Jumat, 19 Maret 2021

Jangan Arogan, Jangan Curang, Dan Jangan Lupa Bersyukur Bila Ingin Sukses

Harus Anda ingat, apa sih yang patut kita sombongkan dengan apa yang kita peroleh? Harta kekayaan, pangkat, kedudukan, jabatan, karier yang sukses, muka yang cakep, kepintaran, dan kesuksesan yang kita peroleh dalam perjuangan kita, seluruhnya cuma sekadar amanah yang kelak akan kita pertanggungjawabkan. Hanya sekadar titipan, nggak lebih. Bola ada orang yang membangga-banggakan dan menepuk dada dengan adanya titipan maka perlu ditanyakan tingkat kewarasan otaknva. Jangan Sombong dengan Kesuksesan wanita karir Kedua, kebenaran, ilmu dan pesan yang tersirat itu munculkapan saja dan darimana saja. Bisa dari karyawan yunir kita, anak, ataupun dari adik kita. Jangan mentang-mentang timbul dari mereka lantas kita anggap sebelah mata dan nggak ada gunanya. Setiap detik yang kita lalaui,  apapun itu, itu semuanya dirancang oleh Allah untuk tidak menimbulkan sesuatu yang sia-sia. Termasuk setiap konferensi dengan mereka yang sering kita remehkan. Oleh alasannya adalah itu, kalau kita sedang diuji dan dikabulkan apa yang kita kehendaki dengan adanya kesuksesan, usaha, karir, jabatan atau ilmu yang nggak ada opsi lain kecuali kita mesti tetap tawadhuk dan rendah hati, jangan arogan, jangan hingga pula kita merendahkan dan mencemooh orang lain, alasannya semua memiliki kedudukan yang serupa dan tidak ada bedanya dihadapan Allah. Jangan Curang Bagi kita yang percaya bahwa rezeki cuma dari Allah semata, kita akan berusaha mencari rezeki yang halal dan berguna. Untuk itu, dalam rangka menerima untung dan kekayaan, kita tidak mengenal perumpamaan riba, risywah (sogok), curang, nggak jujur, dan nggak , menganut ideologi KKN Berta penindasan. Kenapa? Karena kita sadar bahwa rezeki yang kita peroleh bukan agen rahasia milik kita. Harta hanya titipan yang sebuah dikala akan renggut dari kita. Minimal, jika kita nggak ada lagi di dunia ini, maka harta kita telah bukan milik kita. Terlebih, sebagian harta kita masih melekat milik orang lain yang mesti kita berikan berbentukzakat dan sedekah. Kaprikornus, sungguh terbelakang lagi dungu, yang yang cuma untuk mendapatkan titipan saja harus menempuh jalan yang tidak benar. Jangan Lupa Bersyukur Ada sebuah pesan yang tersirat yang perlu kita ingat dengan betul-betul; belajarlah rsyukur atas apa yang kita miliki, ketimbang kita mesti terobsesi dengan apa yang kita kehendaki. Perlu diketahui,  banyak Yang bilang kalau kekayaan diukur dari bergelimang harta seseorang; mobil glamor, rumah megah, dan sawah atau kebun yang sangat luas. Padahal, persepsi itu hanyalah pandangan keduniaan dan materialisi saja yang ditiupkan oleh lawan kita yang berjulukan setan semoga kita teledor dari tujuan hidup, ialah mencapai keamanan di alam baka. Kaya yang bantu-membantu bukan diukur dari melimpahnya apa yang kita miliki, namun kaya yang hakiki yakni rasa syukur yang muncul atas apa yang telah kita miliki. Yang kedua, kaya pun sejatinya cuma mampu di ukur dari kekayaan jiwa atau hati seseorang. Pesan Rosululloh �keberhasilan atau kekayaan itu diukur dari bergelimang harta, melalinkan keberhasilan ialah kekayaan hati. Coba Anda amati, banyak orang bunuh diri alasannya stres mikir perusahaannya yang besar dan menimbang-nimbang keluargama yang hancur, dan namanya yang luluh lantah hancur. Padahal ia yaitu  orang kaya, bergelimang harta. Tetapi tidak disertai dengan gelimang senang. Maka apalah artinya gelimang harta kalau hati tak suka dan bahagia. Video Renungan agat tidak angkuh Apa pun yang ter jadi pada diri kita, sebenarnya patut untuk kita syukuri. Bersyukurlah di saat kaya sebelum miskin. Di ketika sehat sebelum sakit. Di dikala berlangsung tegak sebelum jalan tertatih-tatih dan bungkuk. Di dikala elok sebelum buram. Sebelum semuanya tercerabut dari diri kita.
Sumber https://somadrug1.blogspot.com


EmoticonEmoticon