Blog Makalah dan Karya tulis kali ini akan membuatkan Contoh Makalah tetang Mesin Motor . Download Makalah Mesin Motor pada bagian simpulan post ini dalam bentuk file microsoft word, Sepertia apa bentuk dan isi makalah tersebut ? Berikut contoh makalah ihwal Mesin Motor Mesin Motor Mesin Motor MAKALAH TIK “MESIN motor” Oleh : Rika Anggraini Kelas IXb / No. Absn. 15 Sekolah Menengah Pertama NEGERI 4 GENTENG BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2012-2013 HALAMAN PENGESAHAN Judul : TEKNOLOGI MESIN MOTOR Nama : Rika Anggraini Kelas : IXB No. Absen : 15 Mengetahui, Pembimbing Wali Kelas Ridwan Dra. Sriwinatun NIK : 991004011 NIP : 19670909 199601 2001 Kepala Sekolah Poniman, S.Pd M.Pd NIP : 196302121988031013 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kedatangan Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan isyarat -Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas TIK membuat makalah dengan judul “Mesin Motor”, sesuai dengan acara yang telah direncanakan. Ucapan terima kasih yang tak lupa kami ucapkan kepada Bapak Ridwan sebagaipebimbing, alasannya adalah peran yang beliau berikan mampu memperlihatkan banyak pengetahuan yang tidak aku miliki dan ucapan terhadap semua pihak yang sudah membantu dan tidak mampu kami sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa masih banyak kelemahan dan keterbatasan dalam penyuguhan data dalam makalah ini, seperti pribasa Tak ada gadung yang tak retak”. Oleh alasannya itu, penulis mengharapkan kritik dan rekomendasi yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini berguna dan dapat menambah wawasan pembaca. Banyuwangi, … Penulis DAFTAR ISI Halaman Judul i Halaman Pengesahan ii Kata Pengantar... iii Daftar Isi... iv BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Tujuan 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Definisi Motor Bakar 3 2.2. Klasifikasi Motor 4 2.3. Siklus Termodinamika 5 2.4. Siklus Otto 6 2.5. Sistem Kerja Motor Bakar 8 2.6. Proses Pembakaran 11 2.7. Bahan Bakar 18 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 20 B. Saran 20 DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi gosip dan komunikasi sudah menawarkan jati dirinya dalam peradaban insan cukup umur ini. Sudah tentu tidak dapat diingkari dan dipandang sebelah mata, tugas perkembangan teknologi isu sudah menawarkan share yang signifikan kepada nilai tambah ekonomi. Efisiensi dalam berbagai bidang, terutama dalam dilema waktu, tenaga dan ongkos lewat kecepatan dan ketepatan berita, serta tampilan fisik telah mampu ditingkatkan dengan sungguh drastis, sekaligus berarti sudah mampu mengefisienkan penggunaan kawasan dalam artian kapasitas ruang. Kelompok penduduk yang maniak terhadap perkembangan teknologi info, memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam memprovokasi, dan memperlihatkan efek terhadap lingkungan. Dengan bumbu kedigdayaan dan kemudahan yang disediakan, serta pemahaman faedah irit yang diberikan melalui fasilitas dan daya guna yang ditimbulkan oleh kemajuan tersebut, telah bisa menyeret lingkungan untuk menjadi pengikutnya, sehingga menjadi anggota yang secara tidak pribadi justru menjadi lebih fanatik terhadap ketergantungannya pada pertumbuhan teknologi tersebut. Jika penduduk telah terlena kepada ketergantungan akan pemanfaatan pertumbuhan teknologi, mestikah mesti apriori terhadap perkembangan sektor yang satu ini? Hanya yang perlu disinkronkan yaitu bagaimana pesatnya pertumbuhan teknologi tersebut, dapat diimbangi oleh kedewasaan pola pikir masyarakat dalam peradaban masingmasing. Sehingga semua faedah kasatmata yang terkandung di dalamnya mampu dimanifestasikan agar bisa membantu dan membuat lebih mudah kehidupan masyarakat. Harkat kemanusiaan masih tetap tersadar seiring dengan kemajuan teknologi, inilah menjadi keharusan semua pihak untuk terus ditanamkan agar keseimbangan mampu dipertahankan. Tidak mampu dimungkiri dengan kompleksnya problem yang dihadapi dalam kehidupan, telah bisa dibayangkan bagaimana krodit dan ruwetnya kalau tidak diimbangi dengan perkembangan teknologi. Teknologi sudah menciptakan semuanya menjadi lebih sederhana dan sungguh praktis. Perkembangan dari yang sederhana sampai dengan kini ini telah banyak menghabiskan tahun dan ongkos eksplorasi serta penelitian, sehingga sepantasnyalah penduduk dalam mempergunakan produk teknologi tersebut dapat menspesifikasi bagian yang berguna dalam kehidupan tanpa meminimalkan nilai-nilai kehidupan itu sendiri. 1.2. Latar Belakang Makalah ini disusun bermaksud untuk : 1. Memenuhi tugas mata pelajaran TIK 2. Sebagai tambahan berita bagi para pembaca BAB II PEMBAHASAN 2.1. Definisi Motor Bakar Motor bakar ialah salah satu jenis dari mesin kalor, adalah mesin yang mengubah energi termal untuk melakukan kerja mekanik atau mengganti tenaga kimia materi bakar menjadi tenaga mekanis. Energi diperoleh dari proses pembakaran, proses pembakaran juga mengganti energi tersebut yang terjadi didalam dan diluar mesin kalor (Kiyaku dan Murdhana, 1998) Motor bakar torak memakai silinder tunggal atau beberapa silinder. Salah satu fungsi torak disini yakni sebagai penunjang terjadinya pembakaran pada motor bakar. Tenaga panas yang dihasilkan dari pembakaran diteruskan torak ke batang torak, kemudian diteruskan ke poros engkol yang mana poros engkol nantinya akan diubah menjadi ukiran putar Gambar 2.1. Motor Bakar Torak (Sumber: Arismunandar, 2002) Motor bakar terbagi menjadi 2 (dua) jenis utama, adalah motor diesel dan motor bensin. Perbedaan biasa terletak pada sistem penyalaan. Penyalaan pada motor bensin terjadi sebab loncatan bunga api listrik yang dipercikan oleh busi atau juga sering disebut juga spark ignition engine. Sedangkan pada motor diesel penyalaan terjadi alasannya adalah kompresi yang tinggi di dalam silinder lalu bahan bakar disemprotkan oleh nozzle atau juga sering disebut juga Compression Ignition Engine. 2.2. Klasifikasi Motor Bakar Motor bakar dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) macam. Adapun klasifikasi motor bakar adalah sebagai berikut : a. Berdasarkan Sistem Pembakarannya a). Mesin pembakaran dalam Mesin pembakaran dalam atau sering disebut selaku Internal Combustion Engine (ICE), ialah dimana proses pembakarannya berjalan di dalam motor bakar itu sendiri sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi selaku fluida kerja. b). Mesin pembakaran luar Mesin pembakaran luar atau sering disebut sebagai Eksternal Combustion Engine (ECE) yakni dimana proses pembakarannya terjadi di luar mesin, energi termal dari gas hasil pembakaran dipindahkan ke fluida kerja mesin. b. Berdasarkan Sistem Penyalaan a). Motor bensin Motor bensin mampu juga disebut selaku motor otto. Motor tersebut dilengkapi dengan busi dan karburator. Busi menciptakan loncatan bunga api listrik yang membakar gabungan materi bakar dan udara sebab motor ini cenderung disebut spark ignition engine. Pembakaran bahan bakar dengan udara ini menghasilkan daya. Di dalam siklus otto (siklus ideal) pembakaran tersebut dimisalkan sebagai pendapatan panas pada volume konstan. b). Motor diesel Motor diesel adalah motor bakar torak yang berlainan dengan motor bensin. Proses penyalaannya bukan menggunakan loncatan bunga api listrik. Pada waktu torak nyaris mencapai titik TMA bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar. Terjadilah pembakaran pada ruang bakar pada dikala udara udara dalam silinder telah bertemperatur tinggi. Persyaratan ini mampu terpenuhi jika perbandingan kompresi yang digunakan cukup tinggi, yakni berkisar 12-25. (Arismunandar. W, 1988) 2.3. Siklus Termodinamika Konversi energi yang terjadi pada motor bakar torak menurut pada siklus termodinamika. Proses bahu-membahu amat komplek, sehingga analisa dijalankan pada keadaan ideal dengan fluida kerja udara. Idealisasi proses tersebut selaku berikut : a. Fluida kerja dari awal proses hingga akhir proses. b. Panas jenis dianggap konstan meskipun terjadi pergeseran temperatur pada udara. c. Proses kompresi dan perluasan berlangsung secara adiabatik, tidak terjadi perpindahan panas antara gas dan dinding silinder. d. Sifat-sifat kimia fluida kerja tidak berubah selama siklus berjalan. e. Motor 2 (dua) langkah memiliki siklus termodinamika yang serupa dengan motor 4 (empat) langkah. Diagram P-V dan T-S siklus termodinamika dapat dilihat pada (gambar 2.2) di bawah selaku berikut : Gambar 2. 2. Diagram P-V dan T-S siklus otto (Cengel & Boles, 1994 : 451) 2.4. Siklus Otto (Siklus udara volume konstan) Pada siklus otto atau siklus volume konstan proses pembakaran terjadi pada volume konstan, sedangkan siklus otto tersebut ada yang berjalan dengan 4 (empat) langkah atau 2 (dua) langkah. Untuk mesin 4 (empat) langkah siklus kerja terjadi dengan 4 (empat) langkah piston atau 2 (dua) poros engkol. Adapun langkah dalam siklus otto yaitu gerakan piston dari klimaks (TMA=titik mati atas) ke posisi bawah (TMB=titik mati bawah) dalam silinder. Diagram P-V dan T-S siklus otto mampu dilihat pada (gambar 2.3) dibawah selaku berikut : Gambar 2. 3. Diagram P-V dan T-S siklus otto (Cengel & Boles, 1994 : 458) Proses siklus otto selaku berikut : Proses 1-2 : proses kompresi isentropic (adiabatic reversible) dimana piston bergerak menuju (TMA=titik mati atas) mengkompresikan udara sampai volume clearance sehingga tekanan dan temperatur udara naik. Proses 2-3 : pendapatan kalor konstan, piston sesaat pada (TMA=titik mati atas) serempak kalor suplai dari sekelilingnya serta tekanan dan temperatur meningkat sampai nilai maksimum dalam siklus. Proses 3-4 : proses isentropik udara panas dengan tekanan tinggi mendorong piston turun menuju (TMB = titik mati bawah), energi dilepaskan disekeliling berbentukinternal energi. Proses 4-1 : proses pelepasan kalor pada volume konstan piston sesaat pada (TMB = titik mati bawah) dengan mentransfer kalor ke sekeliling dan kembali mlangkah pada titik awal. 2.5. Sistem Kerja Motor Bakar a. Motor bensin 4 langkah Motor bensin empat langkah yakni motor yang setiap satu kali pembakaran bahan bakar memerlukan 4 langkah dan 2 kali putaran poros engkol. Adapun prinsip kerja motor 4 langkah mampu dilihat pada (gb.2.4) dibawah ini : Gambar 2.4. Skema Gerakan Torak 4 langkah (Sumber : Arismunandar, 2002) Langkah isap : 1. Torak bergerak dari TMA ke TMB 2. Katup masuk terbuka, katup buang tertutup 3. Campuran materi bakar dengan udara yang telah tercampur didalam karburator masuk kedalam silinder lewat katup masuk 4. Saat torak berada di TMB katup masuk akan tertutup Langkah kompresi : 1. Torak bergerak dari TMb ke TMA 2. Katup masuk dan katup buang kedua-duanya tertutup sehingga gas yang sudah diisap tidak keluar pada waktu ditekan oleh torak yang menimbulkan tekanan gas akan naik 3. Beberapa ketika sebelum torak meraih TMA busi mengeluarkan bunga api listrik 4. Gas bahan bakar yang telah mencapai tekanan tinggi terbakar 5. Akibat pembakaran bahan bakar, tekanannya akan naik menjadi kira-kira tiga kali lipat Langkah kerja / ekspansi : 1. Saat ini kedua katup masih dalam keadaan tertutup 2. Gas terbakar dengan tekanan yang tinggi akan mengembang kemudian menekan torak turun kebawah dari TMA ke TMB 3. Tenaga ini disalurkan melalui batang penggerak, berikutnya oleh poros engkol diubah menjadi gerak rotasi Langkah pembuangan : 1. Katup buang terbuka, katup masuk tertutup 2. torak bergerak dari TMB ke TMA 3. Gas sisa pembakaran terdorong oleh torak keluar melalui katup buang B Motor Bensin 2 Langkah Motor bensin 2 langkah yakni mesin yang proses pembakarannya lebih sederhana dari motor 4 langkah adalah dilakukan pada satu kali putaran poros engkol yang berakibat dua kali langkah piston. Adapun prinsip kerja motor 2 langkah mampu dijelaskan pada gb.( 2.5 ) dibawah ini : Gambar 2.5. Skema Gerakan Torak 2 Langkah (Sumber : Arends BPM; H Berenschot, 1980) Langkah isap : 1. Torak bergerak dari TMA ke TMB 2. Pada dikala akses bilas masih tertutup oleh torak, di dalam bak mesin terjadi kompresi terhadap adonan bensin dengan udara 3. Di atas torak, gas sisa pembakaran dari hasil pembakaran sebelumnya sudah mulai terbuang keluar akses buang 4. Saat kanal bilas terbuka, gabungan bensin dengan udara mengalir melalui susukan bilas terus masuk kedalam ruang bakar Langkah kompresi : 1. Torak bergerak dari TMB ke TMA 2. Rongga bilas dan rongga buang tertutup, terjadi langkah kompresi dan sesudah meraih tekanan tinggi busi memercikkan bunga api listrik untuk mengkremasi adonan bensin dengan udara tadi 3. Pada ketika yang berbarengan, dibawah (di dalam kolam mesin) materi bakar yang baru masuk kedalam bak mesin lewat akses masuk Langkah kerja : 1. Torak kembali dari TMA ke TMB balasan tekanan besar yang terjadi pada waktu pembakaran materi bakar 2. Saat itu torak turun sambil mengkompresi materi bakar baru didalam bak mesin Langkah buang : 1. Menjelang torak meraih TMB, jalan masuk buang terbuka dan gas sisa pembakaran mengalir terbuang keluar 2. Pada ketika yang sama bahan bakar gres masuk ke dalam ruang bahan bakar lewat rongga bilas 3. Setelah mencapai TMB kembali, torak meraih TMB untuk mengadakan langkah sebagai pengulangan dari yang diterangkan diatas 2.6. Proses Pembakaran Secara umum pembakaran didefinisikan sebagai reaksi kimia atau reaksi persenyawaan materi bakar oksigen (O2) sebagai oksidan dengan temperaturnya lebih besar dari titik nyala. Mekanisme pembakarannya sangat dipengaruhi oleh keadaan dari keseluruhan proses pembakaran dimana atom-atom dari unsur yang dapat bereaksi dengan oksigen yang mampu membentuk produk yang berupa gas. (Sharma, S.P, 1978). Untuk mendapatkan daya maksimum dari sebuah operasi hendaknya komposisi gas pembakaran dari silinder (komposisi gas hasil pembakaran) dibentuk seideal mungkin, sehingga tekanan gas hasil pembakaran mampu maksimal menekan torak dan menghemat terjadinya detonasi. Komposisi bahan bakar dan udara dalam silinder akan menentukan mutu pembakaran dan akan berpengaruh terhadap performance mesin dan emisi gas buang. Sebagaimana sudah dimengerti bahwa materi bakar bensin mengandung komponen-bagian karbon dan hidrogen. Terdapat 3 (tiga) teori mengenai pembakaran hidrogen tersebut yakni : a. Hidrokarbon terbakar bantu-membantu dengan oksigen sebelum karbon bergabung dengan oksigen. b. Karbon terbakar lebih dulu ketimbang hidrogen. c. Senyawa hidrokarbon apalagi dahulu bergabung dengan oksigen dan membentuk senyawa (hidrolisasi) yang kemudian dipecah secara terbakar. (Yaswaki, K, 1994). Dalam sebuah mesin terjadi beberapa tingkatan pembakaran yang digambarkan dalam suatu grafik dengan hubungan antara tekanan dan perjalanan engkol. Berikut ialah gambar dari grafik tingkatan pembakaran : Gambar 2.6. Tingkat pembakaran dalam sebuah mesin (Maleev.V.L, 1995) Proses atau tingkatan pembakaran dalam suatu mesin terbagi menjadi empat tingkat atau kala yang terpisah. Periode-periode tersebut adalah : 1. Keterlambatan pembakaran (Delay Periode) Periode pertama dimulai dari titik 1 yaitu mulai disemprotkannya materi bakar hingga masuk kedalam silinder, dan selsai pada titik 2. perjalanan ini sesuai dengan perjalanan engkal sudut a. Selama kurun ini berjalan tidak terdapat peningkatan tekanan yang melampaui kompresi udara yang dihasilkan oleh torak, dan berikutnya materi bakar masuk terus menerus lewat nosel. 2. Pembakaran cepat Pada titik 2 terdapat sejumlah bahan bakar dalam ruang bakar, yang dipecah halus dan sebagian menguap lalu siap untuk dijalankan pembakaran. Ketika materi bakar dinyalakan yakni pada titik 2, akan menyala dengan cepat yang menimbulkan kenaikan tekanan mendadak hingga pada titik 3 tercapai. Periode ini sesuai dengan perjalanan sudut engkol b. yang membentuk tingkat kedua. 3. Pembakaran Terkendali Setelah titik 3, bahan bakar yang belum terbakar dan bahan bakar yang masih tetap disemprotkan (diinjeksikan) terbakar pada kecepatan yang tergantung pada kecepatan penginjeksian serta jumlah distribusi oksigen yang masih ada dalam udara pengisian. Periode inilah yang disebut dengan periode terkendali atau disebut juga pembakaran bertahap yang hendak rampung pada titik 4 dengan berhentinya injeksi. Selama tingkat ini tekanan mampu naik, konstan ataupun turun. Periode ini sesuai dengan pejalanan engkol sudut c, dimana sudut c tergantung pada beban yang dibawa beban mesin, makin besar bebannya semakin besar c. 4. Pembakaran pasca (after burning) Bahan bakar sisa dalam silinder saat penginjeksian berhenti dan akibatnya terbakar. Pada pembakaran pasca tidak terlihat pada diagram, dikarenakan pemunduran torak menjadikan turunnya tekanan meskipun panas ditimbulkan oleh pembakaran bab tamat bahan bakar. Dalam pembakaran hidrokarbon yang biasa tidak akan terjadi tanda-tanda bila memungkinkan untuk proses hidrolisasi. Hal ini hanya akan terjadi kalau pencampuran pendahuluan antara materi bakar dengan udara mempunyai waktu yang cukup sehingga memungkinkan masuknya oksigen ke dalam molekul hidrokarbon. (Yaswaki. K, 1994) Bila oksigen dan hidrokarbon tidak bercampur dengan baik maka terjadi proses cracking dimana akan menimbulkan asap. Pembakaran semacam ini disebut pembakaran tidak sempurna. Ada 2 (dua) kemungkinan yang terjadi pada pembakaran mesin berbensin, yaitu : a. Pembakaran wajar Pembakaran normal terjadi jika bahan bakar mampu terbakar seluruhnya pada ketika dan kondisi yang diharapkan. Mekanisme pembakaran normal dalam motor bensin dimulai pada ketika terjadinya loncatan bunga api pada busi, kemudian api mengkremasi gas bakar yang berada di sekitarnya sehingga semua partikelnya terbakar habis. Di dalam pembakaran normal, pembagian nyala api terjadi merata di seluruh bagian. Pada keadaan yang sebetulnya pembakaran bersifat komplek, yang mana berlangsung pada beberapa phase. Dengan timbulnya energi panas, maka tekanan dan temperatur naik secara secara tiba-tiba, sehingga piston terdorong menuju TMB. Pembakaran normal pada motor bensin mampu ditunjukkan pada (gambar grafik 2.7) dibawah selaku berikut : Gambar 2.7. Pembakaran campuran udara-bensin dan pergeseran tekanan didalam silinder (Toyota Astra Motor, 1996) Jakarta Gambar grafik diatas dengan jelas memperlihatkan hubungan antara tekanan dan sudut engkol, mulai dari penyalaan hingga final pembakaran. Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA, busi memberikan percikan bunga api sehingga mulai terjadi pembakaran, sedangkan lonjakan tekanan dan temperatur mulai point 2, sesaat sebelum piston mencapai TMA, dan pembakaran point 3 sesaat sesudah piston mencapai TMA. b. Pembakaran tidak normal Pembakaran tidak normal terjadi jikalau bahan bakar tidak ikut terbakar atau tidak terbakar berbarengan pada ketika dan keadaan yang diharapkan. Pembakaran tidak wajar mampu menimbulkan detonasi (knocking) yang memungkinkan timbulnya gangguan dan kesusahan-kesulitan pada motor bakar bensin. Fenomena-fenomena yang menyertai pembakaran tidak tepat, diantaranya : 1. Detonasi Seperti sudah diterangkan sebelumnya, pada insiden pembakaran normal api menyebar keseluruh bagian ruang bakar dengan kecepatan konstan dan busi berfungsi selaku pusat penyebaran. Dalam hal ini gas baru yang belum terbakar terdesak oleh gas yang telah terbakar, sehingga tekanan dan suhunya naik sampai meraih keadaan nyaris terbakar. Jika pada ketika ini gas tadi terbakar dengan sendirinya, maka akan timbul ledakan (detonasi) yang menghasilkan gelombang kejutan berupa suara ketukan (knocking noise) 2. Hal-hal yang mengakibatkan terjadinya Detonasi Pada lapisan yang sudah terbakar akan berekspansi. Pada kondisi lapisan yang tidak homogen, lapisan gas tadi akan mendesak lapisan gas lain yang belum terbakar, sehingga tekanan dan suhunya naik. Bersamaan dengan adanya radiasi dari ujung pengecap api, lapisan gas yang terdesak akan terbakar datang-datang. Peristiwa ini akan menyebabkan letupan menimbulkan terjadinya gelombang tekanan yang kemudian menumbuk piston dan dinding silinder sehingga terdengarlah suara ketukan (knocking) yakni yang disebut dengan detonasi. Hal-hal yang mengakibatkan terjadinya detonasi antara lain sebagai berikut : a) Perbandingan kompresi yang tinggi, tekanan kompresi, suhu pemanasan adonan dan suhu silinder yang tinggi. b) Masa pengapian yang cepat. c) Putaran mesin rendah dan penyebaran api lambat. d) Penempatan busi dan konstruksi ruang bakar tidak sempurna, serta jarak penyebaran api terlampau jauh. Proses terjadinya detonasi dapat ditunjukkan pada (gambar 2.8) dibawah : Gambar 2.8. Proses terjadinya detonasi (Arismunandar, 2002) Gambar di atas menjelaskan bahwa detonasi (knocking) terjadi alasannya materi bakar terbakar sebelum waktunya. Hal ini terjadi pada saat piston belum mencapai posisi pembakaran, tetapi bahan bakar telah terbakar lebih dahulu. 2.7. Bahan Bakar Bahan bakar (fuel) yakni segala sesuatu yang dapat terbakar contohnya : kertas, kain, batu bara, minyak tanah, bensin dan sebagainya. Untuk melalukan pembakaran dibutuhkan 3 (tiga) bagian, ialah : a. Bahan bakar b. Udara c. Suhu untuk memulai pembakaran Panas atau kalor yang timbul karena pembakaran materi bakar tersebut disebut hasil pembakaran. Terdapat 3 (tiga) jenis bahan bakar, yakni : 1. Bahan bakar padat 2. Bahan bakar cair 3. Bahan bakar gas Kriteria utama yang harus dipenuhi materi bakar yang hendak digunakan dalam motor bakar yaitu selaku berikut: a. Proses pembakaran materi bakar dalam silinder harus secepat mungkin dan panas yang dihasilkan mesti tinggi. b. Bahan bakar yang digunakan harus tidak meninggalkan endapan atau deposit sehabis pembakaran alasannya adalah akan menjadikan kerusakan pada dinding silinder. c. Gas sisa pembakaran harus tidak berbahaya pada saat dilepas ke atmosfer. BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Tidak mampu dimungkiri dengan kompleksnya permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan, sudah mampu dibayangkan bagaimana krodit dan ruwetnya bila tidak diimbangi dengan kemajuan teknologi. Teknologi sudah menciptakan segalanya menjadi lebih sederhana dan sangat praktis. Perkembangan dari yang sederhana hingga dengan kini ini telah banyak menghabiskan tahun dan biaya eksplorasi serta observasi, sehingga sepantasnyalah penduduk dalam memanfaatkan produk teknologi tersebut dapat menspesifikasi bagian yang berfaedah dalam kehidupan tanpa mengurangi nilai-nilai kehidupan itu sendiri. 2. Saran Dengan kemajuan teknologi pekerjaan berat menjadi ringan, pekerjaan yang membutuhkan waktu lama menjadi lebih cepat. Kita harus mampu mengikut perkembangan dari banyak sekali pekembangan teknologi tersebut dengan semaksimal mungkin DAFTAR PUSTAKA Dowwload Makalah Mesin Motor Format Microsoft Word (.doc) Cover
pop
Sabtu, 19 Desember 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon