Berikut ini kami bagikan file Makalah SBK atau Makalah Seni Budaya dan Ketrampilan dalam bentuk Microsoft word, seperti apa bentuk dan isi makalah tersebut silahkan cek lewat Daftar isi : Contents Cover Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN BEB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA Cover MAKALAH SENI BUDAYA SENI RUPA MODERN Oleh : SEPTIA VITA SARI No. Absen 29 SMAN 1 CLURING BENCULUK – CLURING – BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2016-2017 Back to Content ? Kata Pengantar KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, alasannya adalah dengan Karunia-Nya kami dapat menuntaskan makalah ini. Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi peran Seni Budaya serta rasa keingintahuan kami terhadap kebudayaan Indonesia terutama seni rupa. Makalah ini berisi beberapa info wacana sejarah musik di indonesia. Manusia hidup di dunia ini tidak akan terpisahkan dengan yang namanya seni. Sehingga seni akan terus ada sepanjang insan di dunia ini ada. Menurut Ki Hajar Dewantara : seni yakni indah, menurutnya seni yaitu segala tindakan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga mampu menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya. Dengan seni diperlukan kita sebagai makhluk sosial dapat menggerakkan perasaan kita untuk peka terhadap apa yang terjadi dan berkembng dimasyarakat. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari tepat, oleh karena itu kritik dan nasehat dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah-makalah berikutnya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. Back to Content ? Daftar Isi DAFTAR ISI Kata pengirim Daftar isi BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang B.Rumusan Masalah C.Tujuan D.Manfaat BAB II PEMBAHASAN A.Pengertian Seni Rupa Modern B.Ciri cirri dan Unsur Modernisme C.Aliran – Aliran Senirupa BAB III PENUTUP A.Kesimpulan B.Saran Back to Content ? BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebagai seorang yang suka dengan seni rupa terbaru pertama kita mesti mengenali sejarah seni rupa modern. Pada kemajuan seni lukis terbaru dengan pengekspresian karya seni lukis secara estetis inilah karya seni menjadi sungguh produktif dan inovatif, sedangkan tokoh-tokohnya sungguh banyak baik di Indonesia maupun dimanapun kawasan di dunia ini. Abad ke 19 ialah kala pertama yang penuh arti dalam sejarah seni lukis terbaru. Pada kurun itu bermunculan aneka macam macam corak dan gaya seni lukis yang secara tidak pribadi membedakan dengan sebelumnya. Yang menjadi pusatnya mula-mula adalah Perancis dengan kota Parisnya. Kemudian Amerika Serikat dengan New York-nya juga memegang peranan penting.Bila dipakai periodisasi sejarah seni rupa terbaru barat berdasarkan Canaday, mulai dari David dengan aliran neoklasikisme, romantisisme golongan Barbinson, realisme, impresionisme. Kemudian disusul dengan munculnya aneka ragam gaya lukisan masa ke 20 mirip fauvisme, Die Bruke, Der Balu Reiter, kubisme, suprematisme, obyektivitas gres, optical art, neo-dadaisme, dan sebagainya. Kemudian di Inggris dan Amerika Serikat lahir pop-Art, adalah untuk menyebut kecendrungan internasional diantara pelukis dan pematung yang mengembalikan ide-ide mereka ke dunia obyek yang mampu diraba, selaku reaksi kepada semua jenis yang abstrak.Kadang juga pop-art disebut realisme gres.Aliran ini menggambarkan kecendrungan menggunakan benda-benda mirip boneka, mesin-mesin, botol dan kaleng minuman serta barang rongsokan. Ditinjau dari penggunaan material atau media pengungkapan nilai-nilai wangsit verbal estetis, sesuai denga tuntutan zamannya.Seniman-seniman inovatif sudah memanfaatkan dan mengeksploitasi bahan dan teknik-teknik gres hasil perkembangan ilmu dan teknologi era ke 20. Seni lukis modern merupakan ekspresi estetis dari segala jenis ilham yang mampu diwujudkan oleh pelukis dalam bentuk-bentuk yang kongkrit dimana keleluasaan serta sikap bathin pelukis sangat menentukan proses pembuatan lukisan. Sesudah pop-art, berkembang pula ajaran gres yang dikenal dengan nama environtment-art dan happening-art, sebagai inovasi dan pembaharuan balasan kemajuan teknologi yang hendak tak inginmembawa dampak besar di bidang seni rupa. Di Indonesia Pada waktu Eropa dilanda pergolakan melawan tradisi, Indonesia masih dalam situasi perjuangan melawan penjajah, sehingga sulit mencari tanda kelahiran seni lukis terbaru, ada yang menganggap bahwa seni lukis modern Indonesia dimulai dari Raden Saleh, sebab ia merupakan pelukis yang menerima pendidikan di barat dan dipengaruhi pelukis romantik Perancis Delacroix. Makara sesudah zamannya David yang ialah permulaan seni lukis terbaru. Lukisan bertema keindahan Indonesia (Mooi Indie) berjalan sekitar 1920-1938 bisa dianggap sebagai seni lukis modern dalam sejarah senirupa Indonesia. Lukisan-lukisan bernuansa panorama dengan teknik dan perspektif yang berkesan tiga dimensi tidak dikenal dalam senilukis yang ada sebelumnya. Periode berikutnya, lukisan karya pelukis yang terhimpun dalam Persatuan Ahli Gambar Indonesia atau disingkat Persagi (1932-1947). Lukisan mereka dianggap selaku senilukis modern. Tokoh yag sangat diketahui dalam perhimpunan ini ialah pelukis Sudjojono, yang dijuluki sebagai bapak senilukis modern Indonesia. Karya mereka ialah mulut pribadi, mengungkapkan kreativitas dan kebaruan. Pelukis zaman Jepang (1942-1945) pelukis zaman Jepang juga dianggap selaku karya senilukis terbaru. Karya para pelukis zaman ini banyak digunakan untuk propaganda perang, tetapi corak dan temanya merupakan lisan langsung yang memuat nilai kebaruan dan kreativitas pelukisnya. Pelukis periode Sanggar (1945-1950) yang banyak timbul setelah Indonesia merdeka juga mengekspresikan wangsit-inspirasi langsung pelukisnya. Mereka yaitu pelukis belajar sendiri yang berguru di sanggar-sanggar, pada zaman itu belum didirikan perguruan tinggi seni. Lukisan-lukisan mereka memuat kebaruan dan kreativitas sehingga mampu dikategorikan sebagai lukisan terbaru. Pelukis Akademis (1950) adalah pelukis yang sudah mencar ilmu di sekolah tinggi tinggi seni. Setelah tahun 1950an bangkit Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Yogyakarta dan Departemen Seni Rupa di ITB Bandung. Para pelukis lulusan sekolah seni mengekspresikan ide-ide individu pelukisnya. Mereka mengekspresikan kebaruan dan kreativitas. Kecenderungan waktu itu, para pelukis Yogyakarta condong membuat lukisan realis. Adapun pelukis Bandung condong melukis abstrak atau bernuansa keagamaan (kaligrafi). Daya dorong kearah kemajuan lisan estetis yang kreatif dan orisinal dimulai semenjak tahun 1922.Para perintisnya adalah Sudjojono, Basuki Reksobowo, Rusli, Abas Alibasyah. Corak lukisannya bermacam-macam sesuai dengan dinamika kreatifitasnya. Dimasa kini, bila seorang pelukis menyaksikan sebuah obyek, maka lukisan yang dihasilkan tidak harus obyek yang mengakibatkan wangsit.Ia bebas mengolah menurut kreatifitasnya, berdasarkan ekspresi estetisnya. Pada periode sekarang seni lukis modern Indonesia bercorak absurd. Namun perlu dijelaskan bahwa untuk disebut terbaru suatu lukisan tidak mesti absurd. Berbagai gejala yang muncul di Indonesia bahwasanya bagaikan refleksi yang sudah terjadi di barat, meskipun dari sisi isi atau temanya berlawanan. Perkembangan seni lukis Indonesia ditandai dengan beberapa periodisasi, dimana sesungguhnya pada masa kontradiksi ideologi telah banyak pelukis yang melukis dengan objek-objek lukisan absurd. Seni lukis terbaru di Indonesia sekarang berkembang pesat. Sejumlah lukisan sukses memenangkan kompetensi senilukis tingkat internasional. Patron seni lukis modern adalah para pengumpul lukisan, pedagang lukisan atau pecinta lukisan dari masyarkakat biasa.Kini seni lukis modern memberi kemungkinan yang tak terbatas, demikian pula material hasil industri teknologi yang banyak menghipnotis ekspresi estetis seniman dalam perkembangan seni lukis terbaru. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana ciri –ciri dan bagian modernnisme ( rancangan dan seni rupa ) ? 2. Bagaimana kita mampu membedakan setiap lukisan seni rupa terbaru termasuk dalam pemikiran mana ? 3. Apakah didalam melukis kita telah sesuai dengan ciri-ciri dan unsur modernnisme dan lukisan kita masuk pemikiran mana ? C. Tujuan 1. Memberi warna gres kepada kebutuhan manusia baik secara fisik seperti : munculnya bentuk – bentuk desain arsitektur yang baru dan rancangan-desain lainnya seperti alat-alat transportasi, fashion dll 2. Memberi warna baru kepada keperluan insan baik secara psikis mirip : Mengurangi kejenuhan penikmat karya seni, alasannya muncul berbagai ajaran gres seperti pada seni lukis dan cabang seni lainnya. 3. Setiap lukisan kita mampu jelaskan melalui ciri – ciri dan komponen modernninsme dan tentang alirannya. D. Manfaat 1. Meningkatkan popularitas para seniman, sebab seni modern selalu menyertakan nama senimannya pada setiap karya yang diciptakan. 2. Memberikan fasilitas masyarakat, alasannya banyak penemuan-penemuan gres dari hasil eksperimen para seniman terbaru. 3. Memberikan gaya tarik tersendiri bagi penikmat seni dengan banyaknya anutan seni rupa modern. Back to Content ? BAB II PEMBAHASAN BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Seni Rupa Modern Seni rupa modern yakni seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan sebuah budbahasa atau kawasan, namun tetap berdasarkan suatu filosofi dan anutan-anutan seni rupa. Seni rupa terbaru yaitu suatu karya seni rupa yang merupakan hasil kreativitas untuk membuat karya yang baru atau dengan kata lain karya seni rupa pembaruan.Seni modern lahir dari dorongan untuk menjaga kriteria nilai estetik yang kini sedang terancam oleh tata cara problem Seni terbaru dengan melahirkan Conceptual Art atau Seni Konseptual ialah gerakan dalam menempatkan wangsit, ide atau konsep selaku persoalan yang utama dalam seni. Sedangkan bentuk, material dan objek seninya hanyalah ialah balasan/imbas samping dari konsep seniman. B. Ciri-ciri dan Unsur Modernisme (Desain dan Seni Rupa) 1) Ciri-ciri seni terbaru (Desain dan Seni Rupa) •Konsep penciptaannya tetap berbasis pada suatu filosofi, tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas. •Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu. •Minimalis •Rasionalitas/Rationality •Dominan bentuk-bentuk geometris •Tidak ada komponen ornament •Universal •Fungsionalitas diprioritaskan •Orisinalitas/kemurnian/purity •Penguatan dalam desain •Kreativitas •Memutus korelasi dengan sejarah 2) Unsur-komponen Modernisme •Eksperimen •Pembaruan (Inovation) •Kebaruan (Novelty) •Orisinalitas C. Aliran-fatwa Seni Rupa 1) Aliran Neo-Klasik Pecahnya revolusi Perancis pada tahun 1789, merupakan titik akhir dari kekuasaan feodalisme di Perancis yang pengaruhnya terasa juga ke bab-bagian dunia yang lain. Revolusi ini tidak cuma pergeseran tata politik dan tata social, tetapi juga menyangkut kehidupan seni. Para seniman menjadi bebas dalam memperturutkan panggilan hati masing-masing, dimana mereka berkarya bukan karena adanya pesanan, melainkan semata-mata ingin melukis saja. Maka dengan demikian mulailah riwayat seni lukis terbaru dalam sejarah yang ditandai dengan individualisasi dan isolasi diri. Jacques Louis David yaitu pelukis pertama dalam babakan terbaru. Pada tahun 1784, David melukiskan “SUMPAH HORATII”. Lukisan ini menggambarkan Horatius , bapak yang bangkit di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah tiga anak laki-lakinya yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya menangis di sebelah kanan. Lukisan ini tidak digunakan untuk kenikmatan, melainkan untuk mendidik, menanamkan kesadaran anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara. J.L. David merupakan penggagas anutan Neo-Klasik, dimana lukisan Neo-Klasik bersifat Rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan beraturan serta bersifat klasik. •Ciri-ciri Lukisan Neo-Klasik : a.Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis. b.Bentuk senantiasa sebanding dan harmonis. Batasan-batas-batas warna bersifat bersih dan statis. d.Raut paras hening dan berkesan agung. e.Berisi kisah lingkungan istana. f.Cenderung dilebih-lebihkan. Tokoh penerus J.L. David dalam Neo-Klasik yaitu JEAN AUGUAST DOMINIQUE INGRES (1780-1867) 2) Aliran Romantik Aliran Romantik merupakan pemberontakan terhadap aliran Neo-Klasik, dimana Jean Jacques Rousseau mengajak kembali pada alam, sebagai manusia yang tidak cuma mempunyai pikiran tetapi juga memiliki perasaan dan emosi. •Lukisan-lukisan romantik cenderung menampilkan : Hal yang memiliki masalah dengan perasaan seseorang (sungguh ditentang dalam aliran Neo- Klasik) Eksotik, kerinduan pada kala lalu Digunakan untuk perasaan dari penontonnya Kecantikan dan ketampanan senantiasa dilukiskan •Ciri-ciri ajaran Romantis : a.Lukisan mengandung kisah yang dahsyat dan emosional. b.Penuh gerak dan dinamis. c.Warna bersifat kontras dan semarak. d.Pengaturan komposisi dinamis. e.Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan. f.Kedahsyatan melampaui kenyataan. Tokoh-tokohnya antara lain :Eugene Delacroix, Theodore Gericault, Jean Baptiste, Jean Francois Millet Tokoh yang benar-benarpemberontak dan pertama kali menancapkan panji-panji romantisme adalah Teodore Gericault (1791-1824) dengan karyanya yang berjudul “RAKIT MENDUSA”. Romantisme berasal dari bahasa Perancis “Roman” (dongeng), sehingga fatwa ini senantiasa melukiskan sebuah dongeng tentang tindakan besar atau tragedy yang dahsyat. 3. Aliran Realisme Realisme ialah fatwa yang menatap dunia tanpa delusi, mereka menggunakan penghayatan untuk memperoleh dunia. Salah seorang tokoh Realisme yang berjulukan “Courbet” dari Perancis mengatakan : “TUNJUKANLAH KEPADAKU MALAIKAT, MAKA AKU AKAN MELUKISNYA, artinya beliau tidak akan melukis sesuatu yang tidak ditunjukkan kepadanya (sesuatu yang tidak real/faktual). Aliran Realisme senantiasa melukiskan apa saja yang dijumpainya tanpa pandang bulu dan tanpa ada idealisasi, distorsi atau pembuatan-pengolahan lainnya. Gustave Courbet (1819-1877) menatap bahwa lukisan itu intinya seni yang kongkrit. Lukisan-lukisan Courbet selalu memperlihatkan kenyataan hidup yang pahit mirip “Lukisan Pemecah Batu” dll. Tokoh : Jean Francois, Millet dan Honore Daumier. 4. Aliran Naturalisme Aliran Naturalisme adalah fatwa yang mencintai dan memuja alam dengan segenap isinya. Penganut pemikiran ini berupaya untuk melukiskan kondisi alam, terutama dari aspek yang mempesona, sehingga lukisan Naturalisme senantiasa bertemakan keindahan alam dan isinya. Monet ialah salah satu tokoh pelukis Naturalisme, tetapi kadang-kadang lukisannya mendekati Realisme. Meskipun lukisan Naturalistiknya Monet yang mendekati Realisme, tetapi sangat berbeda dengan lukisan Gustave Courbert sebagai tokoh realisme. Realismenya Courbert bersifat sosialistik yang moralitasnya cukup tinggi, sedangkan realismenya Monet condong melukiskan yang indah-indah dan amoral, alasannya adalah prinsip Monet yakni “seni untuk kepentingan seni, bukan untuk apapun. Para pelukis Naturalisme sering dijuluki sebagai pelukis pemandangan. Tokoh Naturalisme yang berasal dari Inggris yaitu Thomas Gainsbrough (1727-1788). Tokohnya antara lain John Constable, William Hogart, Frans Hall. 5. Aliran Impresionis Apabila ada orang mendengar ungkapan Impresionisme, maka perkumpulan mereka lazimnya tertuju pada lukisan-lukisan yang impresif, ialah lukisan yang agak kabur dan tidak mendetail. Claud Monet bukan tokoh impresionisme, tetapi anutan impresionisme banyak diilhami oleh inovasi-penemuan Claud Monet dalam setiap lukisannya. Seorang tokoh impresionisme dari Prancis berjulukan Piere Auguste Renoir (1841-1919). Pelukis ini sangat gemar melukis wanita, baik dalam keadaan berpakaian maupun tanpa pakaian. Lukisan impresionis sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, alasannya adalah melukis dijalankan di luar studio. Lukisan impresionis lazimnya tidak mempunyai kontur yang terang dan nampak hanya efek-efek warna yang membentuk wujud tertentu. Tokohnya : Eduard Manet, Claude Monet,Auguste Renoir, Edward Degas dan Mary Cassat. 6. Aliran Ekspresionisme Pada tahun 1990-an, para pelukis mulai tidak puas dengan karya yang hanya menonjolkan bentuk-bentuk objek. Mereka mulai menggali hal-hal yang bekerjasama dengan batin, sehingga muncullah pedoman ekspresionisme. 9 Vincent Van Gogh (1850) yakni tokoh yang menjadi tonggak kehadiran aliran ekspresionisme dan tokoh lain yang mengikuti yakni Paul Cezanne, Paul Gauguin, Emil Nolde dan di Indonesia ialah Affandi. Ekspresionisme merupakan pedoman yang melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan ke arah suasana kesedihan, kekerasan ataupun tekanan batin. Pelopornya yakni Vincent Van Gogh, Paul Klee, Emile Nolde, W . Kandinsky, dan Edvard Munch. 7. Aliran Fauvisme Nama fauvisme berasal dari diskusikan Prancis “Les Fauves”, yang artinya hewan liar. Aliran fauvisme sangat mengagungkan keleluasaan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya seperti pohon berwana 0ranye/jingga atau yang lain. Lukisan-lukisan fauvis benar-benarmembebaskan diri dari batas-batas-batas-batas pemikiran sebelumnya. Pelukis fauvisme condong melukis apa yang mereka sukai tanpa memikirkan isi dan arti dari suatu lukisan yang dibentuk. Maurice De Vlaminck, merupakan tokoh fauvisme yang banyak terinspirasi oleh tabrakan warna Vincent Van Gogh, sampai-hingga beliau berkata,” Saya lebih menyayangi Van Gogh dari pada Ayah saya.” Tokoh-tokohnya antara lain Henry Matisse, Andre Derain, Maurice de Vlaminc. 8. Aliran Kubisme Aliran kubisme dilatar belakangi oleh desain Paul Cezanne yang mengatakanbahwa bentuk dasar dari segala bentuk ialah silinder , bola, balok dan semua bentuk yang ada di dalam di pengaruhi oleh perspektif, sehingga bidang tertuju pada satu titik tengah. Karya Picasso menjadi insfirasi kehadiran karya- karya kubisme, alasannya adalah motif geometris digunakan oleh Picasso. Lukisan kubisme mengedepankan bentuk-bentuk germetris. Tokoh kubisme yang sungguh terkenal yaitu Picasso dan Paul Cezanne, tetapi di samping kedua tokoh ini masih banyak tokoh lain yg menganut Kubisme mirip Juan Gris dll. 9. Aliran Abstraksionisme Aliran Abstraksionime ialah fatwa yg berusaha melepaskan diri dari sensasi-sensasi atau asosiasis figuratif suatu obyek. Aliran Abstraksionis di bedakan menjadi dua yaitu. a) Abstrak kubistis, yakni abstrak dalam bentuk geometrik murni mirip lingkaran kubus dan segi tigaTokoh aliraran ini berasal dari Rusia ialah Malivich [1913] b) Abstrak Nonfiguratif, yakni abstrak dalam arti seni lukis haruslah murni sebagai ugkapan perasaan, di mana garis mewakili garis ,warna mewakili warna dan sebagainya. Bentuk alami ditinggalkan sama sekali. Tokohnya yakni Wassily kadinsky, Naum Goba. 10. Aliran Futuris Aliran Futuris timbul di Itali pada tahun 1909, sebagai reaksi kepada pedoman kubisme yang dianggap dinamis penuh gerak, sebab itu temanya condong menggambarkan aktivitas-kegiatan seperti,pesta arak-arakan, perang dll. Tokoh anutan ini antara lain Carlo Carra, Buido Severini, Umbirto Boccioni, F.T Marineti 11. Aliran dadaisme Aliran dadaisme ialah pemberontak rancangan dari desain aliran sebelumnya. Aliran ini mepunyai perilaku memerdekakan diri dari aturan-hukum seni yg telah berlaku. Ciri pedoman ini sinis, nihil dan berupaya meleyapkan ilusi. Aliran ini dilatar belakangi oleh perang dunia pertama yg tak kunjung berhenti. Perang yg tak kunjung padam memberi kesan hilangnya nilai sosial dari nilai estetika di wajah bumi, sehinga persepsi dadaisme tidak ada estetika dalam karya seni. Tokoh Dadisme yakni Paul klee, Scwitters Tritan Tzara, Maron Janco dll. 12. Aliran Surealisme Aliran surealis banyak di pengaruhi oleh teori analisis psikologis. Sigmund Freud tentang ketidak sadaran dalam anatomisme dan keinginan. Surealisme sering tampil tidak logis dan penuh fantasi, seakan-akan melukis dalam mimpi. Tokoh surealis ialah Salvador Dali, Maxt Ernest, Jona Mirod Back to Content ? BEB III PENUTUP BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Sebagai penerus seniman seni rupa modern, sebelum kita mengekpresikan rekaman objek yang kita tuangkan pada kanvas kita harus perhatikan apakah sudah menyanggupi ciri – ciri dan komponen modernnisme ( rancangan dan seni rupa ). Untuk ciri - ciri seni terbaru : Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi, tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas, Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu, Minimalis, Rasionalitas/Rationality, Dominan bentuk-bentuk geometris, Tidak ada bagian ornament, Universal, Fungsionalitas diprioritaskan, Orisinalitas/kemurnian/purity, Penguatan dalam desain, Kreativitas, Memutus kekerabatan dengan sejarah. Unsur – bagian modernnisme : Eksperimen, Pembaruan (Inovation), Kebaruan (Novelty), Orisinalitas. Disamping itu mengenai pedoman – pedoman seni rupa yang perlu kita amati adalah : Aliran Neo-Klasik, Aliran Romantik, Aliran Realisme, Aliran Naturalisme, Aliran Impresionis, Aliran Ekspresionisme, Aliran Fauvisme, Aliran Kubisme, Aliran Abstraksionisme, Aliran Futuris, Aliran Dadaisme, Aliran Surealisme. B. Saran Dalam pengerjaan karya seni, sebelumnya kita mesti ketahui ciri – ciri dan bagian – unsur modernnisme ( desain dan seni rupa ) selanjutnya kita pahami pemikiran – aliran seni, sehingga kita dapat menjelaskan hasil karya kita kepada penikmat seni. Back to Content ? DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA (diakses 26/11/16) Back to Content ? Dapatkan file secara lengkap berupa pengaturan, gambar, tabel dan lain-lain dalam format microsoft word (.doc) pada link dibawah ini !! Dowwload Makalah Format Microsoft Word (.doc) Makalah Seni Budaya Sumber https://somadrug1.blogspot.com
pop
Senin, 07 Desember 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon