Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2020

Iko Uwais Dan Mad Dog Melawan Alien Dalam Film Hollywood Beyond Skyline

Nama pemain drama tabrak Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan semakin melambung ke dunia Internasional sesudah membintangi film The Raid, tidak tanggung-tanggung pada tahun 2015 kemarin mereka sempat bermain dalam film besutan Hollywood  yaitu Star Wars Episode VII: The Force Awakens, dalam film ini  Yayan Ruhiyan memerankan peran Tasu Leech, pemimpin dari organisasi kriminal Kanjiklub Gang yang beroperasi sekitar tiga puluh tahun sesudah Pertempuran Endor sedangkan Iko Uwais berperab selaku Razoo Qin-Fee dan Cecep Arif Rahman sebagai Crokind Sand. Tidak hanya itu Yayan Ruhiyan sempat bermain dalam film jepang berjudul Yakuza Apocalpyse dan Iko Uwais sempat bermain dalam film internasional yang lain berjudul Man of Tai Chi. Dan sekarang mereka dipanggil kembali oleh Hollywood untuk bermain dalam film mereka yang berjudul Beyond Skyline. Film sci-fi ini sendiri yakni sekuel dari film yang dirilis tahun 2010, Skyline. Meskipun sekuel, namun event dalam Beyond Skyline berada pada waktu yang serupa dengan event Skyline. Dalam trailer pertama Beyond Skyline, kita diperlihatkan Mark (diperankan oleh Frank Grillo, pemain drama Brock Rumlow di Captain America: Winter Soldier, Crossbones di Captain America: Civil War) yang sedang dalam perjalanan di kereta bawah tanah bareng anaknya diserang oleh alien. Saat berupaya untuk menyelamatkan diri itulah, anaknya yang bernama Trent (diperankan oleh Jonny Weston: bintang film Jimmy di Taken 3) tertangkap oleh alien. Dibantu oleh Sua, pemimpin grup pemberontak melawan alien yang diperankan oleh Iko Uwais, dan juga The Chief yang diperankan oleh Yayan Ruhiyan, Mark pun berupaya untuk menyelamatkan anaknya. Seperti yang terlihat dalam  trailer-nya  di bawah ini Visual effect dari film ini dikerjakan oleh Hydraulx , perusahaan yang juga pernah menangani visual effect dari film-film Hollywood terkemuka mirip The Day After Tommorrow, The Incredible Hulk, Iron Man 2, dan Captain America: The First Avengers, serta The Avengers. Selain ikut bermain, Iko Uwais dan Yayan Ruhian juga menjadi koreografer pertarungan dalam film ini, lho! Syuting film ini dikerjakan di Yogyakarta dan Batam, Indonesia. Berbeda dengan film pertamanya yang berating PG-13, film ini akan mempunyai rating R—yang artinya untuk cukup umur. Beyond Skyline akan tayang di Indonesia pada tanggal 1 November 2018.
Sumber https://blogblahbloh.blogspot.com

Jumat, 29 Mei 2020

6 Karakter Spider-Man Yang Akan Berkumpul Di Spider-Man Into The Spider-Verse

Spider-Man Into The Spider-Verse - Film ini akan memperlihatkan seorang tokoh remaja laki-laki kulit gelap Amerika dan akan menjadi versi yang mempesona. Seorang cukup umur berjulukan Miles Morales punya keinginan menjadi Spider-Man. Suatu ketika ia berjumpa Peter Parker yang telah usang meninggal. Peter Parker ini bukan berasal dari dunia yang ia tempati ketika ini, beliau dari tempat lain di multiverse yang dikenla dengan nama " Spider-Verse ". Dengan tutorial Parker, Miles diajar menjadi Spider-Man. Film ini ialah debut pertama Bob Persichetti selaku sutradara bareng Phil Lord dan Christopher Miller, para pemikir kreatif di balik The Lego Movie dan 21 Jump Street. Dalam film itu akan muncul beberapa versi Spider-Man yang lain, seperti Spider-Gwen, Spider-Man Noir dll. Nah siapa saja aksara dari film Spider-Man Into The Spider-Verse ini? Simak Ulasan abjad Spider-Man berikut : 1. PETER B. PAKRKER Dia mungkin terlihat seperti Peter Parker yang kita kenal. Tetapi, Peter B. Parker ini berumur lebih tua. Pengalaman membuatnya tidak acuh akan sekitar dan cenderung merendahkan orang lain. Peter tidak pernah mau menjadi mentor Miles, namun melatih Miles Morales untuk menjadi Spider-Man membantunya untuk mendapatkan semangatnya kembali menjadi Spider-Man yang dahulu. Serta tidak mementingkan diri sendiri, itulah huruf Spider-Man yang sebetulnya. 2. MILES MORALES Miles berasal dari kota Brooklyn dan baru saja pindah sekolah. Miles sebetulnya remaja yang pintar, namun mengalami kesulitan menyesuaikan diri di lingkungan akademik yang lebih ketat dari umumnya. Ditengah perjuangannya mengikuti keadaan dengan lingkungan sekolah gres, Miles justru mendapat tantangan lain yang lebih besar! Yaitu menerima realita bahwa dirinya ialah seorang Spider-Man! Untung ada sekelompok teman gres yang unik dan mengejutkan, siap membantu Miles! 3. SPIDER-GWEN Gwen, yakni manusia laba-laba perempuan di dunia-nya. Meskipun handal dan berani saat melawan penjahat. Pengalaman era lalu-nya membuat Gwen enggan kenal dengan siapapun, tergolong Miles Morales. Semenjak tahu Miles mempunyai kekuatan yang sama dengannya, Gwen merasa harus bergabung dengan tim Spider-Verse, dan memiliki peluang untuk melindungi dunia dari kejahatan. 4. SPIDERMAN-NOIR Spider-Man Noir yakni Peter Parker dari dimensi yang lain. Ia Spider-Man yang lebih keras dalam memerangi kejahatan, selama “Great Depression” di New York pada tahun 1933. Tidak seperti Spider-People lain, Spider-Man Noir cuma terlihat “hitam-putih” dan memiliki perspektif karakter tahun 1930-an. Itu yang membuatnya lebih susah, untuk beradaptasi dengan dunia-nya Miles yang modern dan sarat warna. 5. PENI PARKER AND SP//DER  Peni Parker yakni huruf anime klasik, seorang gadis akil balig cukup akal dari “dimensi cadangan” dengan kekuatan batin yang mengarah ke seekor laba-laba. Dia yakni seorang wanita yang emosional, ekspresif dan tidak mengenakan setelan khusus Spider-Man, sebagai gantinya, Peni memiliki setelan Spidey mekanik juga robot yang hanya merespons pada DNA-nya. 6. SPIDER-HAM Spider-Ham selalu mencairkan situasi dengan leluconnya, namun jangan salah, beliau selalu menilai pekerjaannya selaku Spider-Hero yaitu hal serius yang harus dilaksanakan! Nah, itulah keenam tokoh Spider-Man yang nantinya akan timbul dalam serial animasi Spider-Man Into The Spider-Verse. Bagi kamu yang belum menonton, ayo sekarang beli tiketnya dan datang ke bioskop-bioskop kesayangan kamu.
Sumber https://blogblahbloh.blogspot.com

Kamis, 28 Mei 2020

Review: Foxtrot Six, Film Indonesia Rasa Hollywood

Ada yang telah nonton Foxtrot Six ? Pasti sudah banyak yang menyaksikan kedigdayaan Oka Antara, dkk berlaga, namun aku percaya tak sedikit juga yang masih baru berencana untuk melihatnya di final pekan nanti. Ya, film Foxtrot Six  yang sudah kita tunggu-tunggu telah muncul di layar bioskop tanggal 21 February 2019 kemarin. Fim ini ditulis dan digarap oleh tangan hambar sutradara pendatang baru, Randy Korompis dan berafiliasi dengan produser asal Amerika, Mario Kassar yang ialah produser legendaris dari film-film jadul terkemuka seperti Rambo (1982, 1985, 1988) dan Terminator (1991, 2003, 2009). Foxtrot Six ialah film bergenre drama sarat aksi yang menceritakan ihwal kondisi Indonesia di abad depan dengan mengkisahkan seorang mantan anggota mariner yang berjuang bareng sobat-temannya demi membebaskan Indonesia dari kemiskinan serta kepemimpinan rezim otoriter kejam bernama PIRANAS. Film Indonesia rasa Hollywood, mungkin begitulah kira-kira saat pertama kali melihat trailer film yang beredar di Youtube maupun televise, dita wangsit cerita yang baik, produser yang mumpuni, ditambah lagi actor terkemuka yang berlaga seperti Oka Antara , Julie Estelle , Chicco Jerikho , Rio Dewanto , Mike Lewis , Arifin Putra sampai Verdy Sulaiman menciptakan film ini terasa hebat. Namun trailer tetaplah trailer , tidak bisa menjadi kriteria isi bergotong-royong dalam film. Ketika film dimulai, perlahan ekspektasi kita mulai terpenuhi dengan ditampilkannya situasi Indonesia terkini, bagaimana keadaan dunia, dan bagaimana Indonesia yang disajikan dengan cara yang sangat bagus. Maksudnya? Sang sutradara bermaksud untuk memberitahukan kepada penonton wacana keadaan yang dialami Indonesia pada tahun 2031. Nah setelah itu? Saya agak “sakit mata” menyaksikan plotnya yang berjalan dengan cepat dimana penonton tampaknya tidak diberi potensi untuk masuk dan mendalami isi kisah hasilnya kurang begitu menikmati filmnya.Pengenalan karakternya pun terbilang tidak terlampau mulus, entah admin yang lemot apa memang filmnya yang “rusuh”, sehingga untuk mendalami setiap karakternya agak sukar. Dari sisi visual efek telah lumayan bagus namun jangan sesekali membandingkan dengan film Hollywood, karena tentu saja masih kalah jauh contohnya saja seperti warna serta kecerahan yang masih kurang enak dipandang. Namun, bila kita hubungkan Film ini dengan sang produser sendiri, Mario Kassar, yang merupakan produser film-film legendaris (jadul) di abad 90 – 2000 an (seperti yang kita ketahui imbas visual pada dikala itu bisa dibilang baik) sehingga tak heran jika Foxtrot Six se-keren film Mario Kassar pada zamannya. Yaa Mungkin jikalau sekarang ialah tahun 90 – 2000, Foxtrot Six mampu menjadi film yang luar biasa ahli dari sisi visual. Selain efek visual, yang menciptakan admin awalnya terheran-heran yaitu penggunaan Bahasa Inggris dalam film tersebut yang terasa dipaksakan. Kenapa harus dipaksakan menggunakan Bahasa Inggris? Entah karena ingin membuat film lebih prestige atau bagaimana, yang jelas dengan lokasi yang berada di Indonesia rasanya tidak perlu menggunakan Bahasa Inggris untuk dialognya. Sang produser sempat menyampaikan bahwa argumentasi menggunakan Bahasa Inggris dalam film yang sedang dibesutnya ialah semoga film tersebut bisa diterima di pasar yang lebih besar dengan mudah, padahal Indonesia saya rasa sudah punya banyak karya film yang tidak perlu menggunakan Bahasa Inggris tetapi tetap mampu terkenal diseluruh dunia. Namun, pertandingan selesai pada film yang menghabiskan dana puluhan milyar ini akan membuat penonton berdecak kagum melalui hidangan pertandingan yang “ AJIBB”, brutal, sadis, “ cadass” dan penuh pertumpahan darah. Seperti terobati sehabis sebelumnya disuguhi plot yang awut-awutan, terlalu cepat, serta membingungkan yang menjadi penghalang ketika menikmati film tersebut untuk menerima segi emosional dari kisah. Foxtrot Six , dengan segala kelebihan dan kekurangannya, paling tidak sudah berani menenteng sesuatu yang gres untuk perfileman Indonesia. Disamping itu sang sutradara, Randy Korompis, saya rasa cukup sukses untuk level sineas pendatang baru dan sangat patut diberi Applause untuk karyanya. Semoga saja, diawali dari Fostrot Six beliau bisa terus berkarya dan berkontribusi untuk perfileman Indonesia dan tidak menutup kemungkinan sang produser, Mario Kassar, menjadi jalan pembuka supaya produser dan sutradara Hollywood terkemuka bisa berkiprah di Indonesia. Sumber: nontonapa.com
Sumber https://blogblahbloh.blogspot.com

Selasa, 26 Mei 2020

Film Pertama The Scared Of Riana (Beginning) Akan Secepatnya Tayang

The Scared of Riana merupakan film pertama Riana sang pesulap terkenal yang menjuarai Asia’s Got Talent 2017. Pemilik nama orisinil Marie Antoinette Riana kelahiran Jakarta, 13 Juli 1992 berawal dari ketertarikannya pada dunia sulap yang membawanya mengikuti ajang pencarian bakat pesulap di Trans7. Riana pada dikala itu langsung dipilih oleh Deddy Corbuzier dalam ajang tersebut yang dikala itu Deddy sebagaiprodusernya. Bisa dikatakan Deddy sendirilah yang mendapatkan dan membesarkan namanya di permulaan karir Riana. Riana sudah membangun imagenya yang menyeramkan dan misterius, dan karna itu pula sekarang Riana didaulat untuk memerankan film horror. Film yang berkisah perihal kurun kecil Riana yang tinggal di sebuah kota kecil bersama ayahnya yang diperankan oleh Prabu Revolusi dan ibunya yang diperankan oleh Citra Prima. Suatu dikala terjadi musibah yang mengharuskan keluarga mereka untuk pindah ke rumah kerbatnya ialah om Johan yang diperankan oleh Willem Bevers di Jakarta dan bertemulah dengan boneka Riani. Hari-hari berlalu dan Riana pun telah beranjak remaja lalu pada suatu hari Bu Klara yang diperankan oleh Aura Kasih dan guru BP di sekolahnya ingin mengaetahui mengapa Riana tidak masuk sekolah sembari menyarankan biar Riana direhabilitasi. Semanjak itu musibah silih berganti menimpa keluarga Riana. Jadwal Tayang   : 14 Maret 2019 Genre                 : Horror Sutradara           : Billy Christian Produksi            : Nan Entertainment Pemeran            : Riana The Sacred, Aura Kasih, Agatha Chelsea, Prabu    Trailer
Sumber https://blogblahbloh.blogspot.com

Hahahaha... Extreme Job, Ngakaknya Gak Habis-Habis!

Setelah dijejali film horror yang menciptakan dahi berkerut dari ahad ke ahad, alhasil di minggu ke tiga dipertemukan dengan satu judul film asal negeri Ginseng berjudul Extreme Job yang membuat “kram” otot rahang para penontonnya. Film dengan genre 20% petualangan dan 80% komedi ini sukses mengocok perut para penontonnya. Tidak heran bila film ini berhasil menembus 14,5 juta penonton di negeri asalnya dan menjadi film dengan jumlah penonton terbanyak kedua sesudah The Admiral: Roaring Currents dengan 17,6 juta penonton. Film aba-aba sutradara Lee Byung Hun yang juga sebagai sutradara dari film What a Man Want di tahun 2018 ini menceritakan wacana 5 orang anggota kepolisian yang bertugas mengintai komplotan narkotika. Demi melancarkan aksinya tersebut, tim yang dipimpin oleh Kapten Go (Ryoo Seung-Ryong), Detektif Jang (Lee Ha Nee), Detektif Ma (Jin Seon Kyu), Detektif Young Ho (Lee Dong Hwi) dan Detektif Jae Hoon (Gong Myung) mesti melakukan suatu penyamaran dan mendapatkan suatu tempat yang dirasa cocok sebagai kawasan persembunyiannya, adalah sebuah restaurant ayam. Naas, restaurant ayam tersebut mengalami kebangkrutan dan Kapten Go mau tidak mau harus mengambil alih restaurant dengan cara membelinya. Siapa sangka di tangan Go masakan ayam di restaurant tersebut menjadi popular dan viral. Premis yang diusung oleh sang sutradara ialah presmis yang gres, segar dan orisinal. Dimana bagian cerita dari film tersebut belum ada pada film-film sebelumnya, sehingga bisa dikatakan Extreme Job merupakan film petualangan, agresi dan komedi yang Out of The Box. Jika berbicara tentang plot yang diproduksi oleh CJ Entertainment ini sepertinya tidak ada duduk perkara, setiap adegan demi adegan bisa dibarengi dengan baik, pengenalan karakternya pun demikian. Sehingga penonton memang betul-betul masuk dan mirip diberi ruang untuk menikmati setiap adegan filmnya. Terdapat juga beberapa plot point yang ialah inti dari kisah satu ke kisah lainnya, menggerakan dongeng kearah yang baru. Film ini mempunyai “tubuh” yang kumplit dan mendekati tepat, mulai dari intro yang menggelitik, konflik yang tegang, mindpoint yang “terperinci”, klimaks yang baik lalu twist yang enak untuk dicerna. Komedi dan agresi yang dibalut secara tepat, dihidangkan dengan full mulai dari dialog antar tokoh, ekspresi, sampai huruf/ tingkah laris pada setiap plot nya. Selain itu transisi antar adegan nya pun dikemas dengan rapih. Untuk yang resah nonton apa, mengeluarkan sedikit dana untuk film berjudul Extreme Job ini sangatlah patut. Recommended Movie! TRAILER
Sumber https://blogblahbloh.blogspot.com

Sabtu, 23 Mei 2020

“Dua Garis Biru”, Film Debut Gina S.Noer Sebagai Sutradara Menuai Kontroversi

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; Pada tanggal 12 April 2019 StarVision menggunggah cover film dengan judul “Dua Garis Biru” yang kabarnya akan ditayangkan segera di bioskop Indonesia. Film ini ialah debut Gina S. Noer selaku Sutradara. Film ini mengisahkan persahabatan antara Dara ( Zara JKT48) dan BIma ( Angga Yunanda).  Canda tawa dan kejenakaan mereka membuat mereka semakin akrab melebihi persahabatan. Namun kedekatan yang tidak terkontrol membuat mereka terjebak dalam sebuah kondisi yang tak dibutuhkan. Lama kelamaan persoalan yang timbul malah membuat mereka menjauh. Kondisi ini tidak hanya menyusahkan dua akil balig cukup akal tersebut, tetapi mengguncang kedua keluarga mereka. Dua Strip Biru sendiri diambil dari perumpamaan hasil test kehamilan, dimana membuktikan kehamilan. Film ini semenjak permulaan telah menjadi kontroversi, dimana beberapa netizen menganggap film ini tidak mendidik, dan mampu menimbulkan percontohan yang buruk. Beberapa komen netizen terlontar dalam comment akun Official Instagram Starvison dalam posting trailer film tersebut.  View this post on Instagram Mari sejenak mengintip cerita Dara & Bima. Cerita cinta tak tepat yang akan hadir dalam hidup kita. Segera di bioskop: film #DuaGarisBiru 💙💙 . @duagarisbirufilm @anggayunandareal16 @jkt48.zara @ginasnoer @starvisionplus @wahana.kreator A post shared by Starvision (@starvisionplus) on Apr 15, 2019 at 4:06am PDT Hal tersebut meningkat dengan dibuatnya petisi dari Change.org , dimana berusaha untuk tidak meloloskan film tersebut untuk tayang di bioskop. Petisi ini dibuat oleh Gerakan Profesionalisme Mahasiswa Keguruan Indonesia (Garagaraguru) pada tanggal 20 April di Surabaya.  Disisi lain netizen tak sedikit juga yang mendukung penayangan film tersebut, terlihat dalam comment posting Instagran StarVision. Film ini dianggap ialah suatu sex education untuk membuat para dewasa lebih waspada dalam pergaulan. Dengan tutorial orang bau tanah dan nilai-nilai postif yang dapat diambil netizen menilai film ini perlu ditayangkan dibioskop. Dengan aneka macam kontroversi tersebut bagaimana menurutmu? Apa kamu akan mengikuti petisi Change.org atau mendukung penayangan Film tersebut? Berikut Trailer dari film "Dua Garis Biru"
Sumber https://blogblahbloh.blogspot.com

Jumat, 22 Mei 2020

“Avengers : Endgame”, Ekspektasi Vs Kenyataan (Spoiler Alert!)

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;   Kesuksesan Marvel menarik minatpenonton dengan aneka macam cara menuai hasil yang hebat. Tidak hanya di tempatnya berasal, dan di negara-negara lainnya, di Indonesia pun penduduk menyambut dengan kasatmata. Penayangan perdananya pada tanggal 24 April 2019   bahkan sampai ada beberapa bioskop yang menayangkan di seluruh studio dengan waktu tayang 24 jam.  Kesuksesan ini tak lain memang alasannya kesuksesan film terdahulunya yang sukses memikat hati penggemarnya. Hal itu juga disokong dari Post Credit dan Trailer yang menciptakan penasaran akan dongeng berikutnya. Buat kalian yang belum nonton niscaya penasaran akan kelanjutan dan penjelasan dari trailer. Berikut kami hidangkan Ekspektasi VS Realita dari "Avengers : Endgame" . Peran Captain Marvel dalam “Avengers : End Game” Carol Danvers sebagai Captain Marvel hadir untuk menyelamatkan Stark yang terombang ambing di galaxy dengan keadaan kritis. Dalam post credit film “ Captain Marvels ” para penggemar mengira Carol akan menjadi kunci kesuksesan dari Kemenangan Avengers. Namun realitanya Carol ternyata hanya timbul di awal dan tamat dongeng, beliau menyampaikan “ saya tidak cuma menangani persoalan di bumi saja tetapi di seluruh jagad raya”.  Di final perang Carol berupaya merebut arung tangan dari tangan Thanos tetapi sebab kepintaran thanos dengan memakai stone beliau menghempas Carol dengan sekali pukulan. Carol tidak sukses merebut sarung tangan tersebut, hingga Iron man lah yang mencuri batu-batuan tersebut dan menyerap energinya. Hawkeye Sang Pembantai Setelah malapetaka yang dilaksanakan Thanos pada dunia, Clint Barton (Hawkeye) kehilangan seluruh keluarganya. Ia yang tak rela dan mengharapkan keadilan, melampiaskan amarahnya pada geng-geng yang ada si Tokyo. Namun Natasha Romanoff (Black Widow) partner Clint di Avenger menjemputnya dengan membawa impian mengembalikan kembali dunia. Akhirnya Natasha menggenggam tangan Clint dan membawanya kembali ke Avenger. Tangisan Captain Amerika Pada trailernya tampakSteve menangis, para penggemar berfikir apakah film kali ini akankah sad ending.   Ternyata pertanyaan terjawab dimana yang beliau tangisi yaitu maut dari Natasha. Ia mengorbankan dirinya sebagai tumbal untuk mendapatkan Soul Stone .  Natasha dan Clint kembali ke abad sebelum Thanos mengambil Soul Stone di Vormir, disana mereka diberitahu oleh Red Skull bahwa untuk menerimanya perlu oengorbanan hal yang mereka cintai, Clint menilai itu hanyalah omong kosong, namun Natasha menyadari bahwa memang sebelumnya Thanos ke Vormir dengan Gamora, tetapi beliau pulang seorang diri tanpa Gamora dan menerima soul stone itu. Mereka bertikai tentang siapa yang mesti berkorban, mereka berebut supaya diri mereka sendiri yang dikorbankan, namun Natasha bersikeras untuk mengorbankan diri sampai akibatnya dialah yang mengorbankan diri. Clint pun kembali dengan Soul Stone tetapi dengan kesedihan mendalam  kehilangan Natasha. Kedatangan Ant Man dan Rencana Mesin Waktu Para penggemar Ant Man niscaya sudah mengetahui kehandalan dalam teknologi, akibatnya ekspektasi penggemar dari permulaan menduga akan adanya mesin waktu dari teknologi bikinan Scott Lang (Ant Man), dan ekspektasi tersebut terbenarkan.  Scott yang sebelumnya terkurung dalam Dimensi Quantum kembali setelah 5 tahun tragedy Genosida Thanos. Ia mendatangi markas Avenger dan mencetuskan wangsit mesin waktunya untuk mengembalikan keadaan. Namun beberapa perdebatan terjadi antara ia dan Tony Stark (Iron Man). Namun akhirnya Mesin waktu pun berhasi mereka buat dengan teknologi milik Stark. Para penggemar Marvel pasti menanti-nunggu penayangan film ini, apakah ekspektasi-ekspektasimu akan terjawab sehabis menonton film? Untuk menjawbnya tonton filmnya di bioskop-bioskop terdekat kamu. Berikut Trailer dari "Avengers : Endgame"
Sumber https://blogblahbloh.blogspot.com