Jumat, 18 Desember 2020

Makalah Roket

Blog Makalah dan Karya tulis kali ini akan membuatkan Contoh Makalah tetang Makalah Roket. Download Makalah Makalah Roket pada bab simpulan post ini dalam bentuk file microsoft word, Sepertia apa bentuk dan isi makalah tersebut ? Berikut pola makalah tentang Makalah Roket Makalah Roket Makalah Roket MAKALAH TIK “Roket” Oleh : Deden Aran P Kelas IXb / No. Absn. 5 SMP NEGERI 4 GENTENG BANYUWANGI TAHUN AJARAN 2012-2013 HALAMAN PENGESARAH Judul : ROKET Nama : Deden Aran P Kelas : IXB No. Absen : 25 Mengetahui, Pembimbing Wali Kelas Ridwan Dra. Sriwinatun NIK : 991004011 NIP : 19670909 199601 2001 Kepala Sekolah Poniman, S.Pd M.Pd NIP : 196302121988031013 KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan isyarat -Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan peran TIK menciptakan makalah dengan judul  “Roket”,  sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Ucapan terima kasih yang tak lupa kami ucapkan kepada Bapak Ridwan sebagaipebimbing dan kepada semua pihak yang sudah membantu dan tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian data dalam makalah ini,. Oleh karena itu, penulis menghendaki  kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan  makalah ini. Semoga makalah ini berkhasiat dan mampu menambah pengetahuan  pembaca. Banyuwangi, … Penulis DAFTAR ISI Halaman Judul  i Halaman Pengesahan ii Kata Pengantar... iii Daftar Isi... iv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 2 C. Tujuan 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Sejarah 3 a. Roket 3 b. Jet 4 2.2. Prinsip Kerja 5 2.3. Perbedaan Mesin Roket dan Mesin Jet 8 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 9 B. Saran 9 DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada tahun 1232 roket dipakai oleh bangsa Cina untuk berperang melawan bangsa Mongolia. Roket yang digunakan sangatlah sederhana, cuma terbuat dari pipa yang ditutup pada salah satu sisinya dan diisi dengan bubuk mesiu. Sedang pada sisi lainnya dibiarkan terbuka, dan pipa tersebut disambungkan dengan suatu tongkat panjang. Beberapa abad lalu tepatnya pada era ke-17, Sir Isaac Newton mengemukakan bahwa pergerakan fisika dibagi menjadi 3 aturan. Pada ketiga aturan tersebut dijelaskan perihal bagaimana suatu roket melakukan pekerjaan dan mengapa sebuah roket mampu melakukan pekerjaan di ruang hampa udara ialah luar angkasa. Kemudian aturan pergerakan Newton mulai menerima imbas pada design-design roket. Seperti  Willem  Gravesande  seorang  profesor  asal  Belanda  mendesain  kendaraan beroda empat yang  digerakkan  oleh  tekanan  jet.  Roket  juga  dipergunakan  oleh  beberapa bangsa, seperti Inggris, Austria, India untuk berperang. Tetapi   pada   jaman   sekarang   roket   lebih   banyak   digunakan   untuk keperluan sains dan kebutuhan orang banyak. Contohnya di Indonesia terdapat lembaga yang mengatasi bidang penerbangan dan antariksa adalah LAPAN (Lembaga Penerbangan dan   Antariksa Negara). Berbagai jenis roket sudah dikembangkan di LAPAN, salah satunya yaitu roket yang digunakan untuk mengukur kelembaban maupun suhu pada sebuah ketinggian   sehingga dapat mengenali curah hujan sebuah daerah. Banyak dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan momentum. Hukum kekekalan momentum berlaku untuk aneka macam metode dan tidak hanya pada benda yang bertumpukan. Contoh tata cara lain yang dapat dianalisis memakai hukum kekekalan momentum antara lain produk teknologi modern dalam bentuk  pesawat Jet yang dapat begerak maju dan Roket yang mampu bergerak keluar angkasa. Gerak kedua alat ini disebut oleh keterlibatan besaran momentum dalam gaya dorong. Selain itu teladan lain yakni gerak pental senapan kebelakang pada ketika peluru meninggalkan senapan tersebut, palanet yang bergerak mengelilingi matahari, burung yang terbang, ikan berenang, dan orang yang berlari semuanya itu mempunyai momentum. Oleh alasannya itu pada pembahasan kali ini aku akan membicarakan wacana caradan prinsip kerja roket dan mesin Jet Karena cara dan prinsip kerja roket berhubungan dengan saat-saat. B. Rumusan Masalah 1) Bagaimana cara kerja Roket dan prinsip kerja mesin Jet ? 2) Apa perbedaan antara mesin Roket dan mesin Jet ? C. Tujuan Masalah 1) Untuk mengenali wacana cara kerja roket dan prinsip kerja roket. 2) Untuk cara kerja mesin Jet. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sejarah a. Roket Pada zaman antik Tulisan paling awal yang diketahui berupa rumus untuk pembuatan mesiu, Zongyao Wujing, tahun 1044. Ketersediaan abu hitam (mesiu) untuk mendorong proyektil yaitu pelopor pengembangan pertama dari roket berbahan bakar padat. Roket pada era awal cina. Tepat ketika penerbangan pertama dari roket terjadi yaitu dilombakan. Ada yang menyampaikan bahwa penggunaan roket pertama tercatat dalam peperangan oleh orang Cina di 1232 melawan Mongol. Ada laporan dari panah api dan 'panci besi' yang bisa didengar ssmpai 5 Liga (25 km, atau 15 mil) dikala mereka meledak alasannya benturan, mengakibatkan kehancuran sampai radius 600 meter (2.000 kaki), sepertinya akhir potongan peluru.  Penurunan jumlah pot besi mungkin merupakan jalan bagi yang prajurit terkepung untuk meledakkan penyerang. Panah api entah panah dengan materi peledak yg menempel, atau anak panah didorong oleh mesiu, seperti Hwacha Korea. Informasi yang lebih tidak kontroversial, dicatat bahwa salah satu perangkat yang paling permulaan memakai roket pembakaran internal adalah tikus-tanah, suatu jenis kembang api, yang dicatat pada 1264 menakuti Ibu Suri-Kung Sheng di sebuah pesta yang diadakan untuk menghormatinya oleh putranya sang Kaisar Lizong. Selanjutnya, salah satu dari teks-teks awal yang menyebutkan penggunaan roket adalahHuolongjing , ditulis oleh perwira artileri Cina Jiao Yu pada pertengahan kala ke-14. Teks ini juga menyebutkan penggunaan pertama yang diketahui dari roket multi-tahap, yaitu 'api-naga keluar dari air "(shui huo chu panjang), yang digunakan kebanyakan oleh Angkatan Laut Cina. b. Jet Mesin jet sebetulnya diawali dikala seorang insinyur Perancis, Rene Lorin pertama kali mengajukan paten bagi mesin propulsi jetnya pada tahun 1913. Mesin yang dipatenkan ialah mesin athodyd (aero-thermodynamic-duct) yang tidak mempunyai bab berputar atau lebih terkenal dengan istilah mesin pulse jet. Mesin tipe inilah yang lalu dikembang dan dijadikan mesin tenaga utama pendorong bom melayang Jerman, V-1 yang digunakan untuk mengebom Inggris. Mesin type W-1X inilah diujicoba pertama kali pada bulan Desember 1940 kemudian dimodifikasi dan dinyatakan layak untuk digunakan selaku tenaga dalam pesawat udara. Pesawat bermesin jet Inggris pertama kali diterbangkan oleh pilot uji Gerry Sayer pada tanggal 15 Mei 1941 dengan pesawat Gloster E.28/39. Secondo Campini dari Italia menciptakan mesin jet pada tahun 1933 dan bergabung dengan perancang pesawat Giavasi Caproni menciptakan pesawat CC-2 bermesin jet yang melayang perdana pada tanggal 27 Agustus 1940. Media massa Italia mencatatnya selaku pesawat terbang jet pertama di dunia. Di Asia, Jepang mulai melirik mesin jet untuk kepentingan penerbangan terutama militernya pada tahun 1937 saat Jepang membeli mesin Brown-Boveri yang dilengkapi turbocharger dari Swiss. Dari dasar inilah, tidak mengeherankan sesudah mendapatkan dari sekutunya, Jerman berupa rancangan pesawat tempur Messerschmicht Me-262, Jepang berbagi mesin jet Ne-20 untuk mentenagai pesawat jet tempur pertamanya Kikka, yang mirip dengan jet tempur Jerman tersebut. 2.2 Prinsip Kerja a. Prinsip Kerja Roket Dorongan roket dan jet ialah penerapan yang menawan dari hukum III Newton dan Kekekalan saat-saat. Roket memiliki tangki yang berisi materi bakar hodrogen cair dan oksigen cair. Bahan bakar tersebut dibakar dalam ruang pembakaran sehingga menghasilkan gas lalu dibuang melalui verbal pipa yang terletak dibelakang roket. Akibatnya terjadi perubahan momentum pada gas selama selang waktu tertentu. Berdasarkan hukum II Newton, perubahan momentum selama sebuah selang waktu tertentu = gaya total. Kaprikornus mampu dikatakan bahwa terdapat gaya total pada gas yang disemburkan roket ke belakang. Gaya total tersebut ialah gaya agresi yang diberikan oleh roket terhadap gas, di mana arahnya ke bawah. Sebagai balasan, gas memperlihatkan gaya reaksi terhadap roket, di mana besar gaya reaksi = gaya agresi, cuma arahnya bertentangan. Gaya reaksi yang diberikan oleh gas tersebut yang mendorong roket ke atas Dasar Teori Prinsip propulsi roket akan dianalogikan dengan menggunakan roket air sederhana. Prinsipnya yaitu botol akan meluncur jikalau botol diberi tekanan udara yang tinggi ( dari pompa ) dan di dalamnya diberi sedikit air untuk menciptakan tenaga semburan yang lebih besar.Prinsip kerja propulsi roketini ialah penerapan dari hukum ketiga Newton dan kekelan saat-saat. Cara Kerja Roket: Pada permulaan pertumbuhan roket, roket digerakan dari hasil pembakaran bahan bakar minyak gas dan oksigen cair, untuk menciptakan gas panas yang meledak ke bawah dan mendorong roket ke atas. Untuk roket V-2 yang dikembangkan Hitler, menggunakan turbin uap untuk memompa alkohol dan oksigen cair ke dalam ruang bakar yang menghasilkan ledakan beruntun yang mendorong roket ke atas. Prinsip kerja roket ialah penerapan dari Hukum Newton III ihwal gerak, dimana energi panas diubah menjadi energi gerak. Prinsip kerja dari roket berbahan bakar cair dan padat sama, di manahasil pembakaran menghasilkan gaya dorong ke atas. Kelebihan dari roket berbahan bakar padat bisa menyimpan bahan bakar dengan dengan jumlah besar untuk ruang penyimpanan yang sama, ka rena sudah dipadatkan, sedangkan materi bakar cair tidak mampu dimampatkan. b. Prinsip Kerja Mesin Jet Mesin jet ialah sebuah jenis mesin pembakaran dalam menghirup udara yang sering digunakan dalam pesawat. Prinsip seluruh mesin jet pada dasarnya sama; mereka mempercepat massa (udara dan hasil pembakaran) ke satu arah dan dari aturan gerak Newton ketiga mesin akan mengalami dorongan ke arah yang bertentangan. Yang tergolong mesin jet antara lain turbojet, turbofan, rocket, ramjet, dan pump-jet. Mesin ini menghirup udara dari depan dan mengkompresinya. Udara digabungkan dengan materi bakar, dan dibakar. Pembakaran menambah banyak kenaikan energi dari gas yang lalu dibuang ke belakang mesin. Proses ini mirip dengan siklus empat-gerak, dengan induksi, kompresi, penyalaan, dan pembuangan terjadi secara berkesinambungan. Mesin menghasilkan dorongan alasannya percepatan udara yang melaluinya; gaya yang sama dan berlawanan yang dihasilkan adalah dorongan bagi mesin. Mesin jet mengambil massa udara yang relatif sedikit dan mempercepatnya dengan jumlah yang besar, di mana suatu pendorong mengambil massa udara secara besar dan mempercepatnya dalam jumlah kecil. Pembuangan kecepatan tinggi dari mesin jet menjadikannya efisien pada kecepatan tinggi (khususnya kecepatan supersonik) dan ketinggian tinggi. Pada pesawat pelan dan yang memerlukan jarak melayang pendek, pendorong yang menggunakan turbin gas, yang lazimnya diketahui selaku turboprop, lebih umum dan lebih efisien. Pesawat sangat kecil biasanya memakai mesin piston untuk melakukan pendorong tetap turboprop kecil makin usang semakin kecil dengan berkembangnya teknologi teknik. Efisiensi pembakaran suatu mesin jet, seperti mesin pembakaran dalam yang lain, dipengaruhi besar oleh rasio volume udara yang dikompresi dengan volume pembuangan. Dalam mesin turbin kompresi udara dan bentuk “duct” yang melewati ruang pembakaran menangkal anutan balik dari situ dan menciptakan pembakaran berkesinambungan dimungkinkan dan proses pendorongan. Mesin turbojet modern modular dalam desain dan rancangan. Inti penghasilan-tenaga utama, sama dalam seluruh mesin jet, disebut selaku generator gas. Dan juga modul komplemen yang lain mirip gearset pengurang dorongan (turboprop/turboshaft), kipas lewat, dan “afterburner”. Jenis alat embel-embel dipasang menurut penggunaan pesawat. Mesin Jet 2.3 Perbedaan Mesin Roket dan Mesin Jet Perbedan pokok mesin roket dan mesin jet adalah, jet membutuhkan oksigen yang ada di atmorfer guna memperabukan bahan bakarnya. Karena itu mesin jet tidak mampu digunakan di luar angkasa yang tidak ada atmosfernya. Sedangkan roket menjinjing sendiri persediaan oksigenya. Bahan penghasil oksigen pada roket itu disebut oxidant. BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Dari bahasan perihal cara kerja roket dan mesin jet dapat kita simpulkan bahwa 1) Prinsip kerja roket berbahan bakar cair. dan padat sama, dimana hasil pembakaran manghasilkan daya dorong ke atas. 2) Berdasarkan hukum II Newton, perubahan momentum selama suatu selang waktu tertentu = gaya total 3) Prinsip propulsi roket akan dianalogikan dengan menggunakan roket air sederhana 4) Mesin jet ialah suatu jenis mesin pembakaran dalam menghirup udara yang sering dipakai dalam pesawat 5) Efisiensi pembakaran sebuah mesin jet dipengaruhi besar oleh rasio volume udara yang dikompresi dengan volume pembuangan. 6) Mesin jet membutuhkan oksigen yang ada di atmorfer guna mengkremasi materi bakarnya. 7) Mesin roket membawa sendiri persediaan oksigenya ialah oxidant. 3.2. Saran Untuk mencapai sesuatu yang kita kehendaki kita mesti berusaha, supaya apa yangkita kerjakan membuahkan hasil yang berguna. DAFTAR PUSTAKA Dowwload Makalah Roket Format Microsoft Word (.doc) Cover


EmoticonEmoticon