa yang perlu menerima prioritas dalam meningkatkan prestasi belajarnya, terutama pada bidang studi PKn. Dalam hal ini petugas tutorial dan penyuluhan menentukan individu – individu itu melalui acara belajarnya disekolah. Ternyata individu yang mendapatklanprioritas pertama dalam membantu mengembangkan prestasi belajarnya adalah : 6. HERI 7. UDIK 8. ROFI 9. TRI 10. MUKLISON Setelah memilih individu – individu yang menerima prioritas penanganan itu, kegiatan bimbingandan penyuluhan berikutnya dalam rangka keseluruhan perjuangan pemecahan ialah : 4. Mengidentifikasi individu – individu yang bermasalah, dan dikategorikan dalam daftar tersebut dibawah ini : SEKOLAH ……………………………………… _______________________________________________________________________ Daftar nama – nama siswa yang dikategorikan perlu mendapatkan perlindungan pelayanan panduan dan penyuluhan No. Kategori Masalah Siswa yang perlu pelayanan BP 1 Maslah keterlambatan akademis. Mereka tidak sepenuhnya menghadapi pelajaran, terlihat berat terhadap pelajaran, bersembunyi takut diberi pertanyaan 3. Heri 4. Udik 2 Masalah sangat cepat mencar ilmu. Mempunyai bakat akademis yang tinggi atau IQ diatas 130 3 Masalah lambat belajar. Murid yang mempunyai bakat akademis rendah IQ sekitar 100 4. Rofi 5. Tri 6. Muklison 4 Masalah penempatan minat sosialnya terlalu membedakanya dengan mitra – kawannya yaitu terlalu atau lebih 3. Udik 4. Rofi 5 Masalah tingkah laku dan sosialnya emosional pada umumnya. Agresif suka menggangu dan mencari perhatian 2. Rofi 6 Masalah menyendiri, yakni pemalu, gampang gentar, kurang berani dalam menghadapiu teman yang lain. 2. Heri 7 Masalah tingkah laris biasa , yaitu kerjanya tidak produktif, ada kejanggalan – kejanggalan tingkah laris 2. Rofi 8 Masalah – masalah jasmaniah. Masalah kehadiran yakni sering absen alasannya melanggar tata tertib sekolah 3. Muklison 4. Udik 9 Masalah obrolan (tidak banyak basa bau) 4. Tri 5. Rofi 6. Udik 10 Masalah jasmaniah umum - 5. Penelaahan Status Dalam kegiatan belajar pada umunya kelima siswa itu memperlihatkan kelemahan siapan dalam mengawali pelajaran. Mereka seakan –akan kurang berpotensi, lemah dan enggan. Latar belakang keluarga atau orang tua dalam hal ini mampu dibilang status sosialnya kurang mampu. Dalam pergaulannya dikelas sebagian besar mereka pasif, tetapi ada juga yang berangasan, contohnya Jumain. Secara biasa individu yang berurusan itu mempunyai anggota keluarga paling sedikit 6 (enam) orang. Kelamahan dan keunggulan individu No. Subjek Kelemahan Kelebihan 1 Heri Lemah dalam pelajaran, pendiam, suka pacaran, jera dalam pergaulannya. Tidak punya sobat bermain Mempunyai ketrampilan menari 2 Udik Lemah dalam belajarnya, bandel, ceplas ceplos, kadang kurun acuh tak hirau Pandai menggambar 3 Rofi Malas, kurang aktifitas, lebih mencolokusianya, jarang melakukan tugas Tidak ada 4 Tri Lemah dalam belajarnya, kurang aktifitas belajarnya, kelihatan acuh, kekuatan fisiknya agak menonjol Banyak sobat, mengikuti klub olah raga silat, solider penurut, patuh 5 Muklison Pemalas, sering tidak melaksanakan peran, kurang agresif, hirau terhadap sahabat – temannya, pemarah, gampang tersinggung Kelebihannya tidak terang Kriteria kesulitan siswa No. Subjek Kesulitan yang dialami 1 Heri Kelambatan mencar ilmu, karena kurang motivasi sehingga tidak tahu apa yang seharusny dilakukan dalam belajarnya 2 Udik Kelambanan mencar ilmu, alasannya adalah status atau lingkungan keluarga belum menunjang 3 Rofi Kurang aktifitas belajar, karena senantiasa disibukkan oleh pekerjaan menolong orang bau tanah 4 Tri Daya pikirnya lemah, phisik badanya kekar, aktifitas belajarnya lemah. 5 Muklison Kurang aktifitas berguru, sembrono atau ceroboh, kesempatan mencar ilmu dibatasi (membantu orang tua 6. Langkah – langkah Kegiatan Setelah menentukan kriteria kesulitan atau dilema yang dihadapi siswa atau individu, petugas panduan dan penyuluhan melaporkan terhadap kepala sekolah selaku penanggung jawab sekolah. Atas anjuran dari kepala sekolah petugas tutorial dan penyuluhan diminta untuk menciptakan surat panggilan kepada wali murid untuk merencanakan data – data yang menyangkut individu yang berurusan mirip : a) Daftar prestasi siswa b) Catatan pribadi murid c) Hasil belajar murid d) Buku kegiatan OSIS e) Kartu SPP f) Panggilan orang bau tanah atau wali murid g) Catatan aktivitas tutorial dan penyuluhan h) Catatan pelanggaran tata tertib i) Catatan khusus peristiwa diluar kelas Setelah berkonsultasi dengan kepala sekolah, petugas bimbingan dan penyuluhan minta info lain terhadap bapak atau ibu guru. Berdasarkan isu dari bapak atau ibu guru dapat diperoleh citra secara biasa sebagai berikut : i) Sebagian dari mereka belum mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan j) Sebagian paling besar guru dalam proses berguru mengajarnya menggunakan sistem ceramah k) Dalam mendapatkan pelajaran murud pasif sekali l) Murid tidak memiliki buku pelajaran atau buku pegangan utamanya PKn m) Jarang melakukan tugas yang diberikan  n) Tidak pernah mengemukakan usulan atau pertanyaan o) Terasa berat dalam menerima pelajaran p) Mengeluh alasannya bahan pelajaran PKn khusunya banyak dan membingungkan 4. Pengamatan secara mendalam Pada pokoknya menurut pengamatan yang dilaksanakan secara mendalam, mereka para siswa yang mengalami duduk perkara tidak pernah mel;akukan pelanggaran yang kelewat batas. Pelanggaran yang mereka lakukan masih dalam taraf ayang wajar, sebagai akhir dari kurangnya rasa tertib dan disiplin dalam mentaati tata tertib disekolah. Reaksi bagi mereka, seandainya melaksanakan pelanggaran kecil memperlihatkan sikap klarifikasi Kelambatan dalam belajarnya mereka bukan disebabkan karena seringnnya melaksanakan pelanggaran, tetati disebabkan sebab seringnnya melakukan pelanggaran, tetapi disebabkan alasannya faktor – faktor lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar kuran menunjang.  Ditambah pula dengan belum mampu membuatkan motivasi dalam belajarnya baik disekolah maupun dirumah. Jenis – jenis pelanggaran yang mereka lakukan adalah : No. Subjek Jenis Pelanggaran 1. Heri Akibat belum mampu mengontrol waktu dalam kegiatannya kadang tidak masuk sekolah 2. Udik Sekali waktu bajunya tidak dimasukkan, malas melakukan tugas PR 3. Rofi Akibat senantiasa ingin mempesona perhatian, ia bertingkah yang mengundang perhatian sahabat yang lain pelanggaran mirip baju tidak dimasukkan, mengoda temannya namun sering tidak mengikuti upaca diluar jam pelajaran, sok pahlawan ialah kebiasaan yang sering dilakukan 4. Tri Hampir tidak pernah melakukan pelanggaran, hanya memaang kalau diberi PR dan pertanyaan sering tidak dijalankan atau dijawab 5. Muklison Fisiknya kuat daripada daya pikirnya,pemalas, ceroboh, diam jikalau ditanaya, tidak melaksanakan PR. 5. Penyuluhan Program tutorial dan penyuluhan yang dijalankan oleh petugas khusus. Petugas ialah orang yang mahir dibidangnya. Dalam melaksanakan tugasnya disekolah senantiasa bekerja sama dengan wali kelas, guru bidang studi, pegawai tata usaha dan lainya serta menyelenggarakan koordinasi dengan kepala sekolah dan orang renta murid. Dalam melaksanakan tugasnya selalu menjaga korelasi baik antara penyuluh dengan seluruh siswa agar dapat menjalin korelasi yang dekat dan ssaling yakin mempercayai sehingga membuat lebih mudah dalam mencari gosip yang diharapkan. Bagaimanapun juga program bimbingan dan penyuluhan merupaka fasilitas dan prasarana kepada individu yang mengalami problem. Oleh karena itu kalau tidak tepat dalam memperlihatkan terapi akan menjinjing balasan yang fatal, baik bagi siswa sendiri maupun penyuluh dalam melakukan perannya. Ketetapan waktu dan keperluan perlu diserahkan dan diselaraskan. Dari tingkah laris individu diatas bahwa mereka mengalami tanda-tanda – gejala gangguan berguru yang disebut psikoneorologis atau perceptual motor, alasannya tanda-tanda – tanda-tanda nampak ialah selaku berikut : No. Gelaja – tanda-tanda gangguan Subjek Mudah kebingungan 3. Heri 4. Udik Apabila mendapatkan reaksi gerakkan atau tindakan berlebihan 1. Rofi Sukar menguasai diri dan melakuakan 3. Rofi 4. Tri Dalam keadaan normal mudah beralih perhatian 5. Muklison 6. Heri 7. Muklison 8. Rofi Suka Bergerak 3. Rofi 4. Muklison Koordinasi antar gerakan mata dan tangan kurang 3. Rofi 4. Muklison Kurang jeli 4. Rofi 5. Tri 6. Heri Sukar mengatur dan menyusun anggapan - Ketrampilan dalam pelajaran kurang 1 - 3 Kurang mampu melakukan langkah – langkah yang operasional 1 - 5 6. Terapi pembinaannya dalam mencar ilmu Sebagian besar mereka menganggap bahwa bahan bidang studi PKn itu terlalu banyak dan sukar diketahui, sehingga membingungkan dan akhirnya malas mencar ilmu. Berdasarkan data penulis mengemukakan bahwa prestasi belajar yang diraih untuk bidang studi PKn yang mereka dapatkan adalah dalam tolok ukur cukup artinya paling tinggi nilainya 7 (tujuh). Hal ini terjadi pada siswa yang menerima nilai, baik pada studi PKn maupun bidang yang lain ternyata nyaris sama. Mengingat hal tersebut, maka terapi yang sempurna dalam membimbing mereka dalah dengan pembinaan pada mencar ilmu mereka secara tertib, terorganisir dan berkesinambungan sesuai dengan jenjang sekolah masing – masing. Dalam proses belajar, terutama pada bidang studi PKn, perlu ditanamkan dan dibangkitkan motivasinya. D. Analisa data dan hipotesa Sebelum mengemukakan interprestasidata, maka terlebih dahulu penulis kemukakan tentang evaluasi data. Dalam analisa data ini terdapat 2(dua) variabel adalah variabel bebas dan variabel terikat. Yang kami suguhkan disini yakni : a) Variabel Bebas (X) : Fungsi bimbingan dan penyuluhan b) Variabel Terikat (Y): Prestasi Belajar Siswa Sebagaimana dikemukakan dalam interprestasi data bahwa menguji sebuah hipotesa, diperlukan beberapa macam data selaku berikut : Data memperlihatkan perhubungan variabel bebas dan variabel terikat. Terlebih dulu penulis kategorikan penilaian sebagai berikut : No. Nilai Kriteria 1 10 Istimewa 2 9 Baik sekali 3 8 Baik 4 7 Cukup 5 6 Sedang 6 5 Kurang 7 4 Kurang Sekali 8 3 Jelek TABEL I PRESENTASI PRESTASI BELAJAR SISWA ………………SEBELUM PELAYANAN BP Kriteria Penilaian F % Cukup 16 32.65 Sedang 25 51.02 Kurang 5 10.20 Kurang Sekali 3 6.12 Jumlah 49 100 TABEL II PRESENTASI PRESTASI BELAJAR SISWA………………….SESUDAH PELAYANAN BP No. f % Cukup 23 46.94 Sedang 26 53.06 Kurang - - Kurang Sekali - - Jumlah 49 100 Dari tabel diatas dapat kita lihat prestasi belajar sehabis pelayanan panduan dan penyuluhan terhadap selisih selaku berikut : Dengan menggunakan deviasi presentase (%) : % d = % 1 - % 2 Tafsiran dari d % adalah : Berapa banyak masalah dalam satu klasifikasi variabel melebihi kasus dari variabel lain. Jadi besarnya kenaikan yaitu : 8. Kriteria nilai cukup = 46,84 – 32,65 = 14,49 9. Kriteria nilai sedang = 53,05 – 51,02 = 2,04 10. Kriteria nilai kurang = 10,20 11. Kriteria nilai kurang sekali = 6,12 Berarti dalam hal ini variabel bebas menghipnotis variabel terikat. Berarti pelayanan yang diberikan dapat meningkatkan prestasi berguru siswa Dari evaluasi diatas mampu kita ketahui sejauh mana kenaikan prestasi mencar ilmu PKn mereka secara lazim sehabis adanya tutorial dan penyuluhan yaitu : = (14,29 + 2,04 + 10,20 + 6,12) = 32,65 % BAB V PENUTUP C. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat kami kemukakan pada penelitian ini ialah : 1. Pada saat sekarang ini keberadaan bimbingan dan penyuluhan di sekolah – sekolah mutlak dibutuhkan, mengingat dalam proses mencar ilmu mengajar disekolah tidak jarang timbul sebuah dilema – duduk perkara gres yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya 2. Mengingat bahwa tujuan utama tutorial dan penyuluhan ialah menolong individu yang berurusan, jadi bukan berpusat pada dilema – persoalan saja maka perlu adanya kerja sama yang senantiasa terkoordinir antara petugas panduan dan penyuluhan dengan siswa, keluarga, sekolah dan masyarakat. Hal ini mengingat pengaruh lingkungan sekitar dari setiap individu yang tidak sama satu dengan lainnya. 3. Kehadiran panduan dan penyuluhan merupakan faktor pendorong bagi siswa untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan belajarnya serta meningkatkan aktifitas belajarnya. Kehadiran bimbingan dan penyuluhan jangan sampai mengakibatkan salah pemahaman bagi siswa sehingga menyebabkan timbulnya imbas yang tidak menguntungkan semua tugasnya. 4. Dalam menolong individua yanag berurusan, bimbingan dan penyuluhan hendaknya dapat menjaga keselarasan, keharmonisan dan keseimbangan dalam mengerjakan tugasnya. 5. Bimbingan dan penyuluhan yang dikerjakan dengan sarat loyalitas dan dedikasi yang tinggi serta mempunyai keahlian khusus dalam bidangnya, maka secara efektif dan efisien mampu membantu siswa yang mengalami problem dalam belajarnya dapat memajukan prestasi belajarnya 6. Peningkatan prestasi belajar bagi yang terdapat hambatan perlu adanya pembinaan dan panduan berguru, terutama dari petugas panduan dan penyuluhan disekolah. D. Saran – anjuran Untuk  meraih hasil yang optimal dari pada peran panduan dan penyuluhan perlu adanya : 1. Kritik dan nasehat yang membangun dari masyarakat sekitarnya, khususnya wali murid atau orang bau tanah. 2. Dalam mengerjakan tugasnya tutorial dan penyuluhan masih diharapkan pembenahan – pembenahan yang lebih baik lagi terutama pembenahan dalam bidang pengarahan, daerah khusus bimbungan dan penyuluhan utamanya termasuk juga menyediakan ruangan yang cocok dengan tugasnya. 3. Diharapkan penduduk lebih mengembangkan partisipasi aktifnya dalam menolong tugas bimbungan dan penyuluhan REKAPUTULASI DATA DOKUMENTASI PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PKn SEMESTER III DAN  IV Nomor Urut Kelas II Prestasi Belajar PKn Sebelum pelayanan bimbingan penyuluhan Setelah pelaksanaan tutorial dan penyuluhan 1 NENO 6 7 2 NENO 7 7 3 NENO 7 8 4 NENO 7 7 5 NENO 6 6 6 NENO 7 7 7 NENO 6 7 8 NENO 7 8 9 NENO 7 7 10 NENO 6 6 11 NENO 5 6 12 NENO 6 7 13 NENO 7 7 14 NENO 7 7 15 NENO 6 7 16 NENO 6 7 17 NENO 7 6 18 NENO 6 7 19 NENO 6 7 20 NENO 6 6 21 NENO 6 7 22 NENO 6 7 23 NENO 6 7 24 NENO 6 6 25 NENO 6 7 26 NENO 7 7 27 NENO 5 7 28 NENO 6 6 29 NENO 6 6 30 NENO 5 7 31 NENO 6 7 32 NENO 6 7 33 NENO 4 6 34 NENO 7 7 35 NENO 6 6 36 NENO 6 7 37 NENO 6 6 38 NENO 7 7 39 NENO 6 6 40 NENO 6 7 41 NENO 5 6 42 NENO 6 7 43 NENO 6 7 44 NENO 7 8 45 NENO 7 7 46 NENO 6 7 47 NENO 7 6 48 NENO 6 7 49 NENO 6 6 Jumlah Rata – Rata Kelas 6.20 6.77 PEDOMAN UNTUK OBSERVASI DENGAN MEMAKAI CHECK LIST TERHADAP KEGIATAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR 1. Kehadiran Siswa Selalu hadir Jarang hadir 2. Bahan atau buku pelajaran  yang hendak diberikan siswa : Selalu siap Jarang siap 3. Keaktifan siswa dalam melakukan tanya jawab di kelas : Selalu terlibat Jarang terlibat 4. Tanggapan yang diberikan oleh siswa pada waktu dikerjakan sistem diskusi : Selalu mengikuti Jarang mengikuti 5. Sikap siswa dalam proses mencar ilmu mengajar di dalam kelas : Selalu menonjol Jarang mencolok6. Tingkah laris siswa dalam mendapatkan pelajaran : Selalu baik Jarang Baik 7. Hasil yang dicapai dalam kegiatan belajarnya : Selalu membuat puas Jarang memuaskan 8. Pertanyaan yang diajukan terhadap guru pada waktu pelajaran berjalan : Selalu bertanya Jarang bertanya 9. Reaksi siswa kepada pelajaran yang diberikan dalam proses berguru mengajar : Selalu kasatmata Jarang aktual 10. Tanggapan siswa terhadap balasan atas pertanyaan siswa : Selalu mendapatkan Jarang menerima 11. Interaksi antara siswa yang satu dengan yang lainnyadalam proses mencar ilmu mengajar : Selalu kerja sama Jarang kerja sama 12. Kelambatan yang dialami siswa dalam proses mencar ilmu mengahar : Selalu ada Jarang ada 13. Sikap siswa apabila melanggar tata tertib, kemudian di perintahkan mentaati pada waktu proses belajarnya : Selalu diamati Jarang diperhatikan 14. Sikap siswa menerima teguran pada waktu proses belajar mengajar : Selalu mengamati Jarang memperhatikan 15. Resposif dalam menerima pelajaran : Selalu tanggap Jarang tanggap 16. Responsif dalam mendapatkan pelajran : Selalu mengajukan pertanyaan Jarang mengajukan pertanyaan 17. Tanggung jawab siswa dalam mempersiapkan pelajarannya : Selalu berperan Jarang berperan 18. Solidaritas kepada siswa yang lain pada waktu proses berguru mengajar di dalam kelas : Selalu baik Jarang solider 19. Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajran : Selalu siap Jarang siap 20. Interaksi antara siswa dan guru pada waktu proses mencar ilmu mengajar : Selalu baik Jarang untuk baik 21. Kemampuan siswa dalam mendemontrasikan pelajaran didepan kelas : Selalu tampil di depan Jarang tampil di depan PEDOMAN UNTUK ANGKET TERTUTUP KEGIATAN SISWA DALAM PROSES BELAJARNYA DI KELAS 1. Pernahkah kalian mengutarakan kesusahan atau duduk perkara – duduk perkara  belajar yang kalian hadapi kepada guru, wali kelas  atau petuagas tutorial dan penyuluhan : Sering mengutarakan Jarang mengutarakan 2. Apakah kalian pernah minta isyarat – petunjuk terhadap guru, wali kelas atau petugas tutorial dan penyuluhan dan mereka selalu melayani : Selalu dilayani Jarang dilayani 3. Bimbingan dan penyuluhan disekolah bagi siswa merupakan petugas yang senantiasa mendorong untuk belajar : Benar Tidak benar 4. Bimbingan dan penyuluhan di sekolah mampu menimbulkan petugas yang selalu mendorong untuk mencar ilmu : Benar Tidak benar 5. Bimbingan dan penyuluhan disekolah mampu mengakibatkan semangatr mencar ilmu yang tinggi : Benar Tidak benar 6. Bagaimana aktivitas – aktivitas bimbingan dan penyuluhan disekolah : Sering ada aktivitas Jarang ada kegiatan 7. Dengan adanya pelayanan panduan dan penyuluhan disekolah siswa makin sering mendapatkan pengarahan dari Bapak supaya mampu menemukan cara mencar ilmu yang bagus : Sering mendapat pengarahan Jarang menerima pengarahan 8. tutorial dan penyuluhan memberi gambaran yang luas bagi siswa dalam menghadapi kurun depannya : Benar Tidak benar 9. panduan dan penyuluhan menolong siswa menyelesaikan problem – dilema yng dihadapi : Benar Tidak benar 10. Apakah siswa sering minta pertimbangan dan usulan terhadap petugas bimbingan dan penyuluhan disekolah : Sering Jarang 11. Pengarahan dari Guru, wali kelas dan petugas bimbingan dan penyuluhan kelas anda bagaimana : Sering mendapatkan pengarahan Jarang mendapatkan pengarahan Dapatkan file secara lengkap berbentukpengaturan, gambar, tabel dan lain-lain dalam format microsoft word (.doc) pada link dibawah ini !! Dowwload PTK Format Microsoft Word (.doc) Fungsi Bimbingan Dan Penyuluhan (BP) Dalam Menunjang Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Sumber https://somadrug1.blogspot.com


EmoticonEmoticon